English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Jumat, 12 Juli 2019

IHSG Dibuka Dua Arah, Penguatan Terbesar Sektor Perdagangan

IHSG

PT Rifan Financindo - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dua arah pada pembukaan perdagangan saham akhir pekan ini.

Pada pra pembukaan perdagangan, Jumat (12/7/2019), IHSG melemah 2,86 poin atau 0,04 persen ke posisi 6.414,19. Pada pembukaan pukul 09.00 waktu JATS, IHSG langsung menguat dengan naik 6,18 poin atau 0,10 persen ke posisi 6.423,25.

Sementara itu, indeks saham LQ45 melemah 0,07 persen ke posisi 1.025,49. Indeks saham acuan pun bergerak cukup beragam.

Baca Juga :

Sebanyak 131 saham menguat sehingga langsung mengangkat IHSG ke zona hijau. Selain itu 59 saham melemah dan 108 saham diam di tempat.

Pada awal perdagangan Jumat pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.425,31 dan terendah 6.414,19.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 19.428 kali dengan volume perdagangan 1,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 317,7 miliar.

Investor asing beli saham Rp 11,15 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.088

Dalam pergerakan awal IHSG, lima sektor saham menghijau dan lima sektor saham melemah. Sektor saham yang naik tertinggi yaitu sektor perdagangan yang naik 0,40 persen. Sedangkan sektor saham yang mengalami pelemahan tertinggi yaitu sektor aneka industri sebesar 0,65 persen.

Saham-saham yang menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau antara lain HDIT melonjak 49,52 persen ke level Rp 785 per saham, TRIO naik 24,82 persen ke level Rp 342 per saham dan ARKA naik 24,43 persen ke angka Rp 550 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham INCF turun 10,94 persen ke posisi Rp 171 per saham, saham INOV merosot 9,73 persen ke posisi Rp 408 per saham, dan saham KAYU turun 7,78 persen ke posisi Rp 308 per saham.

Masih Menguat, Laju IHSG Diprediksi Terbatas
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berpeluang untuk menguat kembali pada perdagangan saham hari ini.

Namun, sejumlah analis sepakat potensi indeks untuk bergerak ke zona hijau masih bersifat terbatas. Kemungkinan, indeks masih akan ditutup hijau di sekitar level 6.400.

Analis PT Artha Sekuritas, Juan Harahap menuturkan, IHSG akan diperdagangkan positif di rentang support 6.398 dan resistance 6.436.

"Karena indeks kini mulai memasuki area overbought (jenuh beli), peluang IHSG naik tak begitu signifikan, masih terbatas," papar dia dalam risetnya di Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Sementara itu, Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya menilai, gejolak tekanan terhadap komoditas masih akan membayangi sejumlah emiten yang berhubungan dengan komoditas.

Tetapi, pihaknya optimistis peluang indeks untuk kembali menghijau tetap ada. Dirinya memproyeksikan IHSG akan berada pada level 6.302 - 6.488.

"Sejumlah rekomendasi saham perbankan dapat jadi pertimbangan investor untuk hari ini. Salah satunya ialah saham Bank BCA," ujarnya.

Adapun William kali ini menganjurkan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM).

Di sisi lain, Juan memilih saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). PT Rifan Financindo.


Sumber : Liputan 6

Kamis, 11 Juli 2019

IHSG Kamis Pagi Lompat ke 6426; Harapan Pangkas Bunga Mengangkat Bursa Asia



Rifanfinancindo - Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Kamis pagi ini (10/07) terpantau menguat 0,24% atau 15,628 poin ke level 6.426,173 setelah dibuka melompat ke level 6.324,629. IHSG menanjak di hari ketiganya oleh sentimen positif bursa regional dan global, dengan bursa kawasan Asia pagi ini umumnya menguat karena ekspektasi akan ada pemangkasan suku bunga the Fed bulan ini.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini terpantau menguat signifikan 0,40% ke level Rp 14.073, dengan dollar AS di pasar uang Asia terus merosot oleh pidato Powell yang diinterperetasikan pasar membuka peluang kemungkinan the Fed memangkas bunganya pada bulan Juli ini. Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.130.


Baca Juga :

Mengawali perdagangannya, IHSG naik 13,9 poin (0,21%) ke level 6.424. Sementara indeks LQ45 ikut naik 3,3 poin (0,3%) ke level 1.0284,8. Pagi ini IHSG terpantau menguat 0,24% atau 15,628 poin ke level 6.426,173. Sementara LQ45 terlihat naik 0,07% atau 0,680 poin ke level 1026,016.

Tercatat saat ini sebanyak 172 saham naik, 126 saham turun dan 157 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street yang ditutup Kamis subuh ini berakhir menguat dengan adanya harapan penurunan suu bunga the Fed akhir bulan ini lewat pidato Powell. Sedangkan, bursa regional pagi ini terlihat umumnya ikut juga menguat, di antaranya Indeks Nikkei yang menanjak 0,35% dan Indeks Hang Seng yang naik 1,25%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini berlanjut positif didukung sentimen bursa global, sementara bursa regional Asia kompak menguat dalam harapan pemangkasan suku bunga bulan ini. Berikutnya IHSG nampaknya masih dalam uptrend-nya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.465 dan 6.486. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.269, dan bila tembus ke level 6.190. Rifanfinancindo.


Sumber : Vibiznews

Rabu, 10 Juli 2019

Bursa Asia Pasifik Sedang Rugi, Bursa Tokyo dan Jakarta Bangkit

indeks nikkei

Rifan Financindo - Pada pertengahan perdagangan  saham Asia hari Rabu (03/07) banyak indeks bursa melemah yang turut tertekan dari kerugian perdagangan  bursa Wall Street semalam.  Saham Asia Pasifik sebagian besar turun  di tengah redanya ekspektasi  pemotongan suku bunga Fed bulan ini. Namun terdapat bursa yang rebound seperti di Jepang dan juga Jakarta.

Perdagangan saham China Daratan terus melemah melanjutkan kerugian perdagangan hari sebelumnya dengan kini indeks Komposit Shanghai turun 0,57%. Demikian juga di bursa saham Hong Kong, indeks  Hang Seng  anjlok parah dengan turun 0,89% meskipun pemimpin kota itu Carrie Lam mengatakan pada hari Selasa bahwa RUU ekstradisi kontroversial yang menyebabkan  protes besar-besaran di pusat keuangan Asia  sudah ditiadakan.

Di bursa saham Jepang, indeks Nikkei 225 yang dibuka menguat 0,28%, kini terpangkas dengan hanya menguat 0,07%. Indeks menguat oleh kekuatan saham-saham eksportir utama pasca pelemahan kurs yen.

Baca Juga :

Bursa saham Korea Selatan masih mencetak kerugian oleh berita terbaru dari pemerintah Jepang yang tidak berpikir sama sekali  untuk menarik pembatasan ekspor teknologi tinggi Jepang ke Korea Selatan. Indeks Kospi alami penurunan 0,13% sekalipun saham-saham besar sedang menguat seperti saham Samsung Electronics dan SK Hynix.

Pergerakan negatif juga terjadi di bursa kawasan Pasifik dengan indeks ASX 200 bursa saham Australia turun 0,33%. Demikian juga indeks NZX 50 bursa saham New Zealand alami penurunan 0,64%. Secara keseluruhan, indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,31%.

Untuk perkembangan perdagangan bursa saham Jakarta, sedang terjadi pergerakan yang positif dengan  IHSG menguat  0,25 persen ke 6367.59, dengan support  kuat dari kenaikan  saham-saham sektor trade dan  industri dasar. Rifan Financindo.


Sumber : Vibzinews

Selasa, 09 Juli 2019

Minim Sentimen, IHSG Diprediksi Masih di Zona Merah

20151102-IHSG-Masih-Berkutat-di-Zona-Merah-Jakarta

Rifan Financindo - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk pergerakan hari ini diperkirakan ditutup melemah. Adapun prediksi pergerakan pada kisaran support 6304-6327 dan resistance di 6370-6390.

Salah satu pemicu pelemahan indeks menurut analis disebabkan minimnya sentimen pendorong IHSG untuk perdagangan saham hari ini.

"IHSG kemungkinan besar masih akan tertekan di rentang 6304-6390. Selain itu secara teknikal rentang penguatan indeks juga sudah terbatas dan pola deadcross menandakan adanya potensi pelemahan," papar Analis PT Artha Sekuritas, Dennies Christoper Jordan di Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Baca Juga :

Di sisi lain, Head of Research PT Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi Ibrahimsyah memproyeksikan IHSG akan bergerak cenderung melemah dengan support resistance 6285-6370.

"Salah satu yang membuat indeks tersungkur disebabkan data indeks tingkat kepercayaan konsumen indonesia yang dirilis Bank Indonesia (BI) lebih rendah sebesar 126,4 dari 128,2 diperiode sebelumnya," terang dia.

Untuk itu, Lanjar menyarankan sejumlah saham yang dapat dikoleksi investor seperti saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Sedangkan Dennies menganjurkan saham PT Medco Energi International Tbk (MEDC), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), serta PT PP (Persero) Tbk (PTPP). PT Rifan Financindo.


Sumber : liputan 6

Senin, 08 Juli 2019

Rupiah Senin Melemah ke Rp14.150/USD; Dollar Asia Terkoreksi dari 2 Minggu Tertingginya



Rifanfinancindo - Dalam pergerakan pasar uang awal pekan Senin pagi ini (08/07), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, sementara dollar AS di pasar Asia terlihat terkoreksi teknikal setelah melejit di sesi global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar AS pagi ini melemah 0,48% ke level Rp 14.150 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.083.

Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah di Rp 14.115, kemudian bergerak melemah ke Rp14.155, dan terakhir pagi ini WIB terpantau di posisi Rp 14.150. Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar di pasar uang Asia agak terkoreksi teknikal setelah menanjak ke posisi 2 minggu tertinggi oleh kuatnya rilis data tenaga kerja AS (NFP) yang melampaui ekspektasi, meredamkan kemungkinan the Fed memangkas bunganya pada Juli.

Baca Juga :


Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi WIB ini turun ke level 97,23, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 97,29.

Sementara itu, IHSG Senin di sesi pertama, terpantau melemah 0,32% atau -20,898 poin ke level 6.352,613, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya melemah dengan berkurangnya kemungkinan the Fed memangkas bunganya pada Juli.

Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini balik menguat, dengan dollar di pasar Asia sempat menyentuh posisi 2 minggu terakhir lebihnya lalu terkoreksi teknikal. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp 14.080 – Rp 14.185. Rifanfinancindo.


Sumber : Liputan 6

Jumat, 05 Juli 2019

Harga Minyak Jatuh karena kekhawatiran Pelemahan Permintaan

Ilustrasi tambang migas

Rifan Financindo - Harga minyak jatuh pada perdagangan Kamis terbebani oleh data penurunan cadangan minyak AS yang lebih kecil dari perkiraan dan juga karena kekhawatiran pelemahan ekonomi global.

Mengutip Reuters, Jumat (5/7/2019), harga minyak berjangka jenis Brent untuk pengiriman bulan depan turun 52 sen atau 0,81 persen menjadi USD 63,30 per barel.

Sedangkan harga minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 54 sen atau 0,92 persen menjadi USD 56,89 per barel. Volume perdagangan minyak mentah cukup sepi karena libur 4 Juli di Amerika Serikat (AS).

Baca Juga :

Pelaku pasar sepertinya tidak tergerak oleh sentimen penahanan oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris terhadap sebuat kapal tangki super besar di Laut Gibraltar yang kemungkinan membawa minyak mentah dari Iran menuju Suriah.

Pelaku pasar lebih melihat mengenai stok data minyak mentah di AS dan juga mengenai perlambatan ekonomi dunia.

Berdasarkan data dari The U.S. Energy Information Administration, terjadi penurunan stok minyak mentah jika dihitung secara mingguan sebesar 1,1 juta barel. Angka ini jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan yang dilaporkan oleh the American Petroleum Institute pada awal pekan yang sebesar 5 juta barel.

"Data inventaris sama sekali tidak mendukung harga minyak untuk bisa meraih level yang lebih tinggi. Tidak hanya di bawah konsensus pada ahli tetapi juga di bawah laporan yang dibuat oleh the American Petroleum Institute," tulis Commerzbank dalam sebuah catatan kepada klien.

Ini menunjukkan bahwa permintaan dari Amerika Serikat yang merupakan konsumen terbesar minyak mentah di dunia bisa melambat di tengah-tengah perlambatan ekonomi.

Hal tersebut juga terbukti dengan data yang menunjukkan bahwa produksi pabrik-pabrik di AS mengalami penurunan pada Mei kemarin. Data produksi yang melemah di AS ini mengikuti laporan pertumbuhan bisnis di Eropa yang juga melambat pada bulan lalu.

"Mengesampingkan fluktuasi jangka pendek di sekitar data inventaris, mustahil untuk melarikan diri dari kenyataan bahwa kita berada di tengah-tengah penurunan manufaktur global," kata Stephen Innes, analis Vanguard Markets. Rifan Financindo.




Sumber : Liputan 6

Kamis, 04 Juli 2019

IHSG Rabu Pagi Terkoreksi ke Level 6358; Bursa Asia Menguatirkan Tensi Dagang Baru



PT Rifan Financindo - Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Rabu pagi ini (03/07) terpantau melemah 0,44% atau 27,021 poin ke level 6.358,703 setelah dibuka turun ke level 6.362,958. IHSG dalam koreksi di fase konsolidasi sejalan dengan bursa Asia, dimana bursa kawasan Asia pagi ini umumnya melemah di antara tensi dagang yang meningkat antara AS dan Eropa.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini terpantau bangkit menguat terbatas 0,02% ke level Rp 14.135, dengan dollar AS di pasar uang Asia terkoreksi meninggalkan 2 minggu tertingginya di tengah bertambahnya permintaan aset safe haven. Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.138.

Mengawali perdagangannya, IHSG turun ke level 6.362,958. Sementara indeks LQ45 ikut turun ke level 1.016,179. Pagi ini IHSG terpantau melemah 0,44% atau 27,021 poin ke level 6.358,703. Sementara LQ45 terlihat turun 0,69% atau 7,032 poin ke level 1016,194.


Baca Juga :

Tercatat saat ini sebanyak 140 saham naik, 201 saham turun dan 122 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street yang berakhir pada Rabu subuh terpantau ditutup menguat. Sedangkan, bursa regional pagi ini terlihat umumnya melemah, di antaranya Indeks Nikkei yang merosot 0,67% dan Indeks Hang Seng yang turun 0,27%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam koreksi teknikal di fase konsolidasi setelah 5 mingguannya rally, sementara bursa regional Asia cenderung melemah karena concern melebarnya perang dagang yang meningkat antara AS dan Eropa. Berikutnya IHSG kemungkinan dalam konsolidasi pendek untuk nantinya berupaya melanjutkan garis uptrend-nya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.465 dan 6.486. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.269, dan bila tembus ke level 6.190. PT Rifan Financindo.


Sumber : Vibiznews

 
Disclaimer: Semua informasi yang tersedia dalam blog ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan informasi yang terbaik, akan tetapi kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blog ini.

PT. Rifan Financindo Berjangka Surabaya
Wisma Bii Lt. 16 Jl. Pemuda 60-70 Surabaya 60271 Telp : 031-5349800(hunting), Fax : 031-5347800