English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Selasa, 05 April 2016

Wall Street Seret Bursa Saham Asia ke Zona Merah



PT. Rifan Financindo Berjangka, Tokyo - Bursa saham Asia tergelincir pada perdagangan saham Selasa pekan ini didorong bursa saham Amerika Serikat (AS) tertekan. Hal itu lantaran harga minyak kembali melemah dan data ekonomi AS beragam sehingga memberikan kekhawatiran terhadap prospek suku bunga bank sentral AS.

Indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melemah 0,3 persen. Indeks saham Jepang Nikkei tergelincir 0,7 persen. Indeks saham Jepang Topix susut 1,4 persen.

Bursa saham Australia mengalami tekanan dengan melemah 0,7 persen. Indeks saham Korea Selatan Kospi merosot 0,6 persen. Indeks saham Selandia Baru/NZX 50 bergerak variasi.

Tekanan terhadap bursa saham Asia ini tak lepas dari harga minyak dunia tertekan. Harga minyak dunia turun lebih dari dua persen sehingga mendorong harga Brent ke posisi terendah dalam satu bulan.

Investor pun meragukan negara-negara penghasil minyak akan membekukan produksi untuk mengatasi pasokan minyak berlebih. Demikian seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (5/4/2016).

Selain itu, kebijakan bank sentral AS soal suku bunga juga menjadi sorotan. Hal itu mengingat data ekonomi bervariasi dan pernyataan pejabat bank sentral AS yang beragam.

Data ekonomi AS menunjukkan kalau pertumbuhan ekonomi masih lesu pada kuartal I 2016. Data pesanan baru untuk barang-barang manufaktur tergelincir pada Februari 2016.

Ada pun alasan membuat bank sentral AS menaikkan suku bunga dalam waktu dekat seiring pernyataan pimpinan bank sentral AS Janet Yellen yang hati-hati kontras dengan pejabat the Federal Reserve lainnya.

Pimpinan the Federal Reserve Boston Eric Rosengren menilai pihaknya pesimistis kalau tidak ada kenaikan suku bunga lagi pada 2016. Di sisi lain pimpinan the Federal Reserve Neel Kashkari mengatakan kalau dirinya nyaman dengan kebijakan moneter AS sekarang. Ia mengharapkan pertumbuhan ekonomi moderat di depan.

Di pasar uang, euro stabil di kisaran US$ 1,1390. Dolar Australia melemah 0,1 persen menjadi US$ 0,7595. Investor menunggu pertemuan kebijakan terbaru bank sentral Australia. (Ahm/Gdn)


Sumber : Liputan 6

0 komentar :

Posting Komentar

 
Disclaimer: Semua informasi yang tersedia dalam blog ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan informasi yang terbaik, akan tetapi kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blog ini.

PT. Rifan Financindo Berjangka Surabaya
Wisma Bii Lt. 16 Jl. Pemuda 60-70 Surabaya 60271 Telp : 031-5349800(hunting), Fax : 031-5347800