English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Rabu, 31 Maret 2021

Harga Emas Tergelincir hampir 2 Persen

Ilustrasi Harga Emas (4)

PT Rifan Financindo - Harga emas tergelincir hampir 2 persen pada hari Selasa karena penguatan dolar, imbal hasil Treasury yang lebih tinggi, dan harapan untuk pemulihan ekonomi AS yang lebih cepat, mengurangi permintaan emas batangan safe-haven.

Dikutip dari CNBC, Rabu (31/3/2021), harga emas di pasar spot turun 1,7 persen menjadi USD 1,682.81 per ounce dalam perdagangan sore. Di awal sesi, bullion turun sekitar 2 persen ke level terendah sejak 8 Maret di USD 1.678.40. Emas berjangka AS ditutup 1,7 persen turun menjadi USD 1.686.

Tolok ukur imbal hasil Treasury AS 10-tahun naik ke puncak 14-bulan pada Selasa pagi. Didukung oleh harapan pertumbuhan dan inflasi yang lebih kuat menjelang rencana infrastruktur jutaan dolar Presiden AS Joe Biden.

Baca Juga :

"Penggerak jangka pendek tampaknya menjadi sangat bearish untuk emas," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA. Dia juga menyematkan pelemahan emas baru-baru ini pada penguatan dolar dan imbal hasil yang lebih tinggi.

Sementara emas kemungkinan akan melihat beberapa tekanan dalam jangka pendek, harga investor dalam kekhawatiran inflasi bisa "akhirnya memicu hiruk-pikuk pembelian emas," tambah Moya.

Indeks dolar melonjak ke level tertinggi lebih dari empat bulan, membuat harga emas dalam denominasi greenback lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Imbal hasil Treasury AS yang lebih tinggi telah mengancam daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi karena meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan, yang tidak membayar bunga.

Harga Emas Nyangkut di Bawah USD 1.750, Bisakah Menguat?
Harga emas terus berada di kisaran USD 1.700 per ounce pada perdagangan minggu lalu. Harga emas sulit menembus level resisten di USD 1.750 per ounce. Apakah hal ini akan terjadi terjadi pada minggu ini?

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kitco, suara para analis yang memperkirakan harga emas bakal naik sama besar dengan analis yang memperkirakan harga emas bakal tertekan.

Di antara para analis tersebut, banyak yang berpikir bahwa saat terjadi penurunan harga seperti saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mengakumulasikan pembelian untuk jangka panjang.

"saya melihat harga emas akan berada di level USD 1.700 dan kemudian para investor akan terjun ke pasar melakukan pembelian," jelas kepala analis Bue Line Futures, Phillip Streible.

"Imbal hasil obligasi AS tidak akan terus berada di level tertinggi selama-lamanya. Akan ada tren pembalikan dan kemudian emas akan memperoleh kesempatan yang baik," tambah dia.

Pada pekan ini, 16 analis Wall Street berpartisipasi dalam survei Kitco. Dari jumlah tersebut 7 peserta atau 44 persen menyerukan harga emas akan naik.

Kemudian 8 analis atau 50 persen mengatakan harga emas akan mengalami tekanan. Sedangkan satu suara atau 6 persen menyqatakan netral.

Sementara itu, total 807 suara dari pelaku pasar diberikan dalam jajak pendapat online. Dari jumlah tersebut, 377 responden atau 47 persne menyatakan harga emas akan naik pada minggu ini.

Di luar itu, 255 lainnya atau 32 persen harga emas akan mengalami tekanan dan 175 pemilih, atau 22 persen memilih netral. PT Rifan Financindo.

Sumber : Liputan 6

Selasa, 30 Maret 2021

Rekomendasi Emas 30 Maret 2021: Turun karena Menguatnya USD


Rifan Financindo - Harga emas turun sedikit pada awal perdagangan sesi AS hari Senin kemarin. Memulai minggu perdagangan yang baru, seperti tidak ada yang mengajukan pembelian terhadap metal safe-haven ini ditengah sentimen pasar yang “risk-off”. Indeks dollar AS yang menguat belakangan ini tetap menjadi elemen yang negatip terhadap pasar metal. Emas berjangka kontrak bulan April turun $19.50 ke $1,712.80 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Mei turun $0.269 ke $23.845 per ons.

Pasar pada hari Senin sibuk dan dibuat nervous atas berita bahwa sebuah perusahaan investasi yang besar, Archegos Capital Management, pada akhir minggu lalu, melikuidasi posisi yang besar senilai $30 miliar di Viacom CBS dan Discovery kemungkinan karena kena margin call. Dikuatirkan akan ada efek domino yang menyebabkan beberapa saham bank investasi turun tajam, namun sejauh ini pasar keuangan dan saham secara umum tidak bereaksi signifikan terhadap masalah ini dan karenanya pasar emas dan perak tidak mengalami kenaikan permintaan dengan cepat. Meskipun demikian hal ini memicu sentimen “risk-off” di pasar yang mendorong naik dollar AS sehingga menekan harga emas.
Silahkan klik jika ingin join Telegram Vibiznews

Baca Juga :

Pasar saham global hampir stabil mengarah menguat dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah stabil ke melemah ketika perdagangan sesi New York dimulai.

Kabar baik datang dari Mesir, dimana otoritas Mesir berhasil membuat kapal super besar Ever Given yang sebelumnya terdampar, kembali dapat mengapung dan berjalan di Kanal Suez yang mengakibatkan perdagangan global kembali normal secara bertahap.

“Support” terdekat menunggu di $1,703.40 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,689.15 dan kemudian $1,673.30. “Resistance” terdekat menunggu di $1,732.60 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,740.20 dan kemudian $1,754.00. Rifan Financindo.

Sumber : Vibiznews

Senin, 29 Maret 2021

Rekomendasi Mingguan Emas 29 Maret – 02 April 2021: Bisakah Naik Lagi ke $1,900?

PT Rifan

PT Rifan - Emas sedang bertengger dengan nyaman di atas $1,700 per ons. Apakah bisa naik kembali ke $1,900? Para analis tetap positip namun mengatakan bahwa metal berharga memerlukan katalisator yang baru untuk bisa naik sampai ke level tertingi yang lama.

Melewati banyak event pada minggu lalu, emas berhasil bertahan diatas $1,720 per ons. Metal berharga ini bahkan berusaha menembus level resistance kunci di $1,750 pada hari Kamis. Dan walaupun gagal naik lebih tinggi lagi, emas berjangka Comex bulan Juni diperdagangkan di $1,733.90 naik 0.38% pada hari itu.

Faktor – faktor yang secara normal bisa membebani harga emas, seperti naiknya pasar saham, dan menguatnya dollar AS, kelihatannya tidak lagi menekan harga emas begitu dahsyat pada saat sekarang ini.

Baca Juga :

Pola pergerakan harga seperti ini bisa menjadi tanda bahwa ini wakunya untuk mulai membeli emas. Minggu ini, kemungkinan harga emas bisa naik lebih tinggi lagi.

Emas ditarik oleh dua outlook yang berbeda. Dari pandangan risk-on jangka pendek, di dasarkan kepada vaksinasi dan pemulihan ekonomi. Dari pandangan risk-off jangka Panjang yang diisi dengan ketidakpastian dan Federal Reserve yang akomodatif.

Tidak mengherankan apabila belum berhasil menembus keatas. Dolar AS masih terus kuat. Dan masih akan tetap kuat dalam jangka pendek dengan Eropa sedang menutup aktifitasnya setelah gagal dalam distribusi vaksin. Arus dana kemungkinan masih bergerak menuju AS. Namun, secara jangka panjang, ada ketidakpastian. Bisa jadi pada akhir tahun 2021 emas berhasil menembus $1,900 karena adanya inflasi dan tidak adanya tindakan dari Federal Reserve untuk mengatasi infasi. Selain itu akan ada lebih banyak hutang dan belanja infrastruktur lebih banyak lagi.

Namun, emas tidak mungkin naik lebih tinggi sampai ada katalisator baru. Emas kelihatannya sudah nyaman pada level harga sekarang. Permintaan fisik emas memberikan rintangan terhadap turunnya harga emas, namun tidak ada katalisator makro yang bisa menggerakkan harga emas naik.

Salah satu katalisator yang bisa menggerakkan harga emas naik lebih tinggi adalah emas berhasil menembus pengaruh dari yields treasury AS 10 tahun. Belakangan ini, emas telah tertarik turun apabila yields treasury AS naik. Namun, hubungan terbalik ini bisa saja ditembus yang akan bisa membantu harga emas untuk naik menembus batasan yang selama ini telah merintangi kenaikan harga emas lebih tinggi lagi.

Saat ini sekalipun yields naik sedikit, emas tetap bertahan dengan baik. Ini adalah tanda yang positip. Jika emas bisa berdeviasi, lepas dari yields pada saat pengumuman paket infrastruktur nantinya, ini adalah hal yang baik bagi emas. Ketika inflasi datang, itulah waktunya membeli emas.

Dengan lebih banyak uang dicetak dan lebih banyak kebijakan yang akomodatif, inflasi akan masuk dan level harga emas yang terendah pada bulan Februari bisa jadi menjadi harga dasar bagi emas. Semakin lama harga emas bergerak sideways, semakin berpotensi untuk bergerak naik.

Katalisator yang lainnya bisa dollar AS akhirnya kehilangan tenaga untuk naik lebih lanjut.  Dengan berjalannya waktu, dollar AS bisa berbalik turun dan dengan yields riil tetap negatip, maka harga emas kemungkinan akan memperoleh daya tariknya lagi.

Selain itu, masih ada banyak resiko yang bisa menyala tiba – tiba yang mempengaruhi minat terhadap resiko dari investor, dari tanda – tanda bangkitnya kembali kasus Covid – 19 secara global, sampai kepada ketegangan AS – Cina, ditengah kemungkinan berubahnya kebijakan moneter the Fed, pasar yang saat ini relatif tenang bisa berubah dengan resiko – resiko tersebut.

“Support” terdekat menunggu di $1,726.40 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,702.15 dan kemudian $1,673.30. “Resistance” terdekat menunggu di $1,747.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,754.20 dan kemudian $1,775.00. PT Rifan.


Sumber : Vibiznews

Jumat, 26 Maret 2021

Rekomendasi Emas 26 Maret 2021: Turun karena Kuatnya USD dan Jatuhnya Minyak

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga emas turun pada awal perdagangan sesi AS. Menguatnya dollar AS dan jatuhnya harga minyak mentah pada minggu ini telah menekan pergerakan naik harga emas.

Emas berjangka kontrak bulan April turun $6.20 ke $1,727.10 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Mei turun $0.616 ke $24.625 per ons.

Pasar saham global bervariasi dalam perdagangan semalam, dengan saham-saham Eropa kebanyakan melemah dan saham-saham Asia kebanyakan menguat. Indeks saham AS mengarah melemah pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai.

Baca Juga :

Kejadian yang menyolok di pasar pada minggu ini adalah naiknya dollar AS di pasar forex dan jatuhnya harga minyak mentah di pasar komoditi. Hal kunci diluar pasar metal berharga ini, adalah naiknya indeks dollar AS yang menyentuh level tertinggi selama empat bulan dalam perdagangan semalam. Naiknya imbal hasil obligasi di AS yang melampaui imbal hasil obligasi pemerintah negara lainnya, mengundang arus modal masuk ke dollar AS, termasuk dari matauang euro. Amerika Serikat mengalahkan zona Euro dalam hal prospek pertumbuhan ekonomi dan pertempuran melawan Covid – 19.

Naiknya dollar AS juga ditopang oleh positipnya prospek pemulihan ekonomi AS. Departemen Perdagangan AS mengatakan bahwa GDP kuartal ke empat final AS bertumbuh 4.3%, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 4.1% dan angka ini adalah lebih baik daripada yang diperkirakan para ekonom yang memperkirakan angka GDP kuartal ke empat final tidak berubah.

Klaim pengangguran mingguan AS turun sebanyak 97.000 ke 684.000, lebih baik daripada yang diperkirakan pasar. Ini adalah pertama kalinya klaim pengangguran AS turun dibawah 700.000 sejak pandemik Covid – 19 dimulai setahun yang lalu. Konsensus para ekonom memperkirakan klaim pengangguran mingguan AS akan muncul di angka 730.000 setelah angka sebelumnya direvisi naik ke 781.000.

Sementara itu, harga minyak mentah yang sempat turun ke $57 berhasil naik lagi ke $60.64 pada hari Rabu, tertolong dengan berita bahwa kapal container terbesar dunia terdorong kepinggir oleh angin yang besar pada hari Selasa sehingga terdampar di Kanal Suez Mesir, dan merintangi pengapalan global. Pada hari Kamis harga minyak mentah sudah turun lagi ke $57.80.

“Support” terdekat menunggu di $1,722.30 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,702.15 dan kemudian $1,673.30. “Resistance” terdekat menunggu di $1,738.40 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,747.00 dan kemudian $1,754.20. PT Rifan Financindo berjangka.

 

Sumber : Vibiznews

Kamis, 25 Maret 2021

Rekomendasi Emas 25 Maret 2021: Minat Beli Terkendala Kuatnya Dolar AS


PT Rifan Financindo - Harga emas naik sedikit pada awal perdagangan sesi AS hari Rabu kemarin. Minat beli terhadap emas tetap terkendala oleh kuatnya dollar AS dan jatuhnya pasar minyak mentah.

Kapal container terbesar dunia terdorong kepinggir oleh angin yang besar pada hari Selasa sehingga terdampar di Kanal Suez Mesir, dan merintangi pengapalan global yang kemungkinan akan berlangsung selama berhari – hari. Laporan mengatakan bahwa 10% dari perdagangan minyak mentah global berlangsung melalui Kanal Suez. Berita ini membuat harga minyak mentah mengalami rebound ke $60.65 setelah terpukul kerugian yang kuat yang mendorong harga minyak mentah AS sempat turun ke level terendah dalam 6 minggu pada hari Selasa kemarin di $57.00.

Emas berjangka kontrak bulan April naik $3.10 ke $1,732.30 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Mei naik $0.078 ke $25.31 per ons.

Baca Juga :

Pasar saham global bervariasi mengarah turun dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah naik pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai.

Jerman, Perancis dan Itali baru – baru ini telah memperpanjang atau mengenakan kembali restriksi karena gelombang infeksi Covid – 19 yang baru, serbuan ke rumah sakit dan kematian. Sementara penduduk telah frustrasi dengan lockdown dan dengan lambatnya penangan vaksin di Uni Eropa.

Naiknya infeksi Covid – 19 di Eropa yang mengakibatkan ditutupnya kegiatan bisnis dan sebagian kekuatiran akan gelombang ketiga memukul AS, telah memicu sedikit kenaikan atas keengganan terhadap resiko di pasar pada minggu ini.

Di AS, naiknya harga juga menjadi perhatian yang tinggi. Jerome Powell, Gubernur Federal Reserve AS mengatakan bahwa inflasi kemungkinan naik di bulan – bulan yang akan datang, namun kemungkinan tidak akan berlangsung terus. Powell mengulangi jaminannya untuk mendukung ekonomi AS, khususnya dengan masih ada sekitar 9.5 juta orang Amerika masih belum mendapatkan pekerjaan.

Sementara Treasury Secretary Janet Yellen juga berjanji untuk membantu pemulihan ekonomi, namun tetap bisu mengenai rencana infrastruktur dari pemerintah. Menurut laporan, dana belanja infrastruktur senilai $3 triliun akan didanai sebagian dari kenaikan pajak. Laporan ini memberikan kontribusi bagi buruknya sentimen dan membuat arus masuk ke dollar AS yang safe-haven.

“Support” terdekat menunggu di $1,726.40 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,702.15 dan kemudian $1,673.30. “Resistance” terdekat menunggu di $1,747.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,754.20 dan kemudian $1,775.00. PT Rifan Financindo.


Sumber : Vibiznews

Rabu, 24 Maret 2021

Harga Emas Tergelincir Usai Dolar Sentuh Penguatan Tertinggi Selama 2 Minggu

20151109-Ilustrasi-Logam-Mulia

Rifan Financindo - Harga emas tergelincir pada hari Selasa karena reli dolar AS ke puncak dua minggu mengimbangi penurunan imbal hasil Treasury AS.

Dikutip dari CNBC, Rabu (24/3/2021), harga emas di pasar spot turun 0,6 persen menjadi USD 1.727,31 per ounce sekitar pukul 4 sore. ET. Emas berjangka AS ditutup 0,8 persen lebih rendah pada USD 1.725,10.

"Kami melihat pasar emas yang lemah pada premis bahwa tergantung pada hari tertentu kami melihat kekuatan mendorong atau menarik ke salah satu arah," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Baca Juga :

Dia menambahkan, kenaikan dolar, di tengah harapan ekonomi pemulihan, menjaga tekanan harga emas batangan.

Dolar menyentuh level tertinggi sejak 9 Maret, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS turun. Greenback yang lebih kuat meningkatkan biaya memegang emas batangan untuk pemegang mata uang lainnya.

"Harga emas harus dilakukan untuk keluar dari tren penurunan saat ini, terutama dengan pemulihan dolar yang menghalangi," kata analis pasar FXTM Han Tan.

"Harga emas pertama-tama harus menembus di atas simple moving average 50-hari untuk mengirim sinyal yang menguntungkan ke bullion bulls," tambahnya.

Namun, sinyal Federal Reserve tentang suku bunga rendah dan kemungkinan stimulus fiskal lebih lanjut membatasi kerugian logam dan emas dapat menarik dukungan lebih lanjut.

Selain itu, sentimen penggerak harga emas lainnya dari potensi kebangkitan kembali kasus COVID-19 dan memudarnya optimisme ekonomi yang akan merugikan imbal hasil.

Inflasi AS
Ketua Fed Jerome Powell mengatakan kepada anggota parlemen AS pada hari Selasa bahwa dia memperkirakan inflasi akan naik sepanjang tahun tetapi itu akan menjadi "tidak terlalu besar atau persisten."

"Saat ini mereka (The Fed) lebih suka berbuat salah di sisi membiarkan inflasi terlalu panas sebelum mereka melakukan sesuatu," kata Frank J. Cholly, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

"Mereka tidak ingin menghentikan kerusakan pada ekonomi yang benar-benar mulai lepas landas" dan yang seharusnya mendukung harga emas, tambahnya. Rifan Financindo.

Sumber : Liputan 6

Selasa, 23 Maret 2021

Rekomendasi Emas 23 Maret 2021: Stabil ditengah Stabilnya Pasar Saham Global

PT Rifan

PT Rifan - Harga emas turun pada awal perdagangan sesi AS, tertekan oleh para penjual berdasarkan analisa tehnikal dan oleh pasar saham global yang stabil ditengah sedikit turunnya yields obligasi AS.

Emas berjangka kontrak bulan April stabil di $1,740.50 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Mei turun $0.561 ke $25.76 per ons.

Pasar saham global bervariasi dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah bervariasi dalam rentang yang sempit pada saaat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Saat ini tidak ada banyak sentimen keengganan terhadap resiko di pasar global. Hal ini merupakan faktor bearish bagi metal safe-haven.

Baca Juga :

Dalam perdagangan semalam, Lira Turki jatuh sekitar 10% terhadap dollar AS setelah dipecatnya pejabat bank sentral top Turki pada hari Sabtu minggu lalu oleh Presiden Turki. Sekalipun berita ini tidak berdampak secara signifikan terhadap pasar keuangan dan matauang, para trader akan mengamati Lira Turki dalam jangka pendek.

Sementara itu meskipun dollar AS sedang tertekan turun, mengikuti turunnya yield treasury AS, dimana indeks dollar AS melemah, mengikuti turunnya yields treasury 10 tahun AS dari 1.75% ke 1.67%, namun dollar AS berpotensi berbalik naik kembali yang dapat menekan harga emas.

Dollar AS sempat naik oleh karena pergerakan safe-haven akibat kejatuhan Lira Turki, dan datangnya gelombang ketiga dari pandemik virus corona ke Eropa.

Hal kunci diluar pasar metal adalah turunnya harga minyak mentah berjangka Nymex dan diperdagangkan disekitar $61.30 per barel.

“Support” terdekat menunggu di $1,726.40 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,702.15 dan kemudian $1,673.30. “Resistance” terdekat menunggu di $1,747.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,754.20 dan kemudian $1,775.00. PT Rifan.

Sumber : Vibiznews

Senin, 22 Maret 2021

Rekomendasi Mingguan Emas 22 – 26 Maret 2021: “Come Back” ke Arena “Assets Class”

 PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo - Emas kembali masuk ke dalam radar para investor dengan harga emas diakhir minggu menguat meskipun terjadi kenaikan yields obligasi AS.

Setelah diperdagangkan mendekati level tertinggi selama tiga minggu menyusul pernyataan dari Federal Reserve yang dovish, emas berhasil mengabaikan kenaikan yield treasury AS 10 tahun yang mencapai level tertinggi selama 14 bulan di 1.75% pada hari Jumat yang lalu.

Emas berjangka kontrak bulan April diperdagangkan di sekitar $1,745.60 per troy ons, naik lebih dari 1% selama seminggu yang lalu.

Baca Juga :

The Fed merevisi naik ekspektasi dari inflasi dan GDP AS tahun 2021. Inflasi menjadi 2.4% sementara GDP AS menjadi 6.5%. Selain itu the Fed menekankan bahwa tingkat bunga akan tetap mendekati nol sampai tahun 2023. Gubernur Fed Jerome Powell terus menyebut setiap kenaikan harga sebagai “transitory” sambil mengabaikan kenaikan dari yields obligasi AS.

Pada hari Jumat minggu lalu, the Fed memicu penjualan obligasi yang baru yang menaikkan yields AS dan mendorong dollar AS naik lebih jauh, dengan menolak untuk memperpanjang pengecualian peraturan leverage bank temporer yang akan jatuh tempo pada akhir bulan.

Dalam hal ini, emas memperlihatkan performa yang bagus dengan tetap bertahan diatas $1,730 per ons, sementara harga saham dan minyak mentah jatuh.

Emas sebagai “asset class” telah bergerak naik dalam daftar investasi dari investor setelah terdiam untuk sementara waktu lamanya. Sebagian investor mulai melirik kepada emas lagi ditengah volatilitas pasar. Beberapa hari ini, emas telah diperdagangkan lebih baik daripada komoditas lainnya termasuk perak dan tembaga.

Selain itu, ketegangan geopolitik kembali muncul di radar setelah lenyap beberapa waktu lamanya. Para pejabat tinggi AS dan Cina bertikai selama pertemuan tingkat tinggi yang pertama kalinya di adakan oleh pemerintahan AS yang baru. Amerika Serikat menyatakan keprihatinannya atas tindakan Cina di Xinjiang, Hong Kong, Taiwan dan serangan cyber terhadap AS, pemaksaan ekonomi terhadap sekutu AS. Sementara Cina mengatakan bahwa AS menggunakan kekuatan militer dan hegemoni keuangannya melampaui jurisdiksinya dan menekan negara-negara lain.

Ketegangan ini muncul hanya beberapa hari setelah Joe Biden menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai pembunuh selama interview dengan kantor berita ABC.

Dengan disrupsi pandemik Covid – 19, ketegangan geopolitik mereda, namun kalau hal ini akan berubah, emas bisa bereaksi positip. Ketidakpastian geopolitik telah melangkah masuk dan menjadi pusat pemberitaan, bersamaan dengan yields AS dan volatilitas pasar. Jika geopolitik meningkat, akan ada pembelian terhadap assets safe-haven.

Meskipun demikian, emas masih beresiko turun. Emas masih bisa turun ke $1,700 dengan mudah jika yields AS terus naik. Sebaliknya kenaikan ke $1,750 bisa memicu tren bullish.

Minggu ini akan ada serombongan anggota dari Federal Reserve yang akan berbicara, termasuk penampilan bersama di depan Senate Banking Committee dari Gubernur the Fed Jerome Powell dan Treasury Secretary Janet Yellen pada hari Rabu.

“Support” terdekat menunggu di $1,727.10 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,702.15 dan kemudian $1,673.30. “Resistance” terdekat menunggu di $1,754.20 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,769.42 dan kemudian $1,803.06. PT Rifan Financindo.


Sumber : Vibiznews

Jumat, 19 Maret 2021

Rekomendasi Emas 19 Maret 2021: Berbalik Turun dengan Menguatnya USD

 

Rifanfinancindo - Harga emas turun pada awal perdagangan sesi AS hari Kamis, dengan berbalik naiknya dollar AS setelah sempat mengalami penurunan sebagai reaksi awal atas pernyataan dari the Fed setelah pertemuan FOMC pada hari Rabu.

Emas berjangka kontrak bulan April turun $11 ke $1,734.00 per troy ons.

Pasar saham global kebanyakan naik dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah bervariasi menuju turun pada saat perdagangan sesi New York dimulai karena aksi ambil untung setelah Dow Jones dan S&P 500 mencetak rekor ketinggian baru pada hari Rabu.

Baca Juga :

Reaksi awal terhadap pernyataan the Fed setelah pertemuan FOMC, dengan turunnya yields AS dan melemahnya dollar AS telah meredup pada hari Kamis. Para investor memfokuskan diri kepada aspek yang lebih positip dari keputusan the Fed, yaitu proyeksi employment dan pertumbuhan ekonomi yang direvisi naik. Terlebih lagi, pasar memiliki pikiran kedua atas pernyataan Powell yang terus diulangi, bahwa inflasi pada musim semi adalah suatu transisi. Akibatnya terjadi aksi jual yang cepat atas obligasi AS dengan yields treasury 10 tahun naik menyentuh 1.744% yang mendorong naik dollar AS.

Di dalam skema yang lebih besar, dollar AS mengalami kenaikan ditengah kuatnya ekonomi AS yang mengalami keuntungan dari suntikan stimulus fiscal sebesar $1.9 triliun dan juga dari cepatnya kampanye vaksin di AS.

“Support” terdekat menunggu di $1,719.20 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,700.00 dan kemudian $1,673.30. “Resistance” terdekat menunggu di $1,738.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,750.00 dan kemudian $1,768.56. Rifanfinancindo.

Sumber : Vibiznews

Kamis, 18 Maret 2021

Rekomendasi Emas 18 Maret 2021: Naik ke Teritori Positip Setelah FOMC


Rifan Financindo - Harga emas naik ke teritori positip setelah Federal Reserve AS mengulangi sikapnya bahwa tingkat bunga tidak akan naik segera meskipun ekspektasi atas pertumbuhan ekonomi dan inflasi melompat secara signifikan.

Emas berjangka kontrak bulan April saat ini diperdagangkan naik ke $1,750.40 per troy ons, naik lebih dari 0.61%.

Sebagaimana yang telah diduga, Federal Reserve AS tidak mengubah tingkat bunga yang sudah mendekati Nol. Menurut proyeksi ekonomi yang terbaru dari the Fed, bank sentral AS ini cukup optimis dengan pertumbuhan ekonomi AS sampai pada akhir tahun dengan tingkat bunga diperkirakan tetap rendah.

Baca Juga :

The Fed juga mencatat adanya sedikit perbaikan di dalam kondisi ekonomi AS saat ini dibandingkan dengan pada saat pertemuan mereka yang terakhir di bulan Januari.

Namun, meskipun pemulihan ekonomi memanas selama 2021, komite bank sentral AS ini masih tidak melihat akan terjadinya kenaikan dalam tingkat bunga selama 2023. Dalam proyeksi tingkat bunganya yang terbaru, bank sentral AS ini memperkirakan tingkat bunga akan tetap tidak berubah selama 2023, tidak berubah dari outlook mereka pada bulan Desember.

“Support” terdekat menunggu di $1,740.30 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,733.03 dan kemudian $1,718.11. “Resistance” terdekat menunggu di $1,755.88 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,762.76 dan kemudian $1,775.00. Rifan Financindo.


Sumber : Vibiznews

Rabu, 17 Maret 2021

Harga Emas Tertekan Menanti Kepastian Kebijakan The Fed

 20151109-Ilustrasi-Logam-Mulia

PT Rifan Financindo - Harga emas melemah pada hari Selasa, tertekan oleh kenaikan dolar, karena investor menunggu isyarat kebijakan dari pertemuan dua hari Federal Reserve AS.

Dikutip dari CNBC, Rabu (17/3/2021), Harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi USD 1.729,21 per ounce. Emas berjangka AS turun 0,1 persen menjadi USD 1.727,20.

"Harga emas seharusnya menemukan dasar tetapi risiko besar adalah The Fed, dan jika Fed tidak menekan kembali pasar obligasi, Anda dapat melihat panic selling satu hari (dalam emas)," kata Edward Moya, senior market. analis di OANDA.

Baca Juga :

Pertemuan dua hari Komite Pasar Terbuka Federal AS berakhir pada Rabu.

Bank sentral diperkirakan akan mengulangi janjinya untuk mempertahankan suku bunga mendekati nol sampai perekonomian mencapai lapangan kerja penuh.

Dolar naik 0,1 persen, meningkatkan biaya memegang emas dalam mata uang lain. Emas bisa naik dengan imbal hasil Treasury AS dalam beberapa bulan ke depan, karena pergerakan mendekati 2 persen dalam imbal hasil dapat menggagalkan pembelian pasar saham tanpa henti dan mengembalikan daya tarik emas sebagai safe haven, Moya menambahkan.

Sementara emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, imbal hasil Treasury AS yang lebih tinggi telah menumpulkan daya tarik emas non-interest bearing.

“Prospek teknis jangka pendek sangat bearish dan itu mengundang pedagang profesional untuk mempersingkat pasar (harga emas). Ini bisa membutuhkan semacam percikan geopolitik untuk mengubah pasar ini,” kata analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff.

Paket Stimulus AS Disahkan, Bagaimana Dampaknya ke Harga Emas Pekan Ini?
Harga emas diperkirakan akan menguat secara jangka pandek pada pekan ini. Hal tersebut terimbas dari ditandatanganinya paket stimulus USD 1,9 triliun setara Rp 27.196 triliun.

Namun, beberapa analis memperkirakan bahwa stimulus tersebut justru akan mendorong kenaikan pasar saham sehingga menekan harga emas.

Untuk diketahui, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akhirnya menandatangani bantuan atau stimulus ekonomi senilai USD 1,9 triliun setara Rp 27.196 triliun menjadi undang-undang. Bantuan ini merupakan salah satu yang terbesar dalam sejarah Amerika.

Mengutip Kitco, Senin (15/3/2021), pada pekan lalu harga emas mampu bertahan di kisaran USD 1.700 per ounce setelah mengalami tekanan yang cukup besar. Pada pekan lalu, harga emas sempat berada di level terendah dalam 10 pekan.

Namun untuk minggu ini analis memperkirakan harga emas akan mendapat dukungan dari paket stimulus yang telah ditandatangani oleh Presiden AS Joe Biden. Namun beberapa analis lain mencatat bahwa paket stimulus ini mendorong transaksi di pasar saham dan obligasi.

"Mengecewakan melihat harga emas tidak lebih tinggi setelah paket stimulus USD 1,9 triliun disahkan. Jika emas tidak bisa naik, saya tidak tahu apa yang akan mendorongnya lebih tinggi," kata Presiden Phoenix Futures and Options LLC, Kevin Grady.

"Gerak emas sepertinya tidak tampak bagus pada minggu ini. tetapi saya memberikan posisi netral," tambah dia.

Pada pekan ini, 16 analis berpartisipasi dalam survei yang diselenggarakan oleh Kitco. Sebanyak 6 pemilih atau 38 persen menyerukan harga emas naik. Sementara itu, pemilih netral lima analis atau 31 persen. Sedangkan mereka yang melihat harga emas akan lebih rendah juga lima analis atau 31 persen.

Sedangkan pelaku pasar yang ikut dalam survei Kitco mencapai 1.611 suara. Di antara mereka 1.003, atau 62 persen mengatakan harga emas akan naik. Sedangkan 364 pelaku pasar atau 23 persen mengatakan harga emas tertekan.

Selain itu, 244 pemilih atau 15 persen memilih harga emas akan bergerak stabil atau netral pada pekan ini. PT Rifan Financindo.


Sumber : Liputan 6

Selasa, 16 Maret 2021

Akhirnya, Harga Emas Menguat Kembali karena Penurunan Imbal Hasil Obligasi AS

20151109-Ilustrasi-Logam-Mulia

Rifanfinancindo -  Harga emas naik pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Pendorong kenaikan harga emas adalah penurunan imbal hasil obligasi AS dari rekor tertinggi.

Saat ini, inevstor lebih memilih untuk menunggu (wait and see) hasil dari pertemuan Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed).
 

Mengutip CNBC, Selasa (16/3/2021), harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD 1.729,94 per ounce pada pukul 1.47 siang EDT. Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup naik 0,5 persen menjadi USD 1.729,20 per ounce.

Baca Juga :

"Imbal hasil obligasi AS pada perdagangan Senin pagi turun, hal ini dianggap sebagai peluang bagi sebagian investor untuk melakukan aksi beli di emas," jelas Direktur Perdagangan Logam Mulia High Ridge Futures, David Meger.

Meger melanjutkan, perdebatan yang ada saat ini apakah apakah kenaikan imbal hasil yang didorong oleh optimisme pemulihan ekonomi akan terus menekan harga emas. Atau jika pertumbuhan terhenti atau inflasi meningkat akan mendukung harga emas.

Imbal hasil obligasi AS turun dari puncak tertinggi dalam satu tahun pada perdagangan Senin. Hal ini memulihkan daya tarik instrumen investasi tanpa bunga seperti emas.

“Kapanpun imbal hasil obligasi mencapai puncak, itu akan menjadi awalan bagi emas untuk kembali menguat,” kata kepala analis Blue Line Futures Chicago, Phillip Streible.

“Mereka (Obligasi AS) masih memiliki ruang untuk berkembang lebih tinggi tetapi hasil tidak akan naik selamanya, jadi akan ada titik balik. Semakin tinggi kita pergi, semakin dekat kita ke titik balik.” tambah dia.

Investor menunggu pertemuan the Fed yang berlangsung selama dua hari. Pertemuan tersebut dimulai pada hari Selasa waktu setempat dengan fokus pada lonjakan imbal hasil obligasi AS, kekhawatiran kenaikan inflasi dan prospek ekonomi.

Sinyal dari the Fed akan memberikan gambaran kepada investor mengenai gerak harga emas ke depannya.

Paket Stimulus AS Disahkan, Bagaimana Dampaknya ke Harga Emas Pekan Ini?
Sebelumnya, harga emas diperkirakan akan menguat secara jangka pandek pada pekan ini. Hal tersebut terimbas dari ditandatanganinya paket stimulus USD 1,9 triliun setara Rp 27.196 triliun.

Namun, beberapa analis memperkirakan bahwa stimulus tersebut justru akan mendorong kenaikan pasar saham sehingga menekan harga emas.

Untuk diketahui, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akhirnya menandatangani bantuan atau stimulus ekonomi senilai USD 1,9 triliun setara Rp 27.196 triliun menjadi undang-undang. Bantuan ini merupakan salah satu yang terbesar dalam sejarah Amerika.

Mengutip Kitco, Senin (15/3/2021), pada pekan lalu harga emas mampu bertahan di kisaran USD 1.700 per ounce setelah mengalami tekanan yang cukup besar. Pada pekan lalu, harga emas sempat berada di level terendah dalam 10 pekan.

Namun untuk minggu ini analis memperkirakan harga emas akan mendapat dukungan dari paket stimulus yang telah ditandatangani oleh Presiden AS Joe Biden. Namun beberapa analis lain mencatat bahwa paket stimulus ini mendorong transaksi di pasar saham dan obligasi.

"Mengecewakan melihat harga emas tidak lebih tinggi setelah paket stimulus USD 1,9 triliun disahkan. Jika emas tidak bisa naik, saya tidak tahu apa yang akan mendorongnya lebih tinggi," kata Presiden Phoenix Futures and Options LLC, Kevin Grady.

"Gerak emas sepertinya tidak tampak bagus pada minggu ini. tetapi saya memberikan posisi netral," tambah dia.

Pada pekan ini, 16 analis berpartisipasi dalam survei yang diselenggarakan oleh Kitco. Sebanyak 6 pemilih atau 38 persen menyerukan harga emas naik. Sementara itu, pemilih netral lima analis atau 31 persen. Sedangkan mereka yang melihat harga emas akan lebih rendah juga lima analis atau 31 persen.

Sedangkan pelaku pasar yang ikut dalam survei Kitco mencapai 1.611 suara. Di antara mereka 1.003, atau 62 persen mengatakan harga emas akan naik. Sedangkan 364 pelaku pasar atau 23 persen mengatakan harga emas tertekan.

Selain itu, 244 pemilih atau 15 persen memilih harga emas akan bergerak stabil atau netral pada pekan ini. Rifanfinancindo.

Sumber : Liputan 6

 
Disclaimer: Semua informasi yang tersedia dalam blog ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan informasi yang terbaik, akan tetapi kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blog ini.

PT. Rifan Financindo Berjangka Surabaya
Wisma Bii Lt. 16 Jl. Pemuda 60-70 Surabaya 60271 Telp : 031-5349800(hunting), Fax : 031-5347800