English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Jumat, 31 Januari 2020

Rupiah Jumat Pagi Melemah ke Rp13.663/USD; Terkoreksi di Hari ke-5 Paska Rally

 

Rifan Financindo - Dalam pergerakan pasar uang akhir pekan Jumat pagi ini (31/01), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, di hari kelimanya, sementara dollar AS di pasar Asia melandai setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar AS pagi ini melemah 0,13% ke level Rp 13.663 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 13.650.

Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka menguat ke Rp 13.645, kemudian bergerak lemah ke Rp13.663, dan terakhir pagi ini WIB terpantau di posisi Rp 13.663. Melemahnya rupiah di hari yang kelima terjadi setelah rally 8 minggu, sementara dollar tampak agak flat di pasar uang Asia setelah terkoreksi dengan menguatnya euro setelah BOE mempertahankan suku bunganya.


Baca Juga :

Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi hari WIB ini flat ke level 97,86, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 97,86.

Sementara itu, IHSG Jumat di sesi pertama, terpantau merosot 0,85% atau -51,709 poin ke level 6.007,316, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya menguat setelah rilis data manufaktur China yang sesuai ekspektasi.

Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini lanjut menguat, dengan dollar di pasar Asia agak datar. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp 13.573 – Rp 13.743. Rifan Financindo.

Sumber : Vibiznews

Kamis, 30 Januari 2020

Fed Tidak Lakukan Perubahan Sesuai Ekspektasi Pasar

https://www.vibiznews.com/wp-content/uploads/2014/10/The-Fed-1-696x441.jpg

 

PT Rifan Financindo - Bank sentral Amerika atau Federal Reserve usai pertemuan kebijakan moneternya dalam 2 hari (FOMC) memutuskan  untuk membiarkan suku bunga tidak berubah. Keputusan mereka yang pertama tahun ini hampir sama dengan yang mereka putuskan pada pertemuan terakhir di bulan Desember.

The Fed memutuskan untuk mempertahankan kisaran target untuk suku bunga dana federal pada 1-1/2 hingga 1-3/4 persen, mempertahankan suku bunga tidak berubah untuk pertemuan kedua berturut-turut setelah tiga kali penurunan suku bunga seperempat poin berturut-turut.

Pernyataan yang menyertainya sebagian besar tidak berubah dari bulan lalu, dengan The Fed mencatat bahwa data terakhir menunjukkan pasar tenaga kerja tetap kuat dan bahwa aktivitas ekonomi telah meningkat pada tingkat yang moderat.


Baca Juga :

Bank sentral menggambarkan pengeluaran rumah tangga meningkat pada  kecepatan moderat  dibandingkan dengan deskripsi bulan lalu tentang pengeluaran sebagai kenaikan pada  kecepatan yang kuat. The Fed juga menegaskan bahwa investasi bisnis tetap dan ekspor tetap lemah dan bahwa tingkat inflasi tahunan terus berjalan di bawah target 2 persen.

Terkait  dengan mempertahankan suku bunga tidak berubah, The Fed mengatakan pihaknya memandang sikap saat ini kebijakan moneter yang sesuai untuk mendukung ekspansi berkelanjutan kegiatan ekonomi, kondisi pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi kembali ke 2 persen.

Keputusan  untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah ini sebelumnya sudah diprediksi  oleh para pelaku pasar, karena beberapa pejabat Fed telah mengisyaratkan bank sentral tidak akan ubah suku bunganya kecuali jika ada perubahan material dalam prospek ekonomi.

Disisi lain Ketua Fed Jerome Powell dalam konferensi pers   mengakui bahwa beberapa ketidakpastian seputar perdagangan telah berkurang setelah penandatanganan perjanjian perdagangan AS-China fase satu. Namun, Powell mencatat bahwa beberapa ketidakpastian tentang prospek ekonomi global tetap ada, secara khusus dampak wabah coronavirus. PT Rifan Financindo.

Sumber : Vibiznews

Rabu, 29 Januari 2020

Sektor Pariwisata Dan Industri Terkait Wabah Virus Corona Tekan Indeks Nikkei 225



Rifanfinancindo - Saham Jepang tergelincir pada hari Selasa, dengan Nikkei mencapai penutupan terendah tiga minggu, karena penyebaran virus corona baru di China dan sekitarnya, mendorong pemerintah untuk mengambil langkah-langkah lebih drastis untuk mengatasi wabahnya.

Rata-rata saham Nikkei turun 0,55% menjadi 23.215,71, penutupan terendah sejak 8 Januari. Topix, yang mencakup semua saham yang terdaftar di papan utama Bursa Efek Tokyo, tergelincir 0,6% ke level penutupan dua bulan di 1.692,28.

Aksi jual melebar setelah awalnya terkonsentrasi di sektor-sektor yang kemungkinan besar akan langsung terkena virus, seperti pariwisata dan industri terkait.

Baca Juga :

Bahkan perusahaan yang terlihat memiliki prospek pertumbuhan yang kuat seperti Keyence dan Recruit Holdings tidak luput, masing-masing harga sahamnya turun 2,8% dan 1,9 persen. Semua kecuali dua dari 33 subindex industri Topix ditutup merah.

Korban jiwa dari virus corona telah melewati 100 di China, dan provinsi kaya di Zhejiang timur mengatakan perusahaan di sana tidak diizinkan untuk melanjutkan operasi sebelum 9 Februari.

Pembuat baja dan ekportirnya, yang dianggap sebagai tergantung pada China, adalah di antara yang berkinerja terburuk, masing-masing turun 2,4% dan 1,3 persen.

Di sisi lain, saham terkait pariwisata, yang telah terpukul parah sejak virus mulai mengguncang pasar, namun dengan mantap penutupan subindex transportasi udara Topix hampir tidak berubah.

Operator Tokyo Disney Resort, Oriental Land menambah keuntungan sebesar 0,1% setelah penjualan berat pada hari sebelumnya.

Pembuat topeng Kawamoto Corp memperpanjang reli, naik 23,7% dalam perdagangan yang tidak stabil. Nilai pasar perusahaan telah lebih dari empat kali lipat bulan ini.

Tetapi yang lain melihat keberuntungan mereka terbalik. Pembuat pakaian pelindung Azearth turun 16,3% setelah naik lebih dari 100% dalam enam sesi terakhir hingga hari Senin kemarin.

Nitto Denko, produsen kaset dan film industri, turun 1,6% karena pendapatan kuartalan lebih rendah dari perkiraan membayangi pengumuman pembelian kembali saham perusahaan ini.

Bengo4.com merosot 18,4%, terbesar sejak listing pada Desember 2014, setelah penyedia layanan dukungan hukum online membukukan kerugian kuartalan pertamanya. Rifanfinancindo.


Sumber : Vibiznews

Selasa, 28 Januari 2020

Rupiah Selasa Pagi Melemah ke Rp13.643/USD; Dollar Asia Bertahan di 7 Minggu Tertinggi



Rifan Financindo - Dalam pergerakan pasar uang Selasa pagi ini (28/01), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau terkoreksi kembali, sementara dollar AS di pasar Asia bertahan setelah menguat 3 hari di sesi global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar AS pagi ini melemah 0,28% ke level Rp 13.643 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 13.605.

Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 13.615, kemudian bergerak lemah ke Rp13.645, dan terakhir pagi ini WIB terpantau di posisi Rp 13.643. Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar tampak bertahan datar di pasar uang Asia setelah menanjak 3 hari sebelumnya ke 7 minggu terkuatnya di tengah makin lemahnya yuan dalam ketakutan wabah virus.


Baca Juga :

Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi hari WIB ini agak flat ke level 97,94, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 97,94.

Sementara itu, IHSG Selasa di sesi pertama, terpantau anjlok 0,65% atau -40,277 poin ke level 6.094,326, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya melemah dipimpin bursa Korea dan Singapore dalam kekhawatiran atas wabah coronavirus.

Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat kembali, dengan dollar di pasar Asia agak melandai. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp 13.570 – Rp 13.743. Rifan Financindo.


Sumber : Vibiznews

Senin, 27 Januari 2020

Rupiah Senin Pagi Melemah 0,3% ke Rp13.615/USD; Dollar Asia Ditekan Penguatan Yen



PT Rifan Financindo - Dalam pergerakan pasar uang awal pekan Senin pagi ini (27/01), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau terkoreksi, sementara dollar AS di pasar Asia agak melandai setelah menguat di sesi global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar AS pagi ini melemah 0,31% ke level Rp 13.615 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 13.573.

Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 13.575, kemudian bergerak lemah ke Rp13.620, dan terakhir pagi ini WIB terpantau di posisi Rp 13.615. Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar tampak turun tipis di pasar uang Asia setelah menanjak sebelumnya, kalah oleh penguatan yen sebagai safe haven di tengah ketakutan wabah virus.


Baca Juga :
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi hari WIB ini agak flat ke level 97,83, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 97,85.

Sementara itu, IHSG Senin di sesi pertama, terpantau melemah 0,30% atau -19,086 poin ke level 6.226,593, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya melemah dalam kekhawatiran wabah coronavirus dan sebagian pasar yang masih libur Imlek.

Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat kembali, dengan dollar di pasar Asia agak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp 13.570 – Rp 13.743. PT Rifan Financindo.


Sumber : Vibiznews

Jumat, 24 Januari 2020

Bursa Asia Sebagian Besar Lemah Mewaspadai Virus Corona


Rifanfinancindo - Bursa Saham di Asia sebagian besar turun pada perdagangan Jumat (24/01) terpengaruh jumlah kasus virus corona di China yang terus meningkat.

Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,42% pada awal perdagangan, dengan saham akan ditutup lebih awal pada pukul 12:00 waktu HK / SIN pada hari Jumat.

Indeks Nikkei 225 di Jepang jatuh ke wilayah negatif, turun 0,12%, dengan saham indeks Fast Retailing turun 0,48%. Indeks Topix juga turun 0,19%.

Baca Juga :
Sementara itu, indeks ASX 200 Australia naik sekitar 0,3%.

Pergerakan itu terjadi ketika investor terus mengamati situasi seputar virus corona yang menyebar cepat yang pertama kali didiagnosis kurang dari sebulan yang lalu. Jumlah total kasus virus corona di China naik menjadi 830, media pemerintah China melaporkan pada hari Jumat. Setidaknya ada 14 kasus yang diketahui di luar China daratan, membawa kasus di seluruh dunia ke 844.

Pasar utama di seluruh wilayah seperti China dan Korea Selatan ditutup pada hari Jumat menjelang Tahun Baru Imlek yang dimulai pada hari Sabtu.

Semalam di Wall Street, saham ditutup sedikit berubah karena investor menimbang dampak dari wabah virus corona yang sedang berlangsung. Indeks S&P 500 adalah 0,1% lebih tinggi pada 3.325,54 sementara indeks Nasdaq naik 0,2% ke rekor penutupan tertinggi di 9402,48. Namun indeks Dow Jones Industrial Average, turun 26,18 poin menjadi 29.160,09.

Pergerakan di Amerika Serikat terjadi setelah WHO mengatakan agak terlalu dini untuk menganggap saat ini adalah darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Asia berpotensi lemah terpengaruh wabah virus corona, dimana negara-negara di Asia sedang berjaga untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut. Rifanfinancindo.


Sumber : Vibiznews

Kamis, 23 Januari 2020

Rupiah Kamis Pagi Menguat ke Rp13.624/USD; Perkasa di 23 Bulan Tertingginya



Rifan Financindo - Dalam pergerakan pasar uang Kamis pagi ini (23/01), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau menguat, kembali di posisi 23 bulan tertingginya, sementara dollar AS di pasar Asia agak melandai setelah melemah di sesi global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar AS pagi ini menguat 0,15% ke level Rp 13.624 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 13.645.

Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka menguat ke Rp 13.638, kemudian bergerak kuat ke Rp13.615, dan terakhir pagi ini WIB terpantau di posisi Rp 13.624. Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar tampak mendatar di pasar uang Asia setelah turun meninggalkan sekitar posisi 1 bulan tertingginya di tengah kekhawatiran wabah coronavirus dari China yang menekan yuan dan yen.


Baca Juga :

Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi hari WIB ini flat ke level 97,52, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 97,53.

Sementara itu, IHSG Kamis di sesi pertama, terpantau menguat terbatas 0,05% atau 3,235 poin ke level 6.236,158, sedangkan bursa saham kawasan Asia khususnya bursa kawasan China melemah oleh bertambahnya korban jiwa wabah coronavirus dari China.

Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melemah kembali, dengan dollar di pasar Asia agak datar. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp 13.570 – Rp 13.743. Rifan Financindo.

Sumber : Vibiznews

Rabu, 22 Januari 2020

Rupiah Rabu Pagi Melemah ke Rp13.688/USD; Dollar di Asia Merangkak Naik



PT Rifan Financindo - Dalam pergerakan pasar uang Rabu pagi ini (22/01), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau terkoreksi, sementara dollar AS di pasar Asia naik tipis setelah sedikit terkoreksi di sesi global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar AS pagi ini melemah 0,22% ke level Rp 13.688 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 13.658.

Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 13.665, kemudian bergerak lemah ke Rp13.688, dan terakhir pagi ini WIB terpantau di posisi Rp 13.688. Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar tampak merangkak naik di pasar uang Asia setelah turun tipis dari sekitar posisi 1 bulan tertingginya oleh penguatan yen di tengah kekhawatiran wabah coronavirus dari China.

Baca Juga :

Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi hari WIB ini naik ke level 97,63, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 97,53.

Sementara itu, IHSG Rabu di sesi pertama, terpantau menguat 0,21% atau 12,984 poin ke level 6.251,183, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya melemah dipimpin bursa China oleh merebaknya kekhawatiran wabah coronavirus dari China.

Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat kembali, dengan dollar di pasar Asia agak menaik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp 13.620 – Rp 13.743. PT Rifan Financindo.


Sumber : Vibzinews

Selasa, 21 Januari 2020

Bursa Asia Awal Pekan Cetak Untung Lumayan



Rifanfinancindo - Bursa saham Asia menutup perdagangan awal pekan hari Senin (20/01/2020) dengan keuntungan yang lumayan karena fokus pasar bergeser pada pengumuman laporan pendapatan dan putaran pertemuan kebijakan bank sentral yang dijadwalkan minggu ini.
Bursa saham China menguat karena People’s Bank of China mempertahankan suku bunga pinjaman satu tahun dan lima tahun tidak berubah untuk Januari. Suku bunga terakhir dikurangi pada bulan November, yang merupakan pengurangan pertama sejak suku bunga pinjaman baru diperkenalkan.

Indeks Shanghai Composite naik 20,29 poin atau 0,66 persen menjadi 3.095,79. Saham pariwisata anjlok di tengah kekhawatiran atas wabah koronavirus di negara ini. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,90 persen  berakhir pada 28.795,91.

Perdagangan saham Jepang naik untuk sesi ketiga berturut-turut, dengan sentimen yang mendasari dibantu oleh kemajuan rekor baru di bursa Wall Street dan yen yang lemah terhadap dolar. Indeks Nikkei naik 42,25 poin atau 0,18 persen menjadi 24.083,51 . Investor mengabaikan data resmi yang menunjukkan bahwa produksi industri Jepang turun sedikit lebih dari yang diperkirakan pada bulan November.

Baca Juga :

Produksi industri turun dengan penyesuaian musiman 1,0 persen bulan ke bulan di bulan November. Menurut perkiraan awal, produksi turun 0,9 persen. Pada basis tahunan, produksi industri turun 8,2 persen di November dibandingkan estimasi awal penurunan 8,1 persen.

Bursa saham Seoul naik untuk sesi ketiga berturut-turut yang  mencapai level tertinggi 15-bulan di belakang data positif AS yang dirilis semalam. Indeks  Kospi naik 0,54 persen menjadi 2.262,64, yang merupakan level tertinggi sejak 5 Oktober 2018. Saham perusahaan teknologi memimpin lonjakan, dengan Samsung Electronics kelas berat naik 1,8 persen di tengah harapan bahwa harga chip yang lebih tinggi akan mengarah pada peningkatan pendapatannya.

Pasar saham Australia naik untuk sesi kelima berturut-turut yang mencapai posisi rekor tertinggi baru, dengan saham perusahaan pertambangan dan energi melaju kencang. Indeks ASX 200 naik 15,40 poin, atau 0,22 persen, menjadi 7.079,50. Saham penambang menguat karena harga tembaga melayang di dekat tertinggi delapan bulan, saham BHP naik 1,6 persen sebelum merilis laporan produksi triwulanan. Saingannya Rio Tinto bertambah 0,9 persen setelah memperkirakan pengiriman bijih besi yang lebih tinggi pada tahun 2020 pada hari Jumat.

Keuntungan yang terjadi di bursa saham utama Asia tidak menjalar ke  perdagangan  bursa saham Indonesia (BEI), dimana indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup anjlok cukup signifikan  0,74% dan saham-saham yang menjadi penekan indeks dari sektor mining dan properti. Rifanfinancindo.


Sumber : Vibiznews

Senin, 20 Januari 2020

Arah EUR/USD Minggu Ini: Ketidakpastian Ditengah Harapan Pertumbuhan AS



Rifan Financindo - Pemain pasar enggan membeli “greenback”, namun dolar AS mengakhiri minggu dengan keuntungan terhadap sebagian besar dari rival utamanya. Pasangan matauang EUR/USD mencapai puncaknya di 1.1172, namun sekarang diperdagangkan dekat 1.1090, dengan data Amerika yang bagus membebani lebih daripada minat terhadap resiko.

Event yang paling relevan pada minggu yang lalu adalah upacara penandatanganan fase satu dari kesepakatan perdagangan antara AS dengan Cina. Pasar sedikit kecewa karena di dalamnya tidak dimasukkan dimundurkannya tarif, sesuatu yang dipercaya pasar sebagai hal penting untuk mendorong naik pertumbuhan ekonomi global. Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa di dalam kesepakatan itu Cina akan membelanjakan $75 miliar untuk impor manufaktur, $50 miliar untuk impor energi, $50 miliar untuk impor agrikultur dan $40-50 miliar untuk impor jasa dari Amerika Serikat. Sementara Cina mengklarifikasikan bahwa itu akan banyak tergantung kepada diperolehnya harga yang komptetif. Berarti, sementara kesepakatan ini memberikan semangat, namun kurang dari yang diperkirakan. Pasar saat ini sedang memerlukan kepastian dan ini tidak diperoleh baik di dalam perang dagang maupun di dalam Brexit.


Baca Juga :

Minat terhadap resiko mendorong Wall Street naik dan membuat dolar AS tertahan sampai hari Kamis ketika Amerika Serikat merilis data penjualan ritel bulan Desember. Judul umum muncul sesuai dengan yang diperkirakan pasar namun angka sub-komponen lebih bagus daripada yang diperkirakan, memicu pemulihan dolar AS yang berlangsung sampai hari Jumat. Jelas sekali data ekonomi AS terus menunjukkan bahwa ekonomi AS sedang dalam keadaan yang baik dan lebih bagus daripada rekan perdagangan utama.

Minggu ini akan dimulai dengan liburan di AS sekalipun penuh dengan data yang relevan. Pada hari Selasa, Jerman akan merilis ZEW Survey of Economic Sentiment untuk bulan Januari, yang turun dari puncaknya di bulan Desember. Pada hari Kamis ECB akan mengumumkan keputusannya yang terakhir mengenai kebijakan moneter, sementara AS akan merilis Consumer Confidence.

EUR/USD tidak memberikan tanda-tanda akan pulih dari hilangnya pijakan. Support terdekat menanti di 1.1070 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0980 dan kemudian 1.0900. Sedangkan “resistance” terdekat berada pada 1.1125 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1161 dan kemudian 1.1216. Rifan Financindo.


Sumber : Vibiznews

Jumat, 17 Januari 2020

Preview Forex 17 Januari : Optimisme Data Ekonomi Perkuat Perdagangan Aset Resiko



PT Rifan Financindo - Memulai perdagangan forex hari Jumat (17/01/2020)  dolar AS masih stabil dengan pembukaan pada kisaran penutupan perdagangan sebelumnya, dengan pelemahan pada aset safe haven seperti yen Jepang dan juga harga emas.

Mood perdagangan kini memburu aset resiko atau yang berimbal tinggi oleh sentimen kekuatan data ekonomi AS yang memberikan optimisme terhadap ekonomi global. Selain itu juga dalam risalah pertemuan kebijakan 11-12 Desember Bank Sentral Eropa,  yang mengungkapkan pembuat kebijakan bank sentral agak optimis mengenai prospek ekonomi kawasan euro mendorong euro terhadap sebagian besar mata uang utama di sesi Eropa. Anggota sepakat bahwa data ekonomi dan informasi survei baru-baru ini menunjukkan dinamika pertumbuhan yang lemah, namun stabil.


Baca Juga :
Berikut katalis penggerak pasar  hari ini perlu diperhatikan:
  1. Laporan dari Treasury Amerika, investor luar negeri membeli USD 73,1 miliar aset AS, termasuk instrumen jangka pendek pada November 2019, setelah menjual USD 62 miliar pada bulan sebelumnya. Sementara itu, orang asing menjual 41,5 miliar dolar AS sekuritas jangka panjang, termasuk pemerintah dan perusahaan, setelah menjual 16,8 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya. Investor asing membeli Treasures USD 22,9 miliar pada November setelah membeli USD 31,5 miliar yang direvisi pada bulan sebelumnya.
  2. Juru bicara PM Inggris Johnson membenarkan bahwa masa transisi Brexit tidak akan diperpanjang. Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa Brexit mendesak blok untuk merespons dengan menjadi lebih kompetitif.
  3. Banyak rilis data ekonomi yang penting menambah optimisme kesehatan ekonomi global, seperti laporan PDB China, laporan retail sales Inggris dan laporan kinerja sektor perumahan AS. PT Rifan Financindo.
Sumber : Vibiznews

Kamis, 16 Januari 2020

Preview Forex 16 Januari : Dampak Penandatanganan Kesepakatan Dagang Fase Satu AS-China



Rifanfinancindo - Memulai perdagangan forex hari Kamis (16/01/2020) dolar AS masih belum pulih dari tekanan perdagangan sebelumnya oleh sentimen kesepakatan fase satu AS-China tidak menghapus tarif impor untuk China. Penandatanganan kesepakatan oleh Presiden Trump dan Wakil PM China Liu He beberapa jam lalu memberikan kekhawatiran pada pasar.

Sentimen pasar forex sempat membaik menyusul komentar dari Menteri Keuangan AS Mnuchin, yang mengatakan bahwa Cina telah setuju untuk menyusun undang-undang yang sangat signifikan untuk menindaklanjuti komitmennya dan akan ada kenaikan tarif tambahan pada fase dua dari kesepakatan perdagangan.


Baca Juga :

Selain dolar AS, poundsterling juga alami pukulan  setelah rilis data inflasi Inggris Desember, yang naik pada laju tahunan 1,3%, dibawah dari ekspektasi pasar. Kemudian ditambah oleh pernyataan anggota BOE MPC lain Michael Saunders  yang mendukung penurunan suku bunga.

Berikut katalis penggerak pasar  hari ini perlu diperhatikan:
  1. Dalam kesepakatan fase satu tersebut Presiden Trump  mengumumkan bahwa tarif akan dihapus jika mereka menyetujui kesepakatan fase dua, menambahkan bahwa kesepakatan itu jauh lebih komprehensif daripada hanya pembelian pertanian. China akan membelanjakan $ 75 miliar untuk impor manufaktur, $ 50 miliar untuk impor energi, $ 50 miliar untuk impor pertanian dan $ 40-50 miliar untuk impor layanan dari AS.
  2. Presiden Trump sempat mengeluhkan kinerja Federal Reserve dan memberikan sinyal akan penggantian ketua Fed baru.
  3. Wakil PM China mengapresiasi sikap AS sebagai pilihan yang tepat menghapus China dalam list negara manipulator mata uang. Rifanfinancindo.

Sumber : Liputan 6

Rabu, 15 Januari 2020

Preview Forex 15 Januari : Optimisme Kesepakatan Dagang Fase Satu Diragukan





Rifan Financindo -  Memulai perdagangan forex hari Rabu (15/01/2020) permintaan mata uang safe haven meningkat seiring perkembangan baru persiapan penandatangan perjanjian kesepakatan dagang fase satu AS-China. Terpantau dolar AS melemah terhadap beberapa rival utamanya kecuali terhadap euro dan aussie.

Perdagangan global kembali menjadi gusar, dengan pasar berubah mood untuk hati-hati. Perubahan tersebut terjadi selain kondisi terakhir persiapan kesepakatan fase satu yang cukup menegangkan juga terkait front dagang AS – Eropa serta  tuduhan manipulator mata uang untuk Swiss.


Baca Juga :

Berikut katalis penggerak pasar  hari ini perlu diperhatikan:

  1. Komisaris Perdagangan UE Phil Hogan mengunjungi  Washington untuk menuangkan air dingin pada hubungan perdagangan antara kedua ekonomi setelah Presiden AS Trump mengancam akan membalas pajak Perancis pada perusahaan teknologi AS.
  2. Gedung Putih mengumumkan akan memasukkan Swiss dalam daftar pengawasan manipulator mata uang.
  3. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan  bahwa Amerika Serikat akan tetap menerapkan tarif impor pada barang-barang Tiongkok sampai selesainya tahap kedua dari perjanjian perdagangan AS-Cina. Jika sudah mendapatkan fase 2  dengan cepat, dia akan mempertimbangkan.
  4. Pemakzulan Presiden AS Trump dapat diputuskan secepatnya Selasa depan dan peluang Trump untuk dikeluarkan cukup rendah.
  5. PM Inggris Johnson mengatakan bahwa ia menganggap sangat mungkin Inggris akan mendapatkan kesepakatan perdagangan komprehensif dengan UE pada akhir tahun. Rifan Financindo.

Sumber : Vibiznews

 
Disclaimer: Semua informasi yang tersedia dalam blog ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan informasi yang terbaik, akan tetapi kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blog ini.

PT. Rifan Financindo Berjangka Surabaya
Wisma Bii Lt. 16 Jl. Pemuda 60-70 Surabaya 60271 Telp : 031-5349800(hunting), Fax : 031-5347800