English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Kamis, 19 Desember 2019

Sempat Tertekan, IHSG Akhirnya Ditutup Menguat ke 6.287,25

Pembukaan-Saham

PT Rifan Financindo - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu ditutup di zona hijau pada perdagangan Rabu pekan ini. Di awal perdagangan hari ini, IHSG sempat tertekan.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu (18/12/2019), IHSG ditutup naik 42,89 poin atau 0,69 persen ke posisi 6.287,25. Sementara itu, indeks saham LQ45 naik 1,09 persen ke posisi 1.019,08.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 6.287,25 dan terendah 6.219,33.

Baca Juga :

Sebanyak 185 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 218 saham melemah dan 150 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 555.222 kali dengan volume perdagangan 12,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 10 triliun.

Investor asing beli saham mencapai Rp 1,1 triliun di total pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.975.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, tiga sektor yang berada di zona merah yaitu sektor pertambangan turun 1,44 persen, sektor aneka industri melemah 0,90 persen dan sektor barang konsumsi yang melemah 0,34 persen.

Saham yang Menguat dan Melemah
Sementara sektor yang menguat dipimpin oleh sektor keuangan yang naik 2,02 persen. Kemudian diikuti oleh industri dasar yang naik 1 persen dan sektor kontruksi yang menguat 0,42 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain PMJS yang naik 60 persen ke Rp 200 per saham, TGRA menguat 34,86 persen ke Rp 147 per saham dan IMAS naik 25 persen ke Rp 1.250 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah diantaranya TFCO yang turun 23,53 persen ke Rp 520 per lembar saham, SDRA melemah 23,21 persen ke Rp 645 per lembar saham dan BRAM turun 20 persen ke Rp 10.800 per lembar saham. PT Rifan Financindo.


Sumber : Liputan 6

Rabu, 18 Desember 2019

IHSG Dibuka Tertekan ke 6.236,55

Perdagangan Awal Pekan IHSG Ditutup di Zona Merah

Rifanfinancindo - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada pembukaan perdagangan Rabu pekan ini. Investor asing melakukan aksi beli saham pada awal perdagangan hari ini.

Pada pra pembukaan perdagangan, Rabu (18/12/2019), IHSG turun 1,03 poin atau 0,02 persen ke level 6.243,31. IHSG masih tetap berada di zona merah pada pukul 09.05 WIB. IHSG turun lebih dalam yaitu 9,53 poin atau 0,12 persen menjadi 6.236,55.

Indeks saham LQ45 juga turun 0,33 persen ke posisi 1.004,56. Sebagian besar indeks saham acuan bergerak di zona merah.

Baca Juga :

Pada awal pembukaan perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.249,22 dan terendah di 6.228,59.

Sebanyak 105 saham menguat tetapi tak mampu mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 107 saham melemah dan 144 saham diam di tempat.

Adapun total frekuensi di awal perdagangan saham 34.080 kali dengan volume perdagangan 370 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 318 miliar.

Investor asing beli saham Rp 6,7 miliar di pasar reguler dan posisi rupiah di angka 14.005 per dolar AS.

Saham Pendorong dan Penekan
Dari 10 sektor pembentuk IHSG, sektor yang menguat dan melemah seimbang. Sektor yang melemah adalah pertambangan, aneka industri, barang konsumsi, infrastruktur, dan manufaktur. Sedangkan sektor lainnya menguat.

Saham-saham yang menguat diantaranya PMJS naik 69,60 persen ke level Rp 212 per lembar saham, KBLM naik 16,05 persen menjadi Rp 376 per lembar saham dan DAYA naik 15,75 persen menjadi Rp 294 per lembar saham.

Sementara saham-saham yang melemah dan membawa IHSG ke zona merah antara lain BAJA turun 15,62 persen menjadi Rp 54 per lembar saham, SSTM turun 11,39 persen menjadi Rp 420 per saham dan TIFA turun 7,08 persen menjadi Rp 210 per saham. Rifanfinancindo.


Sumber : Liputan 6

Selasa, 17 Desember 2019

EUR/USD Diperdagangkan Dekat Ketinggian Harian Ditengah Bagusnya Sentimen Pasar



Rifan Financindo - Pasar optimis sekalipun dengan kehati-hatian mengenai berita-berita perang dagang, dengan terbatasnya tindakan sementara para investor menunggu petunjuk-petunjuk yang baru. Aktifitas manufaktur Uni Eropa stagnasi, namun hasil jasa membaik sedikit pada bulan Desember.

Pasangan matauang EUR/USD sempat diperdagangkan dekat ketinggian harian menjelang pembukaan perdagangan sesi Amerika Serikat, disekitar 1.1145. Optimisme yang berhati-hati dipicu oleh pengumumnan kesepakatan perdagangan AS-Cina fase pertama mendukung assets dengan imbal hasil yang tinggi.

Baca Juga :

GBP/USD turun sedikit ke 1.1137 dengan angka yang dirilis dari makro ekonomi Eropa mengecewakan dengan angka perkiraan pendahuluan Markit PMI untuk bulan Desember dan hasil manufaktur di Uni Eropa tetap stagnan. PMI manufaktur Jerman jatuh ke 43.4, sementara untuk Uni Eropa terkontraksi ke 47.4. Sektor jasa tetap meningkat dengan indeks Jerman sesuai dengan yang diperkirakan di 52 dan indeks Uni Eropa mengatasi yang diperkirakan di 52.4.

Amerika Serikat semalam merilis NY Empire State Manufacturing Index bulan Desember, yang naik dari sebelumnya meskipun kurang dari yang diperkirakan, di 3.5, naik dari sebelumnya 2.9. Sementara aktual PMI Manufaktur hanya turun sedikit di 52.5 dari yang diperkirakan 52.6. Dan aktual PMI Jasa muncul di 52.2 mengatasi dari yang diperkirakan di 52.

Indikator tehnikal berusaha untuk pulih namun tetap mandek di level netral, tidak sanggup untuk memberikan kepastian akan keuntungan selanjutnya. “Support” terdekat berada di 1.1110 yang apabila berhasil ditembus akan lanjut ke  1.1090 dan kemudian 1.1065. Sedangkan “resistance” terdekat menunggu di 1.1150 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1180 dan kemudian 1.1220. Rifan Financindo.


Sumber : Vibzinews

Senin, 16 Desember 2019

Rupiah Senin Pagi Terkoreksi ke Rp13.998/USD; Dollar Asia Turun Lagi



PT Rifan Financindo - Dalam pergerakan pasar uang awal pekan Senin pagi ini (16/12), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau terkoreksi, sementara dollar AS di pasar Asia turun tipis setelah rebound kuat di sesi global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar AS pagi ini melemah 0,09% ke level Rp 13.998 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 13.985.

Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 13.995, kemudian bergerak lemah ke Rp13.998, dan terakhir pagi ini WIB terpantau di posisi Rp13.998. Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar tampak terkoreksi di pasar uang Asia setelah sempat rebound, ini tertekan dengan deal fase pertama nego dagang AS – China serta penguatan pound sterling oleh kemenangan PM Inggris Johnson yang akan melancarkan Brexit.


Baca Juga :

Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi hari WIB ini turun ke level 97,09, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 97,17.

Sementara itu, IHSG Senin di sesi pertama, terpantau menguat menguat lagi 0,40% atau 24,510 poin ke level 6.221,961, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed sekalipun telah muncul optimisme deal dagang fase satu..

Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini balik menguat, dengan dollar di pasar Asia terkoreksi setelah rebound. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp 13.905 – Rp 14.100. PT Rifan Financindo.


Sumber : Vibiznews

Jumat, 13 Desember 2019

Bursa Asia Ditutup Mixed, Saham Korea Cetak Untung 5 Hari Berturut

 
Rifanfinancindo - Bursa saham Asia berakhir mixed  pada akhir sesi  hari Kamis  (12/12) dikarenakan investor berhati-hati menjelang batas waktu tarif AS-China akhir pekan ini dan pemilihan Inggris terkait Brexit hari ini dengan jajak pendapat sebelumnya diprediksi kemenangan Konservatif yang sempit.

Perdagangan saham China berakhir lebih rendah untuk menghentikan kenaikan lima hari jelang keputusan tarif impor Trump. Terpantau indeks Shanghai Composite turun 0,3 persen menjadi 2.915,70 sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong berakhir sebanyak 1,31 persen pada 26.994,14.

Bursa saham Jepang berakhir dengan catatan datar sebagai batas waktu untuk putaran tambahan tarif AS pada impor China yang menjulang serta mengecewakannya data pesanan mesin Jepang. Indeks Nikkei naik 0,14 persen menjadi 23.424,81, sedangkan indeks Topix  ditutup 0,12 persen lebih rendah pada 1.712,83.

Baca Juga :


Kantor Kabinet Jepang umumkan nilai total pesanan mesin inti di Jepang turun  6,0 persen secara berurutan di bulan Oktober. Data ini bertolak belakang dengan  perkiraan untuk kenaikan 0,7 persen setelah penurunan 2,9 persen pada September. Pada basis tahunan, pesanan mesin inti merosot 6,1 persen .

Di bursa saham Korea Selatan perdagangan masih terus untung masuki sesi kelima berturut-turut, yang dibantu oleh pembelian besar-besaran asing setelah Federal Reserve mengisyaratkan suku bunga akan tetap ditahan hingga 2020. Indeks Kospi naik 31,73 poin, atau 1,51 persen, menjadi 2.137,35, dengan saham teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix melonjak sekitar 3 persen.

Dikawasan Pasifik, pasar saham Australia jatuh  terseret oleh anjloknya sektor keuangan. Indeks acuan  ASX 200 turun 43,80 poin, atau 0,65 persen, menjadi 6.708,80 . Saham Westpac Banking Corp turun 1,2 persen karena dewan direksi menghadapi pengawasan ketat atas skandal pencucian uang dan eksploitasi anak pada pertemuan umum tahunan maraton. Saham tiga bank utama lainnya turun antara 0,7 persen dan 1,3 persen.

Untuk bursa saham Selandia Baru sempat berfluktuasi sebelum berakhir sedikit lebih tinggi, dengan indeks acuan  NZX 50 berakhir naik 16,02 poin  atau 0,14 persen  pada posisi 11.307,98. Kantor Statistik New Zealand melaporkan harga makanan Selandia Baru turun untuk bulan kedua berturut-turut di bulan November. Harga makanan turun 0,7 persen secara bulanan, menyusul penurunan 0,3 persen di Oktober.

Melihat pergerakan bursa saham Indonesia, indeks harga saham gabungan (IHSG) masih menunjukkan trend yang bearish dengan  ditutup turun 0,66 persen ke posisi 6139,39. Indeks ini ditekan kuat oleh anjlok parahnya saham sektor infrastruktur dan property. Rifanfinancindo.


Sumber : Vibiznews

Kamis, 12 Desember 2019

Rupiah Kamis Pagi Melemah ke Rp14.045/USD; Dollar Asia Amblas ke 4 Bulan Terendah

 

Rifan Financindo - Dalam pergerakan pasar uang Kamis pagi ini (12/12), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau terkoreksi, sementara dollar AS di pasar Asia anjlok setelah flat di sesi global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar AS pagi ini melemah 0,07% ke level Rp 14.045 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.035.

Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka stabil ke Rp 14.035, kemudian bergerak lemah ke Rp14.045, dan terakhir pagi ini WIB terpantau di posisi Rp14.045. Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar tampak amblas di pasar uang Asia ke level 4 bulan terendahnya setelah flat oleh the Fed yang mengindikasikan tidak akan menaikkan suku bunga di tahun 2020.


 
Baca Juga :
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi hari WIB ini amblas ke level 97,12, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 97,41.

Sementara itu, IHSG Kamis di sesi pertama, terpantau menguat 0,30% atau 17,901 poin ke level 6.198,506, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya menguat oleh the Fed yang mengindikasikan tidak menaikkan suku bunga di tahun 2020.

Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia melorot setelah flat. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp 13.968 – Rp 14.100. Rifan Financindo.


Sumber : Vibiznews

Rabu, 11 Desember 2019

Rupiah Rabu Pagi Terkoreksi ke Rp14.035/USD; Dollar di Asia Rebound



PT Rifan Financindo - Dalam pergerakan pasar uang Rabu pagi ini (11/12), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau terkoreksi, sementara dollar AS di pasar Asia rebound setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar AS pagi ini melemah 0,18% ke level Rp 14.035 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.010.

Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka menguat ke Rp 13.995, kemudian bergerak lemah ke Rp14.035, dan terakhir pagi ini WIB terpantau di posisi Rp14.035. Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar tampak menanjak di pasar uang Asia setelah melemah di tengah pasar yang menantikan pengumuman bunga acuan dari ECB dan the Fed yang diperkirakan akan bertahan.


Baca Juga :
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi hari WIB ini rebound ke level 97,50, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 97,41.

Sementara itu, IHSG Rabu di sesi pertama, terpantau menguat 0,27% atau 17,640 poin ke level 6.202,384, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya variatif menjelang pengumuman suku bunga the Fed.

Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini balik menguat, dengan dollar di pasar Asia agak merangkak naik setelah terkoreksi. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp 13.968 – Rp 14.100. PT Rifan Financindo.


Sumber : Vibiznews

 
Disclaimer: Semua informasi yang tersedia dalam blog ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan informasi yang terbaik, akan tetapi kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blog ini.

PT. Rifan Financindo Berjangka Surabaya
Wisma Bii Lt. 16 Jl. Pemuda 60-70 Surabaya 60271 Telp : 031-5349800(hunting), Fax : 031-5347800