English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Selasa, 31 Juli 2018

Saham Twitter dan Intel Bebani Wall Street


Rifan Financindo - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah menjelang akhir pekan didorong saham Intel dan Twitter. Kinerja tak sesuai harapan menekan saham Twitter.

Pelemahan wall street juga terjadi di tengah ekonomi AS tumbuh kuat pada kuartal II 2018. Tercatat ekonomi AS tumbuh 4,1 persen.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat (Sabtu pagi WIB), indeks saham Nasdaq susut 1,46 persen ke posisi 7.737,42, dan catatkan penurunan terbesar sejak 27 Juni.

Baca juga :


Indeks saham S&P 500 melemah 0,7 persen ke posisi 2.828,82. Dengan sektor saham teknologi susut dua persen menekan laju indeks saham acuan S&P 500. Sementara itu, indeks saham Dow Jones merosot 76,01 poin ke posisi 25.451,06.

Sektor saham teknologi melemah dalam dua hari ini. Pada Kamis, sektor saham teknologi susut lebih dari 1,5 persen didorong saham Facebook catatkan penurunan terbesar.

Kemudian pada Jumat, saham Intel dan Twitter alami pelemahan usai merilis kinerja kuartalan terbaru. Penurunan terjadi usai Departemen Perdagangan mengumumkan ekonomi AS tumbuh dalam tingkat cepat sejak kuartal III 2014.

"Ketika perusahaan-perusahaan berkembang terutama perusahaan teknologi dihargai dengan sempurna. Harga untuk tidak ketidaksempurnaan cukup tinggi. Sementara itu, apresiasi untuk kalahkan penghasilan adalah jauh lebih rendah dari biasanya. Ini adalah konsekuensi ketika pasar menguat," ujar Michael Arone, Chief Investment Strategist State Street Global Advisors, seperti dikutip dari laman CNBC, Sabtu (28/7/2018).

Saham Intel turun lebih dari 8,5 persen usai umumkan penundaan chiep generasi selanjutnya. Namun, perseroan melaporkan laba lebih baik dari harapan. Sedangkan saham Twitter susut lebih dari 20 persen usai menyatakan jumlah pengguna aktif bulanan turun.

Saham Facebook dan Apple ikuti Twitter dan Intel. Saham Facebook turun 0,8 persen dan Apple melemah 1,7 persen. Sedangkan saham Netflix dan Alphabet melemah lebih dari dua persen di wall street. Rifan Financindo.


Sumber : Liputan 6

Senin, 30 Juli 2018

Nikkei 224 Dan Kospi Turun, Pasar Asia Tunggu BOJ



PT Rifan Financindo - Saham Asia turun pada Senin pagi, karena pasar mengambil isyarat dari penurunan di sesi terakhir Wall Street, dengan fokus minggu ini beralih ke Bank of Japan dan Bank of England.

Nikkei 225 turun 0,69 persen, dengan penurunan dalam utilitas, energi dan farmasi yang membebani indeks keseluruhan di pagi hari.Demikian juga dengan indeks saham-saham unggulan Topix diperdagangkan lebih rendah sebesar 0,47 persen.

Di tempat lain, Kospi turun 0,48 persen di tengah kerugian dalam saham-saham teknologi seperti Samsung Electronics yang kehilangan 0,75 persen dan SK Hynix turun 1,03 persen.


Baca juga :
Indeks S & P / ASX 200 melemah 0,58 persen dimana saham-saham telekomunikasi diperdagangkan di wilayah negatif. Kerugian di pagi hari ini dipimpin oleh penurunan saham konsumen subindex diskresioner, bank-bank yang termasuk “Big Four” diperdagangkan lebih rendah.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun tipis sebesar 0,3 persen, atau 76,01 poin menjadi 25,451.06, S & P 500 selesai sesi rendah sebesar 0,66 persen pada 2,818.82 dan Nasdaq Composite turun 1,46 persen menjadi 7,737.42.

Dalam valuta asing, mata uang AS mulai bergerak stabil setelah turun pada hari Jumat, dengan indeks dolar, yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang, diperdagangkan terakhir di 94.662.

Terhadap yen, dolar stabil di 110,93 pada 08:05 HK / SIN menjelang Bank of Jepang pernyataan kebijakan moneter pada Selasa. Bank sentral dimulai pertemuan kebijakan pada hari Senin.

Komite Pasar Terbuka Federal Federal Reserve akan memulai pertemuan dua hari pada hari Selasa, dengan bank sentral diperkirakan akan mengumumkan keputusannya pada hari Rabu.

Di sisi komoditas, minyak mentah Brent berjangka sebagian besar menguat pada $ 74,31 per barel dan minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 0,38 persen diperdagangkan pada $ 68,95. PT Rifan Financindo.


Sumber : Vibiznews

Jumat, 27 Juli 2018

Bursa Asia Akhir Pekan Bergerak Mixed; Indeks Nikkei dan ASX 200 Positif


Rifanfinancindo - Bursa Saham Asia bergerak mixed pada Jumat siang (27/07) mengikuti hasil campuran juga dari bursa Wall Street.

Indeks Nikkei 225 naik lebih tinggi 0,34 persen. Kemajuan indeks terbats karena sektor broker sekuritas turun 2,74 persen, dengan Nomura jatuh 5,92 persen setelah melaporkan laba bersih pada kuartal yang berakhir pada Juni turun menjadi 5,2 miliar yen ($ 46,8 juta), dibandingkan dengan 56,9 miliar yen pada tahun lalu.

Indeks Kospi Korea Selatan bergerak naik 0,11 persen pada 2291.61.

Di Australia, indeks ASX 200 mencatat keuntungan yang meyakinkan 0,72 persen, dengan indeks dipimpin lebih tinggi oleh subindex teknologi informasi.

Baca juga :
  
Pasar di China diperdagangkan lebih rendah, dengan indeks Shanghai turun tipis 0,06 persen.

Di Hong Kong, Indeks Hang Seng mereda 0,04 persen pada 28769.49, dengan penurunan yang disebabkan oleh penurunan sektor material.

Bursa Saham AS bervariasi semalam, dengan teknologi tertekan setelah Facebook melaporkan pendapatan kuartal kedua yang meleset dari perkiraan setelah pasar tutup pada Kamis dinihari tadi. Saham raksasa media sosial turun 18,96 persen, menderita hari terburuk mereka, di belakang hasil tersebut.

Penurunan teknologi membuat indeks Nasdaq mencatat hari terburuknya sekitar sebulan, jatuh 1,01 persen menjadi 7.852,19, meskipun indeks AS lainnya lebih stabil.

Di sisi perdagangan, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan kepada CNBC pada hari Kamis bahwa AS membuat kemajuan pada Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) dan berharap untuk mendapatkan kesepakatan dalam waktu dekat.

Dalam penggerak individu, saham BHP naik 2,13 persen di Australia setelah perusahaan mengumumkan akan menjual aset AS-nya sebesar $ 10,8 miliar. BHP mengatakan pihaknya mengharapkan biaya sekitar $ 2,8 miliar pasca pajak di tahun keuangan 2018.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Asia akan bergerak mixed mengikuti bursa Wall Street. Disamping itu dengan belum adanya data penggerak, membuat indeks berpotensi bergerak mixed mengikuti sentimen masing-masing. Rifanfinancindo.


Sumber : Vibiznews

Kamis, 26 Juli 2018

Euro Turun Saat Rencana Trump Mengenakan 25% Tarif Diungkapkan



Rifan Financindo - Euro hanya sedikit berubah turun pada kerendahan harian disekitar 1.1670 atas rencana Trump mengenakan 25% tarif impor mobil dibukakan selagi bertemu dengan pejabat top Uni Eropa Jean Claude Juncker

Para pemain pasar menahan nafas pada hari Rabu kemarin menunggu hasil dari pertemuan antara Presiden AS Trump dan Uni Eropa Juncker. Kedua pemimpin ini bersiap untuk membicarakan perdagangan dan tarif, khususnya pada industri otomotif. Menjelang pertemuan, Pasangan matauang utama dunia bergerak terbatas dengan EUR/USD bertengger disekitar level 1.1700 tetapi saham berada dalam tekanan dengan indeks Eropa diperdagangkan turun dan saham di AS cenderung dibuka lebih rendah secara tajam.

Jean-Claude Juncker, yang mengepalai team eksekutif Uni Eropa bertemu dengan Presiden Donald Trump dalam usaha untuk mengatasi perbedaan, khususnya mengenai tarif mobil. Trump ingin menaikkan tarif atas mobil Eropa yang diekspor ke AS untuk mengurangi ketidak seimbangan perdagangan dengan benua Eropa. Tetapi Uni Eropa melihat tarif ini sebagai ancaman ekonomi dan sedang menyiapkan langkah-langkah pembalasan.


Baca juga :


Cecilia Malmstor, komisaris perdagangan Uni Eropa, berkata bahwa Uni Eropa sedang mendata daftar barang-barang AS senilai $20 miliar yang bisa menjadi subyek tarif jika mereka tidak mencapai kesepakatan atas tarif mobil. Sementara itu, pada hari Selasa, Gedung Putih berkata bahwa mereka sedang menyiapkan $12 miliar paket bantuan untuk para petani AS yang terpukul oleh ketegangan perdagangan.

Danae Kyriakopoulou, kepala ekonom pada think tank OMFIF yang berbasis di London mengatakan kepada CNBC pada hari Selasa, “hubungan keduanya sangat tegang dan berada pada titik yang sangat rendah.”

Trump menganggap pajak 10 persen dari Eropa atas mobil-mobil AS adalah terlalu tinggi, dibandingkan dengan pajak 2.5 persen yang dikenakan AS atas mobil-mobil Eropa. Namun Brussels membantah bahwa sementara hal tersebut memang benar atas mobil, namun tidak sama untuk truk, lorries, dan untuk barang-barang lainnya seperti sepatu dan pakaian.

Secara tehnikal, pasangan matauang EUR/USD adalah netral, pasangan matauang ini perlu menembus apakah diatas 1.1750 atau dibawah 1.1550 untuk memperoleh suatu momentum arah, tetapi ekstrim range yang terbaru berada pada 1.1855 dan 1.1500. Rifan Financindo.


Sumber : Vibiznews

Rabu, 25 Juli 2018

Tenaga Kuat Yen Naik ke Puncak 2 Minggu



PT Rifan Financindo - Di akhir perdagangan forex awal pekan, dollar AS mendominasi permintaan pasar sehingga menguat terhadap beberapa mata uang major kecuali terhadap yen Jepang. Perburuan pasar awal pekan terbagi, selain membeli dollar juga membeli uang Jepang dikarenakan sentimen pasar terhadap laporan media tentang kebijakan BOJ.

Pasar menerima laporan bahwa Bank of Japan sedang memperdebatkan langkah untuk mengurangi stimulus moneter besar-besaran. Kemudian di pasar obligasi, imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah Jepang mencapai tertinggi enam bulan karena para pedagang ingin melihat langkah-langkah konkret dari BOJ.

Baca juga :

Kebijakan BOJ saat ini, yang diadopsi pada pertengahan 2016  terdiri dari suku bunga negatif jangka pendek, mempertahankan imbal hasil obligasi 10-tahun sekitar nol persen dan membeli sekitar 6 triliun yen saham di bursa.

Pada hari Senin (23/07) yen mencapai puncak tertinggi dua minggu pada 110,74 yen per dolar sebelum berkurang menjadi 111,27 yen atau naik 0,1 persen dari perdagangan hari Jumat. Demikian juga terhadap euo berhasil naik ke level tertinggi dua minggu di 129,85 yen per euro sebelum turun kembali ke 130,33 yen yang masih naik 0,25 persen.

Namun masuki hari kedua pekan ini, yen terkoreksi kembali oleh profit taking pasar dan memburu dollar AS. Dan analis Vibiz Research Center memperkirakan perdagangan selanjutnya hingga akhir sesi Amerika malam nanti pair USDJPY dapat bergerak naik pada kisaran resisten di 111.60 – 111.95 sedangkan kisaran supportnya berada pada posisi 110.79 – 110.33. PT Rifan Financindo.


Sumber : Vibiznews

Selasa, 24 Juli 2018

Bursa Saham Asia Bangkit Dari Pembukaan Negatif



Rifanfinancindo - Masuki hari kedua perdagangan saham di kawasan hari Selasa (21/07), indeks bursa Asia yang  dibuka mixed bergerak hijau setelah bursa saham  Amerika semalam ditutup dengan hasil yang cukup memuaskan khususnya untuk saham-saham teknologi.

Bursa saham Jepang di Tokyo, indeks Nikkei 225 menguat 0,41 persen sekitar 92 poin, naik sedikit setelah indeks ditutup negatif lebih dari 300 poin pada hari Senin. Kekuatan indeks banyak disupport oleh saham-saham asuransi yang naik hingga  1,79 persen, dan untuk saham kelas berat bergerak mixed.

Pergerakan saham Korea Selatan di bursa saham Seoul, indeks Kospi yang dibuka lebih rendah dengan turun 0,12 persen karena pasar melihat laporan laba perusahaan baru-baru ini menghijau kembali. Saham-saham kelas beratr seperti saham Samsung turun cukup signifikan  hingga 3 persen lebih.


Baca juga :
Indeks Hang Seng Hong Kong menguat hingga naik 1 persen lebih demikian juga   indeks komposit Shanghai sedang bergerak kuat dengan kenaikan 1,35 persen.  Di kawasan pasifik, perdagangan bursa saham Australia indeks ASX 200 masih positif dengan menguat 0,5 persen. Kekuatan ASX mendapat sumbangan paling tinggi dari saham-saham sektor kesehatan.  Indeks saham MSCI di Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,37 persen pada sesi awal.

Mantapnya  perdagangan  saham Amerika semalam terjadi oleh dukungan laporan laba perusahaan teknologi yang mengesankan seperti induk perusahaan Google-Alphabet untung 2 kali lipat.  Indeks S & P 500 naik 0,18 persen menjadi 2.806,98 yang diumbang oleh kenaikan saham sektor teknologi naik 0,5 persen,   IndeksNasdaq Composite yang berteknologi tinggi ditutup lebih tinggi dengan 0,28 persen pada 7.841,87. Rifanfinancindo.


Sumber : Vemale

Senin, 23 Juli 2018

Nikkei 225 Tertekan Penguatan Yen, Kospi Oleh Samsung Electronics



Rifan Financindo - Saham Asia turun pada hari Senin, dengan saham Jepang tertekan oleh penguatan yen setelah dolar secara luas jatuh setelah kritik Presiden AS Donald Trump terhadap Federal Reserve.

Indeks Nikkei 225 turun 1,09 persen karena dolar memperpanjang kerugian terhadap mata uang Jepang. Terhadap yen, dolar diperdagangkan pada 111,00 pada pukul 09:25 HK / SIN, setelah sempat anjlok serendah 110,84 di awal sesi. Mata uang AS 0,35 persen lebih lemah dari pegangan 111,4 yang terlihat pada akhir perdagangan Jumat di New York.

Namun, sektor keuangan mencatat kenaikan yang tajam, dengan Mitsubishi UFJ Financial Group naik 4,17 persen, indeks Topix juga bergerak lebih rendah sebesar 0,08 persen.


Baca juga :
Sementara itu, ekuitas China juga dilacak lebih rendah pada awal perdagangan, dengan komposit Shanghai merayap lebih rendah sebesar 0,63 persen sementara sementara komposit Shenzhen yang lebih kecil kehilangan 0,91 persen.

Di tempat lain, Kospi tergelincir 0,39 persen karena penurunan tajam di saham-saham unggulan di sektor teknologi – termasuk Samsung Electronics menurun 1,79 persen.

Di Australia, indeks S & P / ASX 200 turun 0,84 persen di tengah penurunan luas di sektor bahan, keuangan dan industri subindex semua kehilangan sekitar 1 persen.

Indeks Hang Seng Hong Kong melawan tren yang lebih luas untuk memperoleh 0,4 persen karena kenaikan dalam saham-saham keuangan.

Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang, berdiri di 94,277 setelah tersandung di sesi terakhir.

Wall Street akhir pekan lalu di tutup dimana Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 0,03 persen, atau 6,38 poin, menjadi ditutup pada 25,058.12, S & P 500 menumpahkan 0,09 persen menjadi berakhir pada 2,801.83 dan Nasdaq Composite beringsut lebih rendah sebesar 0,07 persen menjadi 7,820.20. Rifan Financindo.


Sumber : Vibiznews

Jumat, 20 Juli 2018

Gejolak Perdagangan Meningkat Bikin Wall Street Jatuh


PT Rifan Financindo - Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta). Pelemahan dipicu hasil laporan laba perusahaan yang mengecewakan dan meningkatnya gejolak perdagangan, seiring kekhawatiran jika Uni Eropa (UE) bisa mengenakan tarif pembalasan atas barang-barang impor dari Amerika Serikat.

Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 134,79 poin, atau 0,53 persen, menjadi 25.064,5. Sementara indeks S&P 500 kehilangan 11,13 poin, atau 0,40 persen, menjadi 2.804,49 dan Nasdaq Composite turun 29,15 poin, atau 0,37 persen, menjadi 7,825.30.

Investor khawatir karena pejabat dari Komisi Perdagangan Uni Eropa, yang dijadwalkan menggelar pertemuan di Washington pekan depan untuk membicarakan perdagangan, dikatakan sedang mempersiapkan daftar tindakan balasan untuk menanggapi pengenaan tarif AS yang diusulkan bagi produk mobil Uni Eropa.

Baca juga :

Produsen kendaraan mengatakan pengenaan tarif pada mobil dan suku cadangnya dapat meningkatkan harga kendaraan sebesar USD 83 miliar per tahun. Pada perdagangan kali ini, saham Ford Motor Co (F.N) dan General Motors Co (GM.N) masing-masing turun 0,5 persen dan 1,4 persen.

Laporan Beige Book Federal Reserve juga menunjukkan jika para pengusaha sangat khawatir tentang dampak dari sengketa perdagangan tersebut.

"Jika ini berakhir dengan perang dagang yang berlarut-larut, itu akan menjadi berita buruk," kata Stephen Massocca, Wakil Presiden Senior di Wedbush Securities di San Francisco.

Pasar juga dipengaruhi hasil laporan perusahaan yang turun. Seperti saham eBay (EBAY.O) yang tercatat turun 10,1 persen setelah laporan laba yang mengecewakan. Ini menjadi salah satu hambatan terbesar pada indeks Nasdaq dan S & P 500.

Kemudian saham American Express Co (AXP.N) tercatat merosot 2,7 persen setelah perusahaan kartu kredit melaporkan kenaikan biaya karena peningkatan pengeluaran pada program hadiahnya.

Sektor keuangan tercatat mencapai persentase penurunan terbesar dalam indeks S & P 500, dengan melemah 1,4 persen.

Di sektor perbankan, saham JPMorgan (JPM.N), Bank of America (BAC.N) dan Citigroup (C.N) semuanya turun lebih dari 1 persen.

Saham Bank of New York Mellon (BK.N) jatuh 5,2 persen setelah mengatakan kehilangan dua klien. Sementara Travelers Cos (TRV.N) menjadi hambatan terbesar bagi Dow Jones. Sahamnya jatuh 3,7 persen setelah laba perusahaan turun dikaitkan akibat badai. PT Rifan Financindo.


Sumber : Liputan 6

Kamis, 19 Juli 2018

Rilis Laporan Keuangan Topang Wall Street

Perdagangan Saham dan Bursa

Rifanfinancindo - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi di tengah sentimen rilis laporan keuangan perusahaan pada kuartal II 2018.

Indeks saham S&P 500 mencapai level tertinggi dalam lima bulan. Sedangkan indeks saham Dow Jones mencatatkan penguatan selama sesi lima berturut-turut. Hal tersebut didorong laba yang solid sehingga dorong saham keuangan dan industri. Sentimen itu juga memperkuat harapan untuk musim laporan keuangan kuartal II 2018.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu (Kamis pagi WIB), indeks saham Dow Jones menguat 79,4 poin atau 0,32 persen ke posisi 25.199,29. Indeks saham S&P 500 naik tipis 6,07 poin atau 0,22 persen ke posisi 2.815,62. Indeks saham Nasdaq melemah 0,67 poin atau 0,01 persen ke posisi 7.854,44.


Baca juga :

Kenaikan kinerja keuangan dari CSX Corp dan United Continental mengangkat indeks saham sektor industri S&P 500 1,1 persen. Sektor saham industri catatkan kinerja terbaik. Indeks saham Dow Jones Transport menanjak 2,3 persen, dan catatkan kenaikan terbesar dalam tiga bulan.

Sentimen rilis laporan keuangan juga bayangi wall street. Laporan kinerja keuangan diprediksi meningkat meski awal periode rilis laporan keuangan. Diperkirakan pendapatan perusahaan masuk indeks S&P 500 akan naik 21,4 persen pada kuartal II 2018. Angka ini naik dari perkiraan 20,7 persen pada 1 Juli 2018. Dari 48 perusahaan yang melaporkan kinerja sejauh ini, 87,5 persen membukukan laba di atas harapan analis.

"Bursa saham reli yang sangat bagus didorong kinerja pendapatan dan valuasi. Saya pikir pasar akan jauh lebih tinggi saat ini jika bukan karena orang khawatir tentang perdagangan," ujar Wayne Kaufman, Analis Phoenix Financial Services, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (19/7/2018).

Sementara itu, pada Rabu waktu setempat, Gubernur Bank Sentral AS atau the Federal Reserve, Jerome Powell dipertanyakan oleh anggota komite Dewan Perwakilan Rakyat mengenai meningkatnya proteksionisme dari waktu ke waktu akan timbulkan risiko bagi AS dan ekspansi global.

Sentimen lainnya di wall street berasal dari data ekonomi AS yang menunjukkan rilis data perumahan yang melambat. Data perumahan AS turun 12,3 persen pada Juni, dan masuk level terendah dalam sembilan bulan. Hal ini seiring harga kayu lebih mahal, kekurangan lahan dan tenaga kerja. Rifanfinancindo.



Sumber : Liputan 6

Rabu, 18 Juli 2018

Komentar Gubernur The Fed Dorong Penguatan Wall Street



Rifan Financindo - Wall Street menguat pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Pendorong kenaikan bursa saham di Amerika Serikat (AS) tersebut usai Gubernur Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) menyatakan pandangan yang optimistis mengenai prospek ekonomi di negaranya.

Mengutip Reuters, Rabu (18/7/2018), Dow Jones Industrial Average naik 55,53 poin atau 0,22 persen dan berakhir pada 25.119,89. Untuk S&P 500 naik 11,12 poin atau 0,40 persen menjadi 2.809,55. Sedangkan Nasdaq Composite menambahkan 49,40 poin atau 0,63 persen menjadi 7.855,12.

Dalam pernyataan tertulis, Gubernur the Fed Jerome Powell memberikan isyarat bahwa era pertumbuhan ekonomi yang stabil akan terus berlanjut. Pernyataan tertulis tersebut diberikan kepada para anggota senat yang mempertanyakan mengenai prospek ekonomi AS ke depan.




Baca juga :

Sebagian besar senator menyatakan kekhawatirannya akan adanya perang dagang yang telah dikumandangkan oleh Presiden AS Donald Trump. Namun Kekhawatiran tersebut berhasil ditepis oleh Powell.

"Powel menyatakan bahwa mereka akan tetap memberikan perhatian yang lebih kepada kondisi perdagangan AS. Para pelaku pasar menilai bahwa the Fed tetap akan menaikkan suku bunga secara moderat," jelas analis OakBrook Investments LLC, Lisle, Illinois, Peter Jankovskis.

Kurva imbal hasil surat utang AS langsung melonjak usai Powell memberikan pandangan yang optimistis mengenai pertumbuhan ekonomi AS. Selain itu, bursa saham pun juga positif. Rifan Financindo.


Sumber : Liputan 6

Selasa, 17 Juli 2018

Ringkasan Penggerak Pasar Forex Minggu Lalu


PT Rifan Financindo - Kita perlu melihat pada event-event utama yang menggerakkan pasar minggu yang lalu supaya bisa mengikuti perkembangan kenaikan atau penurunan yang terjadi dari indikator utama yang ada dalam kalender forex dan memiliki pandangan kedepan.

Berikut ini adalah ringkasan event-event utama yang menggerakkan pasar minggu yang lalu:

Amerika Serikat sedang maju terus dengan persiapan tarif baru senilai $200 miliar atas barang-barang Cina. Sebaliknya, Cina dan Amerika Serikat kemungkinan akan masuk negosiasi. Berita ini mengirim matauang yang beresiko turun dan akhirnya memukul matauang lainnya juga. USD/JPY membuat tembusan naik yang besar dengan pasar saham diluar Cina mengalami badai. “Greenback” juga menikmati inflasi yang meningkat, dengan CPI inti mencapai 2.3% sesuai dengan yang diperkirakan.

Baca juga :


Powel berkata dia bisa tidur nyenyak ketika menyebut mengenai kondisi ekonomi AS. Perkataan ini juga membantu kenaikan “greenback”. Risalah pertemuan ECB adalah “dovish”, dan Inggris mengalami drama politik. Sementara pemerintah Inggris cenderung kepada versi yang lebih lunak untuk Brexit, perpecahan dengan cabinet menyebabkan pengunduran diri dari Boris Johnson dan David Davis, dua menteri kunci. Bank of Canada menaikkan tingkat bunga dan memberikan signal hal ini akan dilakukan lagi. Namun, mereka saat ini sedang prihatin dengan perdagangan.

Hal-hal yang positip yang terjadi pada minggu lalu:

  • Same store sales meningkat 5.2% per minggu, naik 0.8% dari sebelumnya kenaikan 3.1%.
  • Home mortgage purchase applications naik disesuaikan secara musiman 6.5% per minggu, dan 7.7% per tahun.
  • Klaim pengangguran turun 17.000 per minggu dari 231.000 ke 214.000.
  • Consumer price index naik 0.1%, sesuai dengan yang diperkirakan.
  • Wholesale inventories naik 0.6% pada bulan Mei, lebih besar daripada bulan April 0.1%.

Hal-hal yang negatip yang terjadi pada minggu yang lalu:

  •    Job openings turun ke 6.638.000 pada bulan Mei, turun dari 6.698.000 pada bulan April.
  •    Import prices turun 0 .4% menunjukkan kelemahan harga pada bulan Juni.
  •    PPI-FD naik 0.3% per bulan, kurang dari sebelumnya kenaikan sebesar 0.5%.
  •    Consumer sentiment index turun 1.1 pada bulan Juni dari 98.2 ke 97.1.
  •    Home mortgage berada pada kerendahan selama 5 minggu dalam 30 tahun tingkat mortgage rata-rata. PT Rifan Financindo.


Sumber : Vibiznews

Senin, 16 Juli 2018

Bursa Asia Bergerak Mixed Menantikan Rilis Data Ekonomi Tiongkok






Rifanfinancindo - Bursa Saham Asia bergerak mixed pada awal perdagangan Senin (16/07) menantikan data ekonomi China yang akan dirilis hari ini.

Indeks Saham Korea Selatan bergerak datar, dengan Kospi naik tipis 0,07 persen. Saham bank menurun, membebani indeks yang lebih luas, tetapi saham-saham teknologi utama mixed di awal perdagangan, dengan Samsung Electronics memperoleh 0,32 persen tetapi SK Hynix menarik kembali sebesar 0,56 persen.

Di Australia, indeks ASX 200 bergerak lemah 0,26 persen, meskipun subindex keuangan naik 0,24 persen dalam perdagangan pagi.


Baca juga :


Sementara itu, pasar di Jepang ditutup untuk liburan pada hari Senin.

Meskipun kenaikan yang lebih luas di Amerika Serikat, saham bank merosot karena pasar mencerna rilis laba kuartal kedua. Lebih dari 5 persen perusahaan S & P 500 telah melaporkan hasil kuartal kedua sejauh ini. Analis yang disurvei oleh FactSet mengharapkan laba kuartal kedua telah tumbuh sebesar 20 persen.

Namun, keuntungan keseluruhan datang di tengah bantuan di kalangan investor atas meredanya ketegangan perang perdagangan, dengan indeks utama AS membukukan keuntungan yang kuat untuk minggu ini. Gambar serupa terlihat di Asia pekan lalu, dengan pasar akhir pekan ini lebih tinggi.

Selama di Asia, bursa saham Tiongkok mengatakan skema penghubung yang menghubungkan Hong Kong dan daratan tidak akan diperluas ke perusahaan dengan struktur hak suara terbobot, lapor Reuters. Itu berarti bahwa saham Xiaomi, yang baru-baru ini mulai diperdagangkan di pasar Hong Kong, tidak akan dapat diakses oleh investor di daratan di bawah program terhubung.

Pasar Asia juga menantikan rilis data PDB kuartal kedua China, juga data investasi aset tetap, produksi industri dan penjualan ritel China.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pergerakan bursa Asia selanjutnya akan mencermati hasil rilis data ekonomi Tiongkok, yang jika terealisir positif akan menguatkan bursa Asia. Rifanfinancindo.


Sumber : Vibiznews

 
Disclaimer: Semua informasi yang tersedia dalam blog ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan informasi yang terbaik, akan tetapi kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blog ini.

PT. Rifan Financindo Berjangka Surabaya
Wisma Bii Lt. 16 Jl. Pemuda 60-70 Surabaya 60271 Telp : 031-5349800(hunting), Fax : 031-5347800