English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Senin, 25 November 2013

Weekly Review : Harga Emas Anjlok Ditengah Penguatan Komoditas Pangan dan Energi



Pergerakan harga-harga komoditas utama global pada pekan ini terbilang mengalami kondisi yang mixed. Untuk komoditas energi seperti minyak mentah menunjukan kondisi yang meningkat, lalu diikuti oleh komoditi pangan seperti jagung dan juga kedelai. Namun pada komoditi logam mulia seperti emas justru terus mengalami bearish dan telah menyentuh level terendah sejak 7 Juli lalu. Beberapa faktor fundamental yang ditunjukan oleh rilisnya beberapa data ekonomi yang dirilis pada pekan ini diantaranya ialah : naiknya data sentimen ekonomi Jerman untuk bulan Oktober lalu sebesar 1,8 poin menjadi 5,8 poin, lalu naiknya data penjualan ritel Amerika Serikat untuk bulan Oktober sebesar 0,4% dan turunnya data klaim pengangguran AS untuk pekan lalu sebesar 21 ribu.
Namun bagi minyak mentah dan emas, sentimen fundamental yang sangat signifikan datang dari ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kebijakan tapering terhadap stimulus ekonomi AS yang diperkirakan akan dipastikan oleh Fed dalam waktu dekat ini. Beberapa hari terakhir banyak anggota Fed yang secara langsung mengenai indikasi tersebut dan ditambah lagi oleh pernyataan Janet Yellen yang pekan ini telah mendapat dukungan mayoritas Senat AS untuk maju di pencalonan Gubernur Fed menggantikan Ben Bernanke.

Harga minyak mentah di akhir perdagangan pekan ini ditutup pada posisi 94,8 dollar per barel atau naik dari posisi di awal pekan yang sempat menyentuh level 92,57 dollar per barel. Sedangkan harga emas ditutup pada posisi 1243,1 dollar per troy ons. Menguatnya performa nilai tukar dollar terhadap mata uang mayoritas menjadi faktor utama penekan permintaan pada emas.
Untuk harga komoditi pangan, kedelai dan jagung mengalami kenaikan diakhir perdagangan pekan ini. Jagung ditutup di posisi 4,23 dollar per bushel dan kedelai meloncat ke level 14,0875 dollar per bushel. Naiknya kedua komoditi pangan tersebut disebabkan oleh spekulasi adanya penambahan impor pangan yang dilakukan oleh China dan adanya prediksi yang dikeluarkan oleh Departemen Pertanian AS yang menyatakan bahwa tahun 2014 permintaan pangan akan naik. 

Sumber : Vibiznews

0 komentar :

Posting Komentar

 
Disclaimer: Semua informasi yang tersedia dalam blog ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan informasi yang terbaik, akan tetapi kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blog ini.

PT. Rifan Financindo Berjangka Surabaya
Wisma Bii Lt. 16 Jl. Pemuda 60-70 Surabaya 60271 Telp : 031-5349800(hunting), Fax : 031-5347800