English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Jumat, 02 September 2016

Harga Emas Naik Terbantu Pelemahan Dollar AS



PT. Rifan Financindo Berjangka, Harga Emas berbalik naik setelah jatuh ke level terendah dalam lebih dari dua bulan pada akhir perdagangan Jumat dinihari terbantu pelemahan dollar AS dan investor menunggu untuk melihat apakah angka pekerjaan AS bisa menempatkan Federal Reserve di jalur untuk menaikkan suku bunga.

Indeks dollar AS melemah 0,36 persen terhadap sekeranjang mata uang setelah data manufaktur AS merosot.

Harga emas spot menyentuh level terendah sejak 24 Juni di $ 1,301.91 per ounce, sebelum berakhir naik 0,35 persen pada $ 1,313.55.

Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup naik $ 5,70 pada $ 1,317.10 dan terakhir naik $ 5,50 ke $ 1,316.90.

Menjelang laporan non-farm payrolls hari Jumat yang diawasi ketat untuk Agustus, data AS pada hari Kamis menunjukkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara naik kurang dari yang diperkirakan pekan lalu, menunjuk ke kekuatan pasar tenaga kerja berkelanjutan.

“Secara umum ekonomi AS tampaknya telah meningkat selama beberapa minggu terakhir dan ekspektasi suku bunga telah meningkat cukup signifikan,” kata analis Commerzbank Daniel Briesemann.

“Emas bisa jatuh di bawah $ 1.300, bahkan jika data pekerjaan dalam hasil yang baik.”

Laporan optimis payrolls akan memperkuat pandangan bahwa kenaikan suku bunga AS kemungkinan sebelum akhir tahun ini setelah Ketua Fed Janet Yellen mengatakan pada hari Jumat lalu bahwa kesempatan untuk suku bunga yang lebih tinggi itu menguat.

Pada Rabu Presiden Fed Boston Eric Rosengren mengatakan Fed harus mempertimbangkan bahwa lebih cepat tingkat suku bunga naik dari waktu ke waktu bisa mencegah risiko bagi perekonomian, sementara Presiden Fed Chicago Charles Evans mengatakan ia semakin yakin bahwa pertumbuhan ekonomi AS telah melambat secara permanen.

“Technicals menunjukkan bahwa harga emas dan perak perlu beberapa koreksi dan akan melihat beberapa rebound ringan. Tapi data pekerjaan Jumat akan menjadi penting,” kata Jiang Shu, analis kepala di Shandong Emas Group.

“Jika data pekerjaan akan menjadi baik, emas akan jatuh ke $ 1,260- $ 1,270 tingkat sebagai pasar akan berharap untuk kenaikan suku bunga pada bulan September.”

Kepemilikan SPDR Gold Trust, emas terbesar di dunia yang didukung exchange-traded fund, mencatat penurunan bulanan pertama selama empat bulan pada bulan Agustus. Mereka jatuh 1,27 persen menjadi 943,23 ton pada hari Rabu dan turun 1,6 persen pada bulan tersebut.

Dalam logam mulia lainnya, perak naik 1,16 persen pada $ 18,83 per ons. Platinum turun ke level terendah sembilan minggu di $ 1,035.15, dan terakhir turun 0,19 persen pada $ 1.046, sedangkan paladium turun 0,57 persen menjadi $ 665,70, setelah mencapai terendah enam minggu.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas berpotensi naik jika dollar AS terus melemah. Malam nanti juga akan dirilis data Non Farm Payrolls AS Agustus yang diindikasikan melemah, jika terealisir demikian akan menekan dollar AS. Harga emas diperkirakan berada pada kisaran Resistance $ 1,316-$ 1,318 dan jika harga naik di kisaran Resistence $ 1,312-$1,310. PT. Rifan Financindo Berjangka.


Sumber : Vibiznews

0 komentar :

Posting Komentar

 
Disclaimer: Semua informasi yang tersedia dalam blog ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan informasi yang terbaik, akan tetapi kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blog ini.

PT. Rifan Financindo Berjangka Surabaya
Wisma Bii Lt. 16 Jl. Pemuda 60-70 Surabaya 60271 Telp : 031-5349800(hunting), Fax : 031-5347800