English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Jumat, 22 Agustus 2014

Keberhasilan Berawal dari Impian







Pernyataan “Keberhasilan Berawal dari Impian” bukanlah sesuatu yang baru bagi kita. Sebagian besar dari kita mungkin sudah tahu. Namun, meskipun sudah tahu bagaimana kekuatan mimpi itu, tidak banyak yang menggunakannya sebagai awal dari semua keinginan kita.

Impian adalah salah satu rahasia sukses yang harus Anda miliki. Tentu saja impian harus dijalankan dengan action. Istilah kerennya adalah dream and action!

Jika kita mau membaca sejarah biografi tokoh-tokoh ternama, maka kita akan menemukan bahwa apa yang telah mereka hasilkan berawal dari mimpi. Orang-orang yang sukses karena mereka berani bermimpi meraih sukses. Orang-orang kaya karena mereka berani bermimpi menjadi kaya.

Sesungguhnya, hal tersebut berawal dari semua yang kita alami, yang membuat kita ingin terus maju dan membuat diri kita sendiri, dan keluarga, menjadi bangga. Bahkan kita merasa senang karena telah memanfaatkan waktu yang ada.
Andai ada orang yang menjual kunci keberhasilan yang dengannya siapapun bisa mencapai kesuksesan seketika, maka dengan cara apapun, orang akan rela mengeluarkan banyak uang untuk membelinya. Namun, kesuksesan sejati memang tidak akan diperoleh secara instan. Ia adalah buah dari usaha sungguh-sungguh yang dilakukan secara konsisten dan melalui proses yang tidak singkat. Semua proses kesuksesan itu diawali dengan menciptakan mimpi, membangun cita-cita, berangan-angan besar.
Para sahabat, murid-murid Rasululloh SAW, memahami betul bagaimana mengawali proses kesuksesan. Suatu ketika, Abdullah bin Umar, Urwah bin Zubair, Mushab bin Umair, dan Abdul Malik bin Marwan berbincang di depan ka’bah. Mushab berkata kepada teman-temannya, bermimpilah kalian.” Jawab mereka, “Kamu dulu yang memulai”. Mushab berkata, “Aku bermimpi menguasai Irak dan menikahi Sukainah binti Al-Husain dan Aisyah binti Thalhah bin Ubaidillah.” Sejarah mencatat, Mushab bin Umair mendapatkan apa yang ia impikan. Demikian pula Urwah bin Zubair. Ia juga mencapai yang diimpikannya, yaitu menguasai ilmu fikih dan hadits. Abdul Malik bin Marwan menjadi Khalifah, kedudukan yang diimpikannya. Sementara itu, Abdullah bin Umar bercita-cita masuk surga.
Keteguhan sikap untuk mengawali dan mengikuti proses kesuksesan yang dimiliki para sahabat tentu tidak muncul dengan sendirinya. Sikap ini adalah buah manis dari teladan yang diberikan guru mulia mereka, Rasululloh SAW. Dalam banyak kesempatan, Rasululloh SAW mengajari dan menginspirasi mereka untuk memiliki mimpi dan cita-cita besar. Salah satunya, Rasululloh SAW mengajari mereka melalui Firman Alloh SWT bahwa, “Sesungguhnya Alloh SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum sehingga kaum itu mengubah apa yang ada dalam diri mereka sendiri” (QS. Ar Ra’d : 11)”.
Ayat luar biasa ini menginspirasi para sahabat untuk memiliki keyakinan kokoh bahwa untuk mencapai kesuksesan harus diawali dengan mengubah diri sendiri, salah satunya dengan memiliki jiwa sukses. Salah satu karakteristik jiwa sukses memiliki mimpi atau cita-cita besar.
Rasululloh SAW menghendaki agar para sahabat memiliki cita-cita atau mimpi yang besar, cita-cita yang mulia, bukan yang remeh. Sabda Rasululloh SAW, “Jika kamu meminta, mintalah surga firdaus kepada Alloh SWT.” Pada kesempatan lain, Rasululloh SAW bersabda, “Sesungguhnya Alloh SWT menyukai hal-hal yang luhur (mulia) dan tidak menyukai yang rendah.” Cita-cita mulia ini merupakan salah satu piranti untuk mencapai kesuksesan. Semakin sering dan kuat seseorang bermimpi, semakin dekat ia pada kenyataan. Mimpi-mimpi yang kokoh dan mengkristal pada diri seseorang akan menggerakkan dan mendorongnya untuk mewujudkanya.
Kisah teladan para sahabat di atas dapat menjadi pelajaran yang dapat menginspirasi para pendidik. Para pendidik perlu menyadari bahwa mereka sedang mendidik anak untuk hidup di masa depan. Mereka mungkin akan melakukan pekerjaan yang saat ini jenis pekerjaan itu belum ada. Mungkin pula, mereka akan menggunakan teknologi, yang saat ini teknologi tersebut belum diciptakan. Oleh karena itu, kiranya pendidik perlu menyadari bahwa anak tidak hanya memerlukan keterampilan teknis, melainkan juga bagaimana mereka mampu menciptakan mimpi-mimpi besar yang menggugah. Mimpi-mimpi besar inilah yang akan memotivasi anak untuk menjadi pembelajar mandiri. Secara sadar, mereka akan mempelajari pengetahuan dan keterampilan apapun yang mereka perlukan secara mandiri untuk mewujudkan mimpi-mimpi mereka. Inilah piranti untuk mengarungi masa depan mereka.

Zaman sekarang, zaman pendidikan, kita harus meningkatkan pengetahuan melalui proses belajar dengan baik. Ada 5 (lima) macam kekuatan impian yaitu :


Impian menunjukkan arah kepada kita

Ia bisa berperan sebagai kompas, memberitahu kita arah mana yang harus ditempuh. Hingga kita mengenali arah yang benar itu, kita tidak akan pernah mengetahui apakah langkah kita benar-benar merupakan kemajuan. Langkah kita mungkin membawa kita ke belakang dan bukan ke depan. Jika bergerak ke sembarang arah selain menuju impianmu, engkau akan kehilangan kesempatan-kesempatan yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan.

Impian meningkatkan kekuatan kita

Tanpa impian, kita mungkin harus berjuang keras untuk melihat kekuatan yang ada dalam diri kita karena kita tidak bisa melihat situasi di luar keadaan kita saat ini. Akan tetapi dengan impian, kita mulai memandang diri kita dalam cahaya baru, karena mempunyai kekuatan yang lebih besar dan mampu merentangkan dan berkembang untuk mencapainya. Setiap kesempatan yang kita temui, setiap sumber yang kita dapatkan, setiap talenta yang kita kembangkan, menjadi bagian kekuatan kita untuk tumbuh ke arah impian itu. Semakin besar impian, semakin besar pula kekuatannya.


Impian membantu kita menentukan prioritas

Impian memberi kita harapan untuk masa depan, dan ia juga memberi kita kekuasaan di saat ini. Impian membuat kita memprioritaskan segala sesuatu yang kita lakukan. Seseorang yang memiliki impian mengetahui apa yang akan atau harus dikorbankannya agar bisa maju. Dia mampu mengukur segala sesuatu yang dikerjakannya apakah membantu atau menghambat impian itu, memusatkan perhatiannya pada hal-hal yang membawanya lebih dekat pada impian itu dan memberi sedikit perhatian pada hal-hal sebaliknya.

Impian menambah nilai pada pekerjaan kita

Impian menempatkan segala yang kita lakukan ke dalam perspektif. Bahkan tugas-tugas yang tidak menyenangkan pun nilainya menjadi tinggi, saat kita mengetahui hal itu memberi kontribusi pada pemenuhan impian. Setiap aktivitas menjadi bagian penting di dalam gambar yang lebih besar itu.


Impian meramal masa depan kita

Ketika kita mempunyai impian, kita bukan hanya penonton yang duduk di belakang dan mengharapkan segala sesuatu berubah membaik. Kita harus aktif ikut serta dalam membentuk tujuan dan arti hidup kita. Angin perubahan tidak begitu saja meniup ke sini dan ke sana. Impian kita, ketika dilanjutkan, mungkin sekali merupakan peramal masa depan kita.
 Orang bisa sukses karena mempunyai impian. Contohnya Ludwig van Beethoven yang ingin menyadarkan dunia akan kemampuan hebatnya dalam musik ketika dia membuat sejumlah simfoni, dan ini terjadi setelah dia kehilangan pendengarannya. Seperti juga Charles Dickens, yang dulunya bermimpi untuk menjadi seorang penulis dan akhirnya dia menjadi novelis yang bukunya paling banyak dibaca orang di Inggris pada zaman Victoria-–meskipun dia dilahirkan di keluarga miskin.
 Mimpi juga merupakan sebuah inspirasi kita ke depan yang membuat kita menjadi berusaha supaya mimpi itu terwujud dengan selalu mengandalkan Sang Pencipta. Oleh karena kesuksesan kita akan membuat keluarga bangga, senang atas kesuksesan yang kita punya.
sehingga setiap impian yang kita impikan menjadi sebuah kenyataan; seperti pepatah yang mengatakan “janganlah memandang ke belakang tetapi tetap memandang ke depan, sehingga kita menjadi manusia yang berbudi pekerti."


"Awalnya, banyak orang meragukan bahwa saya tidak akan meraih impian saya. Mereka semua diam, saat impian sudah saya capai."

Hancurkan keraguan itu! Baik yang datang dari diri sendiri maupun orang lain. Dan, teruslah melaju sampai Anda berhasil meraih cita-cita.

Pelajaran Berharga Dari Guru Saya
Saat keadaan seolah tidak mendukung untuk menggapai cita-citanya. Bahkan... saudara dan tetangga pun "mendukung" untuk menyerah. Katanya... kegagalan bisa dipahami karena kondisi yang tidak mendukung.

Padahal banyak orang mengatakan tidak mungkin.

Padahal banyak orang mengatakan wajar jika menyerah.

Guru saya punya "sesuatu" yang membuat tetap bertahan, pantang menyerah sampai impian terwujud. Sesuatu itu mampu mengubah "yang tidak mungkin" menjadi "mungkin".

Kita yang menjalani kita yang berjuang ....buktikan bahwa kita bisa ... kalo kita menyerah habis lah sudah...tidak ada hal yang tidak mungkin alloh sudah bersabda tinggal kita yang berusaha...

Salam sukses buat semua margin hunter.... all the best.

By : Leonardo

0 komentar :

Posting Komentar

 
Disclaimer: Semua informasi yang tersedia dalam blog ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan informasi yang terbaik, akan tetapi kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blog ini.

PT. Rifan Financindo Berjangka Surabaya
Wisma Bii Lt. 16 Jl. Pemuda 60-70 Surabaya 60271 Telp : 031-5349800(hunting), Fax : 031-5347800