English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Rabu, 30 September 2020

Rekomendasi Harga Emas 30 September 2020: Naik Karena Turunnya USD


Rifan Financindo - Harga emas mengalami kenaikan pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat hari Selasa kemarin. Kenaikan harga emas ini disebabkan karena terkoreksinya indeks dolar AS setelah kenaikan baru-baru ini. Kelihatannya mulai ada permintaan safe-haven yang masuk ke pasar metal.

Emas berjangka kontrak bulan Desember naik $9.70 pada $1,891.90. Sementara emas Antam ditawarkan beli pada Rp 1.014.000,- per gram, naik Rp 8000,-

Pasar saham global bervariasi dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS dibuka sedikit turun dalam perdagangan sesi New York. Minat terhadap resiko sedikit membaik pada awal minggu ini. Namun dengan akan adanya debat pertama di dalam pemilihan presiden AS, pasar sedikit nervous menjelang berlangsungnya debat.

Baca Juga :



Hal yang penting diluar pasar metal adalah turunnya indeks dolar AS karena koreksi normal setelah naik mencapai ketinggian 2 bulan pada minggu lalu. Harga minyak mentah Nymex melemah sedikit dan diperdagangkan di bawah $40.00.

Data yang ditunggu adalah Non Farm Payrolls AS yang akan keluar pada hari Jumat dan diperkirakan akan memberikan penambahan pekerjaan sebanyak 875.000 dan tingkat pengangguran berada pada 8.2%.

“Resistance” terdekat menunggu di $1,900.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,910.00 dan kemudian $1,925.00. “Support” terdekat menunggu di $1,880.80 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,851.00 dan kemudian $1,800.00. Rifan Financindo.


Sumber : Vibiznews

Selasa, 29 September 2020

Rekomendasi Harga Emas 29 September 2020: Naik Sedikit Karena Melemahnya USD


PT Rifan Financindo - Harga emas naik sedikit pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat ditopang oleh koreksi yang terjadi pada indeks dolar AS. Emas berjangka kontrak bulan Desember diperdagangkan naik $8.00 per ons pada $1.874.10. Emas Antam ditawarkan beli Rp 1.006.000,- per gram.

Pasar saham global bervariasi menuju menguat dalam perdagangan semalam. Indek saham AS dibuka naik pada perdagangan sesi New York. Memulai minggu perdagangan yang baru, keengganan terhadap resiko dari para trader dan investor berkurang, namun mereka tahu enam minggu kedepan akan sangat volatile bagi banyak pasar dengan akan diadakannya pemilihan presiden AS pada awal bulan November. Kasus Covid – 19 naik dibanyak negara dan ketegangan antara AS dengan Cina masih tetap tinggi. Semua ini menjadi elemen yang mengkuatirkan ditengah ketidak pastian pasar seperti sekarang.

 

Baca Juga :

Bank sentral Cina pada pertemuan kebijakan moneternya menjaminkan kembali untuk mempertahankan kebijakan moneternya lebih flexible dan bertarget, termasuk memberikan kredit kepada bisnis.

Hal penting diluar pasar metal adalah turunnya indeks dolar AS karena koreksi normal setelah menyentuh ketinggian selama dua bulan pada minggu lalu. Harga minyak mentah Nymex melemah dan diperdagangkan disekitar $40.00.

Diskusi antara partai Demokrat dengan Republikan mengenai paket stimulus fiskal kedua untuk orang-orang Amerika masih berlanjut, meskipun banyak yang meragukan kesepakatan akan bisa dicapai dan diimplementasikan sebelum pemilihan presiden selesai.

Kenaikan selanjutnya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,879.30 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,900.00 dan kemudian $1,910.00. Sementara penurunannya akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,851.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,825.00 dan kemudian $1,800.00. PT Rifan Financindo.


Sumber ; Vibiznews

Senin, 28 September 2020

Rekomendasi Harga Emas 28 September – 2 Oktober 2020: Turun $200, Tren Bullish Belum Berakhir

 

Rifanfinancindo - Harga emas ditutup pada akhir minggu lalu dengan penurunan sebanyak 5%, diperdagangkan dibawah $1,900 per ons.

Harga emas terus mengalami penurunan selama minggu lalu, dan menyentuh kerendahan dua bulan.

Dolar AS adalah katalisator utama di balik penurunan dari harga emas pada minggu lalu. Minggu ini adalah kesempatan untuk membeli pada harga dibawah. Harga emas mendekati ke dasar dan ini adalah kesempatan bagi mereka yang pada gelombang pertama telah ketinggalan kereta.

Baca Juga :

Sentimen yang berlangsung selama minggu lalu adalah Rally dari dolar AS, yang disebabkan karena kekuatiran akan terganggunya pemulihan ekonomi global karena datangnya gelombang kedua virus corona yang melanda Eropa khususnya. Dolar AS naik menyentuh ketinggian selama dua bulan.

Kenaikan dolar AS dan terkikisnya postur grafik tehnikal jangka pendek dari harga emas menyebabkan harga emas turun sampai ke level terendah selama dua bulan di $1,857 dan bahkan tren naik harga emas secara jangka pendek menjadi terancam.

Namun harga emas berhasil naik kembali ke level semula di $1,872 per troy ons, pada perdagangan sesi Amerika Serikat terakhir hari Kamis kemarin, karena permintaan terhadap dolar AS mengalami sedikit penurunan.

Harga emas pada minggu ini telah jatuh dan berpindah ke rentang harga perdagangan yang lebih rendah diantara $1,800 – $1,900 per ons, sebelumnya pada minggu lalu rentang pergerakan harga emas masih diantara $1900 – $2,000.

Meskipun harga emas telah turun sampai $200, tidak berarti tren “bullish” dari emas telah berakhir. Jika kita melihat melampaui volatilitas jangka pendek maka gambaran makro dari emas masih “bullish”. Sepanjang the Fed tetap mepertahankan tingkat suku bunga di nol persen sampai 2023 dan bank-bank sentral di Eropa tetap menyuntikkan lebih banyak lagi likuiditas ke dalam pasar keuangan dan apalagi apabila pilpres di Amerika Serikat berjalan dengan normal, maka harga emas masih akan naik.

Ketidak pastian sekitar pemilihan presiden AS, naiknya kembali kasus coronavirus secara global dan melambatnya pemulihan ekonomi global menggerakkan para investor untuk memburu uang tunai menjelang pemilihan presiden AS yang memicu banyak volatilitas di pasar.  Investor umumnya menjadi bertambah nervous dengan semakin dekatnya waktu pilpres dan potensi yang besar dari gelombang kedua coronavirus yang menyebabkan pasar saham tertekan. Hal ini membuat investor lari mencari uang tunai.

Minggu ini debat pertama di dalam pilpres AS akan menjadi sorotan selain masalah naiknya kasus coronavirus di Eropa dan stimulus fiskal AS. Debat pertama hanya sebanyak 15 menit yang akan mengcover beberapa topik seperti ekonomi, coronavirus, kerusuhan dan Mahkamah Agung. Menurut media liberal yang pro Demokrat, Biden memimpin dalam polling pendapat dengan angka 7%, sementara menurut Rasmussen polling untuk Trump lompat ke 52% setuju dan 46% tidak setuju dengan Trump, yang berarti peningkatan sebanyak 6%. Polling dari Trump terus menanjak dari hari ke sehari, sementara polling dari Biden stagnan.

Naiknya kasus virus corona juga akan menguji sikap dari investor pada minggu ini dengan adanya ketakutan akan terjadinya lockdown baru. Kekuatiran akan gelombang kedua dari virus corona semakin menguasai pasar dengan semakin meningkatnya kasus infeksi terutama di Eropa dengan Jerman melaporkan 2.321 infeksi baru, angka yang tertinggi selama 5 bulan. Tema utama di pasar  saat-saat ini adalah keengganan terhadap resiko ditengah rekor penularan coronavirus yang baru di Eropa. Benua Eropa sedang dalam gelombang kedua dari virus corona dengan restriksi baru diumumkan di Perancis, Spanyol dan Inggris. Pandemi ini terus memukul kemajuan dari ekonomi dengan melemahnya angka-angka makro ekonomi yang menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi akan memakan waktu lebih lama daripada yang semula diperkirakan.

Berita terakhir mengatakan bahwa Kongres AS sedang bekerja untuk suatu bantuan stimulus fiskal dalam rangka membantu memulihkan dampak akibat virus corona, senilai $2.2 triliun yang akan diambil pemungutan suara minggu ini.

Dari data makro ekonomi minggu ini pasar akan mendapatkan angka final dari GDP AS kuartal kedua dan PMI Markits. Selain itu AS juga akan mempublikasikan ISM PMI resmi yang pada bulan September diperkirakan berada pada 56, masih sama dengan angka final bulan Agustus.

Data yang ditunggu pasar adalah Nonfarm Payrolls bulan September yang akan keluar pada hari Jumat. Diperkirakan akan bertambah 875.000 pekerjaan baru yang dianggap sebagai jumlah yang kecil. Sementara tingkat pengangguran diperkirakan hanya turun 0.1% dari 8.4% menjadi 8.3%.  Average hourly earnings diperkirakan naik sebanyak 0.4% MoM.

Saat ini emas telah berada pada teritori “oversold” di $1.861. Jika harga emas tidak berhasil bertahan di “support” kunci di $1,840/50 per ons, harga emas masih akan bisa jatuh lebih dalam ke bawah $1,800 sebelum tren turun berakhir.

Emas telah mengalami aksi jual yang berhasil menembus “support” kunci di $1,950 per ons dan turun mengetes “support” di sekitar $1,840/50 per ons. Jika harga emas masih bisa turun menembus level ini, maka harga emas masih bisa turun sampai sekitar $1,760 per ons, kerendahan yang terjadi pada bulan Juli.

Kelihatannya ada “support” yang kuat di $1,850, namun jika rintangan di level ini berhasil ditembus, maka akan turun ke level “support” yang berikutnya di $1,820 dan kemudian level psikologis di $1,800, sebelum mencapai $1,760. Sebaliknya kenaikan harga emas akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,875 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,887 dan kemudian level psikologis $1,900. Rifanfinancindo.


Sumber : Vibiznews

Jumat, 25 September 2020

Harga Emas Sentuh Level Terendah Selama 2 Bulan

20151109-Ilustrasi-Logam-Mulia 

 

Rifan Financindo - Harga emas jatuh ke level terendah dalam lebih dari dua bulan pada hari Kamis karena dolar safe-haven melanjutkan kenaikannya di tengah kekhawatiran seputar pemulihan ekonomi. Sementara memudarnya harapan untuk lebih banyak stimulus fiskal juga membebani logam mulia.

Dikutip dari laman CNBC, Jumat (25/9/2020), harga emas di pasar spot turun 0,1 persen menjadi USD 1,862.41 per ounce. Sebelumnya pada hari itu, harga emas mencapai level terendah sejak 22 Juli di USD 1.847.57. Emas berjangka AS turun 0,3 persen menjadi USD 1.862.

"Salah satu faktor yang mendorong harga emas dan saham turun adalah asumsi luas di pasar keuangan bahwa Kongres AS tidak akan memberikan stimulus ekonomi lebih lanjut setidaknya untuk beberapa bulan ke depan," kata Jeffrey Christian, mitra pengelola CPM Group.

Baca Juga :

"Jadi, konfirmasi bahwa keadaan menjadi lebih buruk secara ekonomi, seperti yang Anda lihat pada angka pengangguran, telah mendorong emas turun," tambahnya.

Data menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran meningkat secara tak terduga minggu lalu.

Harga emas telah turun lebih dari 10 persen sejak mencapai rekor tertinggi pada bulan Agustus karena ekspektasi stimulus lebih lanjut berkurang dengan Kongres AS yang menemui jalan buntu.

Emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, penurunan nilai mata uang dan ketidakpastian ekonomi.

“Harga emas diposisikan sangat lama dengan sangat agresif. Karena volatilitas bergerak lebih tinggi, suku bunga riil naik seiring dengan dolar, dan orang-orang mengambil untung,” kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.

Dolar naik ke level tertinggi dua bulan karena kekhawatiran mengenai pemulihan ekonomi global meningkat menyusul gelombang kedua infeksi virus corona di Eropa.

Harga Emas Diprediksi Makin Merosot, Ternyata Ini Penyebabnya
Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun Rp 2.000 pada perdagangan hari ini, Rabu (23/9) menjadi Rp 1.007.000 per gram dari posisi kemarin di Rp 1.009.000 per gram. Harga emas terus menurun sejak Rabu (16/9) turun Rp 7.000 ke posisi Rp 1.030.000 per gram.

Dikutip laman logammulia.com, emas dijual mulai ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram. Sementara itu, harga jual kembali emas Antam atau buyback turun Rp 3.000 ke posisi Rp 904.000 per gram.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi harga emas terus mengalami penurunan setelah sempat mencapai level tertinggi, baik di tingkat global maupun nasional. Penurunan Ini didorong optimisme pasar terhadap kemajuan pengembangan vaksin anti Corona.

"Salah satu penyebab utama anjloknya harga emas atau logam mulia ini, karena masalah kemajuan vaksin sudah ditemukan di berbagai negara termasuk Indonesia," jelas dia saat dihubungi Merdeka.com, Rabu (23/9).

Ibrahim mengatakan semakin dekatnya kehadiran vaksin anti Corona di ruang lingkup masyarakat global akan menciptakan suatu kepastian dalam berinvestasi. Sehingga wajar jika pelaku pasar mulai beralih ke instrumen investasi lainnya, seperti saham dan obligasi.

"Artinya kan, sektor investasi logam mulia mulai berkurang peminatnya. Dengan adanya vaksin orang akan lebih ke arah saham dan obligasi lagi," ujar dia.

Selain itu, anjloknya harga emas dunia juga dipengaruhi oleh penguatan indeks dollar. "Hal ini dipengaruhi optimisme Federal Reserve Amerika Serikat (AS) atas kebijakannya menurunkan suku bunga hingga 2023 ketika pasar tenaga kerja mencapai lapangan kerja maksimum dan inflasi berada di jalur untuk melebihi target inflasi 2 persen," imbuh dia.

Oleh karena itu, harga emas diproyeksi bakal mengalami tren penurunan kedepannya. Seperti bulan September ini emas berpeluang turun ke angka USD 1.919 per ounce, kemudian merosot ke USD 1.860 hingga USD 1.794 di kuartal IV.

"Peluang harga emas internasional terjun bebas ke USD 1.919, USD 1.860 dan USD 1.794 sangat besar sekali. Angka tersebut sesuai dengan data teknikal (W1) di metatrader," terangnya.

Sehingga, tutup Ibrahim, saat ini bukan waktu yang tepat bagi masyarakat untuk berinvestasi logam mulia.

"Karena ada harapan akan di bawah Rp 1 juta (per gram). Jadi, jangan sampai menyimpan emas terlalu lama baiknya," tukasnya Ibrahim. Rifan Financindo.


Sumber : Liputan 6

Kamis, 24 September 2020

Rekomendasi Harga Emas 24 September 2020: Tren Naik Jangka Pendek Terancam Berhenti

 

PT Rifan Financindo Harga emas turun lagi pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat. Emas menyentuh kerendahan selama 6 minggu dan  berada dalam bahaya serius akan berakhirnya tren naik jangka pendek. Rally dari indeks dolar AS belakangan ini dan “rebound”nya pasar saham global pada pertengahan minggu adalah elemen “bearish” bagi pasar metal berharga.

Emas berjangka kontrak bulan Desember terakhir turun $33.40 pada $1,865.90 per ons. Sementara emas Antam ditawarkan beli pada harga Rp 1.007.000,- per gram, turun Rp 2000,-

Tren naik harga emas mendapatkan perlawanan pada minggu ini. Pasar emas diserbu aksi jual bersamaan dengan turunnya pasar saham global pada hari Senin, namun emas tetap mengalami tekanan jual pada pertengahan minggu pada saat indeks saham dunia sudah bangkit kembali. Kelihatannya metal safe-haven memerlukan fundamental baru yang bisa memicu harga emas untuk lompat naik kembali. Dan hal ini bisa saja terjadi lebih cepat daripada yang diperkirakan.

Baca Juga :


Pasar saham global kebanyakan menguat dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS dibuka naik dalam perdagangan sesi New York. Pada pertengahan minggu keengganan terhadap resiko dipasar berkurang dibandingkan dengan pada hari Senin.

Kongres AS pada hari Selasa meloloskan undang-undang pendanaan jangka pendek yang akan membuat pemerintah federal berjalan sampai awal Desember. Namun kelihatannya paket stimulus fiskal yang kedua tidak akan berhasil lolos sebelum pemilihan Presiden pada bulan November.

Di Inggris, Poundsterling tertekan karena meningkatnya ketakutan pasar akan lockdown kedua di Inggris dengan PM Boris Johnson mengumumkan peraturan baru untuk mengekang kenaikan kasus coronavirus dan memperingati akan mengambil langkah restriksi yang lebih besar apabila tidak ada kemajuan dalam situasi pandemik.

Di Eropa, PMI komposit untuk bulan September muncul di 53.7 dibandingkan dengan 51.7 pada bulan Agustus  dan lebih tinggi daripada yang diperkirakan di 51.5. Pertumbuhan di dalam sektor manufaktur yang lebih bagus ini dipimpin oleh Jerman namun dampaknya terhapus oleh penurunan di sektor jasa karena restriksi Covid – 19.

IHS Markit sementara PMI manufaktur AS untuk bulan September naik ke 53.5 dari bulan Agustus di 53.1 selain itu lebih tinggi daripada yang diperkirakan di 52.5. Sentimen di sektor manufaktur ini berada pada level tertingginya selama 20 tahun. Sementara PMI jasa hanya turun sedikit di 54.6 dari sebelumnya di 55. Angka data ekonomi AS yang keluar ini membebani harga emas lebih dalam lagi.

Penurunan lebih lanjut akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,876.10 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,874.20 dan kemudian $1858.21 Sedangkan kenaikannya kembali akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,900.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,909.00 dan kemudian $1,927.20. PT Rifan Financindo.


Sumber : Vibiznews

Rabu, 23 September 2020

Rekomendasi Harga Emas 23 September 2020: Berjuang Untuk Stabil

 

Rifanfinancindo - Harga emas turun sedikit pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat. Kenaikan harga emas perlu mengalami kestabilan harga agar bisa terhindar dari kerusakan grafik tehnikal, setelah penurunan tajam pada hari Senin. Emas berjangka kontrak bulan Oktober turun $2.10 pada $1,900.00 per ons. Sementara emas Antam ditawarkan beli pada Rp 1.009.000,- per gram, turun Rp 15.000,-.

Penurunan harga komoditi mentah yang tajam pada hari Senin dimotori oleh penurunan di dalam harga emas yang menggoyahkan kenaikan komoditi. Apabila, setelah kejatuhan pada hari Senin,  pasar komoditi mentah bisa menunjukkan kestabilan harga pada sisa minggu ini, maka tren naik komoditi secara jangka pendek masih tetap berlangsung, tidak ada kerusakan secara grafik tehnikal. Namun, jika harga komoditi turun lagi secara solid pada minggu ini, hal ini bisa mengakhiri tren naik di pasar komoditi secara jangka pendek. Dengan demikian, pergerakan harga pada sisa minggu ini akan sangat penting bagi pasar komoditi mentah termasuk komoditi metal berharga.

Baca Juga :

Pasar saham global bervariasi dengan saham-saham Asia kebanyakan turun dan saham-saham Eropa bervariasi mengarah naik. Indeks saham AS dibuka mengarah bervariasi. Keengganan terhadap resiko meningkat memasuki minggu yang baru dengan naiknya kasus coronavirus di Eropa dan di sebagian Amerika Serikat yang memicu kekuatiran akan terjadi lockdown kembali.

Penurunan harga emas akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,890.70 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,875.00 dan kemudian $1,865.00. Sementara kenaikan kembali harga emas akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,916.80 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,930.00 dan kemudian $1,954.10. Rifanfinancindo.

Sumber : Vibiznews

Senin, 21 September 2020

Harga Emas Diprediksi Masih Bergejolak Dampak Covid-19 dan Pemilu AS

Harga Emas

Rifan Financindo - Harga emas baru-baru ini sangat bergantung pada pasar saham. Dengan keadaan seperti itu, analis dengan hati-hati mengamati potensi pergerakan uang tunai jika ada aksi jual di pasar utama.

Harga emas terus diperdagangkan di tengah kisaran USD 1.900- USD 2.000 per ons. Pada Jumat (18/9/2020) pekan lalu, emas berjangka Comex Desember diperdagangkan pada USD 1.958, naik 0,46 persen pada hari itu.

"Salah satu katalis utama dari pasar logam sampai kita mendekati pemilihan adalah pasar ekuitas," kata direktur perdagangan global Kitco Metals Peter Hug seperti dikutip dari laman Kitco, Senin (21/9/2020).

Baca Juga :

Valuasi di ruang ekuitas sangat memprihatinkan mengingat perekonomian masih dalam tahap awal pemulihan. “Jika pasar ekuitas terpukul dan menjual, itu akan menjadi negatif bagi kompleks industri - palladium, platinum, perak, dan akan menyeret emas turun bersamanya," jelas Hug.

"Selama harga emas bisa bertahan di USD 1.925, saya yakin logam akan naik ke pemilihan dengan peringatan bahwa pasar ekuitas tidak mengambil lebih dari 5 persen hit," imbuh dia.

Kepala strategi global TD Securities, Bart Melek memperkirakan emas akan naik pada pekan ini dengan kisaran harga di USD 1.960 per ounce pada sisi atas dan USD 1.933-1935 pada sisi bawah.

Sebagai catatan, saat pasar mulai mendekati pemilu AS pada November mendatang, volatilitas di pasar saham dan juga ruang logam mulia akan meningkat. Pedagang mungkin takut akan ketidakpastian dan menunggu sampai hasil pemilihan jelas.

"Kami semakin terpuruk dalam musim politik di AS yang semakin jelas. Kami mendapatkan komentar yang sangat agresif dari Presiden, Demokrat, kami melihat retorika agresif tentang China dan kebijakan pajak. Itu akan menciptakan semacam jumlah yang signifikan volatilitas. Pasar mungkin khawatir tentang pernyataan tertentu," kata Melek.

"Ketidakpastian politik cenderung menguntungkan emas. Tetapi jika kita mengalami krisis likuiditas penuh, itu tidak akan baik untuk apa pun. Orang akan kembali ke uang tunai," sambung Melek.

Di sisi lain, Analis di bidang emas juga mengamati meningkatnya kasus covid-19 yang mengkhawatirkan di Eropa, dapat berdampak signifikan pada pemulihan ekonomi dan pasar saham. Namun, sebagian besar belum yakin bahwa kenaikan kasus akan menyebabkan penutupan yang signifikan seperti di bulan Maret lalu.

"Kami menduga bahwa penurunan ekuitas global selama beberapa hari terakhir akan berumur pendek kecuali kenaikan kasus baru mulai membebani ekonomi lagi," kata ekonom Capital Economics, Jessica Hinds. Rifan Financindo.


Sumber : liputan 6

Rekomendasi Harga Emas 21 – 25 September 2020: Masih Berpeluang Naik


 

PT Rifan Financindo - Pergerakan harga emas belakangan ini sangat tergantung kepada pasar saham dan para analis dengan hati-hati mengawasi potensi pergerakan ke uang tunai apabila ada aksi jual di pasar yang utama.

Harga emas telah terus diperdagangkan diantara $1,900 – $2,000 per ons, berkonsolidasi mencari kesempatan naik pada pergerakan berikutnya. Pada saat ini, emas berjangka kontrak bulan Desember di Comex diperdagangkan di $1,950.80, naik sekitar 0.46% sehari.

Salah satu katalisator utama pasar metal saat ini adalah pasar saham sampai kepada pemilihan presiden. Valuasi saham adalah mengenai pertimbangan bahwa ekonomi masih dalam tahap awal dari pemulihan. Minggu ini emas masih bisa naik dengan pertimbangan pasar saham akan naik, paling tidak bertahan. Jika ternyata pasar saham terpukul dan terjadi aksi jual, maka hal ini akan negatip bagi pasar metal dan akan menyeret harga emas turun. Jika pasar saham terpukul hebat, orang akan bisa lari ke uang tunai menjelang pilpres di AS.

Baca Juga :

Hal kritikal lainnya sebelum pilpres adalah paket stimulus fiskal dari pemerintah. Tanpa paket stimulus fiskal dari pemerintah, pasar akan menjadi gelisah dalam melakukan valuasi saham. Powell sedikit lemah dalam memaksa pemerintah untuk menambah lebih banyak stimulus ke dalam ekonomi, sehingga kelihatannya bisa tidak terjadi sebelum pilpres berlangsung. Namun jika paket stimulus keluar, hal ini positip bagi pasar saham dan metal, harga akan naik.

Dengan mendekatnya pemilihan presiden pada tanggal 3 November, volatilitas pasar saham dan metal akan mengalami kenaikan. Para trader atau investor mungkin akan takut dengan ketidakpastian apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang dan mengambil uang tunainya sambil menunggu hasil dari pilpres menjadi jelas.

Ketidakpastian politik cenderung menguntungkan bagi emas, namun apabila diikuti dengan kerusuhan dan kekacauan likuiditas, hal ini tidak akan baik buat apapun. Orang akan lari ke uang tunai.

Sepanjang harga emas bisa bertahan di $1,925, emas kemungkinan akan bisa naik sampai ke waktu pilpres berlangsung dengan syarat pasar saham tidak terpukul lebih dari 5%.

Para analis di pasar emas juga memperhatikan kenaikan kasus virus corona di Eropa yang sudah memberikan tanda bahaya, yang bisa memberikan dampak yang signifikan terhadap pemulihan ekonomi dan pasar saham. Namun kebanyakan orang tidak yakin bahwa kenaikan kasus ini akan membawa kepada penutupan yang signifikan seperti sebelumnya di bulan Maret. Meskipun demikian segalas sesuatu mungkin saja berubah dengan cepat.

Dari data makro ekonomi, trader menunggu angka order “durable goods” untuk bulan Agustus, apakah tidak turunnya bantuan pemerintah membebani investasi? Klaim pengangguran juga diperhatikan pasar apalagi keluarnya pada minggu dimana survey NFP berlangsung. Angka yang positip akan menaikkan USD dan menurunkan harga emas.

Selama dua minggu ini pasar emas telah memasuki fase konsolidasi, yang menunjukkan emas sedang bersiap naik lebih tinggi. Sepanjang stimulus global masih bekerja, sulit untuk melihat harga emas turun jauh dalam jangka waktu yang lama.

Jika pasar saham bagus pada minggu ini, dan harga emas bisa melewati “resistance” di $1,960, harga emas bisa naik ke $1,975 per ons dan bisa ditembus naik lebih tinggi lagi ke $2,000. Namun jika terjadi aksi jual saham, emas akan harus bertahan di “support” $1,925, yang apabila bisa dilewati akan lanjut turun ke $1,900 dan bahkan bisa sampai ke $1,875. PT Rifan Financindo.

Sumber : Vibiznews

Jumat, 18 September 2020

Rekomendasi Harga Emas 18 September 2020: Turun Meskipun Saham Jatuh

 

 

Rifanfinancindo - Harga emas mengalami tekanan jual pada hari Kamis meskipun minat terhadap resiko dari para trader/investor berkurang dan pasar saham global melemah. Meskipun demikian kondisi ini mengundang para pembeli emas untuk membeli dari bawah.

Emas berjangka kontrak bulan Oktober turun $15.40 pada $1,946.60 per ons. Sementara emas Antam ditawarkan beli pada Rp 1.030.000 per gram, tidak berubah.

Pasar saham global kebanyakan turun dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah turun pada saat pembukaan sesi New York dimulai. Para trader dan investor kurang bergairah pada akhir minggu setelah keluarnya peringatan dari Federal Reserve bahwa ketidak pastian ekonomi AS tinggi. FOMC memutuskan tidak merubah tingkat suku bunga dan the Fed memberikan signal hal ini akan berlangsung sampai paling tidak tiga tahun lamanya. The Fed juga mengulangi target inflasi diatas 2%.

Baca Juga :

Bank of Japan juga memutuskan tidak mengubah kebijakan moneternya di dalam pertemuan pada hari Kamis. Sementara Bank of England juga tetap mempertahankan tingkat bunga yang ada sekarang pada 0.10% dan juga Asset Purchase Facility senilai £745 miliar. Di dalam pernyataannya BOE mengulangi resiko pengangguran yang lebih lama dan mengakui outlook pertumbuhan yang tidak pasti. Selain itu juga dikatakan BOE mendiskusikan efektifitas tingkat bunga yang negatif.

Penurunan lebih lanjut akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,935.60 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,925.00 dan kemudian $1,900.00. Sedangkan “resistance” terdekat menunggu di $1,960.50 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,975.40 dan kemudian $1,992.50. Rifanfinancindo.


Sumber : Vibiznews

Kamis, 17 September 2020

Rekomendasi Harga Emas 17 September 2020: Naik Menjelang FOMC the Fed


Rifan Financindo - Harga emas naik sedikit pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat. Hal kunci diluar pasar metal berharga adalah turunnya indeks dolar AS dan naiknya harga minyak mentah. Minyak mentah mengalami “rebound” dari penurunan baru-baru ini, yang membuat pergerakan naik komoditi mentah termasuk metal berharga. Keyakinan akan pasar yang lebih baik bisa membantu terjadinya kenaikan harga yang berkelanjutan.

Emas berjangka bulan Oktober naik $6.50 pada $1,964.50 per ons. Sementara emas Antam ditawarkan beli pada Rp 1.030.000,- per gram, turun Rp 7000,-

Pasar saham global kebanyakan naik dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS dibuka naik pada perdagangan sesi New York. Minat terhadap resiko dari para trader dan investor tetap tinggi pada pertengahan minggu dengan pasar saham global umumnya mengalami “rebound” dari tekanan jual yang dimulai pada bulan September. Kenaikan pasar emas ditengah sikap pasar yang optimis menunjukkan ketangguhan metal safe-haven ini.

Baca Juga :

Fokus pasar pada saat ini ada pada pertemuan FOMC Federal Reserve AS yang akan berakhir pada hari Kamis dinihari. Bank sentral AS ini diperkirakan tidak mengubah tingkat suku bunganya dan juga tidak mengubah skema pembelian obligasinya, namun kemungkinan akan memproyeksikan kenaikan “employment” dan pertumbuhan yang bertahap untuk kembali ke level sebelum pandemik.

Jika Gubernur Federal Reserve Jerome Powell memberikan gambaran yang mengkuatirkan mengenai pertumbuhan namun menahan diri untuk memberikan signal mengenai stimulus yang baru, saham kemungkinan bisa turun dan dolar AS naik sehingga menekan harga emas.

Penjualan ritel AS muncul di 0.6%  meleset dari yang diperkirakan 1.1% dan lebih kecil dari angka sebelumnya 0.9%.

Kenaikan harga emas akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,973.80 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,992.50 dan kemudian $2,000.00. Sedangkan penurunannya akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,949.10 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,937.00 dan kemudian $1,900.00. Rifan Financindo.


Sumber : Vibiznews

Rabu, 16 September 2020

Rekomendasi Harga Emas 16 September 2020: Turun Karena Koreksi Atas Kenaikan sebelumnya


PT Rifan Financindo - Harga emas turun sedikit pada pertengahan perdagangan sesi AS hari Selasa karena aksi ambil untung yang rutin dari para trader jangka pendek dan koreksi turun dari keuntungan sebelumnya. Sedikit “rebound” dari dolar AS dari penurunan sebelumnya, memberikan semacam tekanan atas metal berharga kemarin. Selain itu membaiknya minat terhadap resiko di pasar juga merupakan faktor yang negatip bagi pasar emas yang safe-haven.

Emas berjangka kontrak bulan Oktober terakhir turun $2.60 per ons pada $1,952.10. Sedangkan emas Antam ditawarkan beli pada Rp 1.037.000,- per gram, naik Rp 6000.-

Pasar saham global kebanyakan naik dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS naik lebiih tinggi pada pertengahan hari perdagangan. Minat terhadap resiko dari para trader dan investor meningkat pada awal minggu ini dengan banyak pasar saham yang telah mengalami “rebound” dari tekanan jual yang kuat belakangan ini memulai bulan September. Harapan akan vaksin Covid dan merger saham baru-baru ini juga mendorong sikap investor untuk optimis.

Baca Juga :

Data ekonomi Cina yang dilaporkan lebih baik daripada yang diperkirakan untuk “output industrial” dan penjualan ritel bulan Agustus. Setelah kembali berbelanja namun dengan keragu-raguan, sekarang para pembelanja kembali dengan penuh, dimana konsumsi bulan lalu melampaui dari data tahun lalu.

Pertemuan para bank sentral utama dunia menjadi sorotan pada minggu ini. Federal Reserve, Bank of England dan Bank of Japan akan mengadakan pertemuan kebijakannya pada minggu ini.

Turunnya infeksi dan kematian di Amerika Serikat kemungkinan akan membuat tidak adanya perubahan keputusan dalam pertemuan Federal Reserve pada minggu ini. Sebelumnya the Fed mengumumkan pergerakan kebijakan menjadi “dovish” secara jangka panjang yang memprioritaskan employment yang penuh dengan resiko naiknya inflasi. Federal Reserve AS juga akan memberikan proyeksi ekonomi yang baru. Proyeksi yang berhati-hati tanpa tanda-tanda menambah stimulus bisa mengecewakan para investor.

Penurunan harga emas selanjutnya akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,937.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,925.00 dan kemudian $1,900.00. Sedangkan kenaikannya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,973.80 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,992.50 dan kemudian $1,997.97. PT Rifan Financindo.


Sumber : Vibiznews

Selasa, 15 September 2020

Rekomendasi Harga Emas 15 September 2020: Potensi Pergerakan Lebih Besar Sedang Datang


Rifanfinancindo - Harga emas naik sedikit pada awal perdagangan sesi AS pada hari Senin kemarin. Kenaikan harga metal tetap berlangsung meskipun minat terhadap resiko meningkat di pasar memulai minggu yang baru.Terlebih penting lagi, pergerakan yang “sideways” dan “choppy” belakangan ini telah menghasilkan pola tehnikal yang “bullish” pada grafik harian, yang menunjukkan pasar sedang menyimpan energi untuk pergerakan harga yang lebih besar dalam jangka pendek dengan kecenderungan naik.

Emas berjangka kontrak bulan Oktober naik $3.70 pada $1,943.20 per ons. Sementara emas Antam ditawarkan beli pada Rp 1.031.000,- per gram.

Baca Juga :

Pasar saham global kebanyakan naik dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah naik secara solid pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Sentimen para trader dan investor meningkat memulai minggu perdagangan yang baru. Investor bergembira dengan kembalinya uji coba fase yang ketiga oleh AstraZeneca dan University of Oxford. Sementara rival mereka Pfizer juga mendapatkan daya tarik setelah perusahaan farmasi raksasa AS ini mengatakan berharap akan menyediakan imunisasi pada akhir tahun ini.

Pertemuan bank sentral utama dunia menjadi pusat perhatian pada minggu ini. Federal Reserve, BoE dan BoJ semua mengadakan pertemuan kebijakan moneter pada minggu ini. Setelah mengumumkan perpindahan kebijakan ke “dovish” secara jangka panjang the Fed diperkirakan tidak akan melakukan hal yang baru. Sementara BoE juga sedang menunggu pergerakan pemerintah berikutnya sebelum bertindak lebih lanjut. Prediksi ekonomi dari kedua bank sentral ini diperkirakan akan menyatakan optimisme.

Kenaikan harga emas akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,966.60 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,972.40 dan kemudian $1,992.50. Penurunan harga emas akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,936.20 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,925.00 dan kemudian $1,900.00. Rifanfinancindo.

Sumber : Vibiznews

 
Disclaimer: Semua informasi yang tersedia dalam blog ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan informasi yang terbaik, akan tetapi kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blog ini.

PT. Rifan Financindo Berjangka Surabaya
Wisma Bii Lt. 16 Jl. Pemuda 60-70 Surabaya 60271 Telp : 031-5349800(hunting), Fax : 031-5347800