English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Selasa, 19 November 2013

Harga Emas Susut Terdorong Kekhawatiran Pencabutan Stimulus AS




Liputan6.com, Singapura : Harga emas berjuang untuk naik pada perdagangan Selasa (19/11/2013) pagi ini, untuk mengocok kerugian tajam dari sesi sebelumnya. 
Harga emas juga terpengaruh penguatan ekuitas dan ketidakpastian baru atas prospek stimulus Amerika Serikat (AS).
Harga emas di pasar bergerak turun di level US$ 1.274,21 per ounce, setelah turun 1,2% pada Senin (18/11/2013), melansir laman Reuters.
Pejabat di Federal Reserve mengatakan terjadi hal yang berlawanan dari spektrum kebijakan di mana menunjukkan adanya perbaikan dalam ekonomi AS.
Hal ini menjadi batu sandungan akan gagasan bahwa bank sentral semakin dekat untuk mengurangi laju pembelian aset bulanan.
Harga emas sempat terdorong pekan lalu setelah Janet Yellen, diprediksi menjadi pimpinan baru the Fed. Dia diperkirakan akan memilih untuk melanjutkan kebijakan bank sentral dalam bidang moneter, yakni pembelian obligasi bulanan yang akan memoles daya tarik emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi.
Di sisi lain, sebagian besar pedagang emas di India berjuang untuk mendapatkan pasokan meskipun harus membayar dengan harga tinggi karena terpicu musim pernikahan.
 
 Sumber : Liputan6

Adiknya CR-V Bernama Honda CR-U

 
 
TOKYO – Honda menyiapkan Urban SUV yang akan ditampilkan pada ajang Tokyo Motor Show (TMS) 2013. Mobil yang digadang-gadangkan sebagai adik dari CR-V ini akan mendapatkan nama Honda CR-U.

Urban SUV Concept sudah sempat diperkenalkan pada ajang Detroit Motor Show. Dan kini versi produksi dari Urban SUV ini akan diperlihatkan di ajang Tokyo Motor Show 2013. Kabarnya, Honda CR-U ini akan dijual pada tahun depan.

Tampilan versi produksi dari CR-U atau Urban SUV ini dijanjikan tidak akan mengalami banyak perbedaan dibanding model konsep. Ubahan pada versi produksi akan diberikan di sisi velg, kaca spion dan juga revisi pada lampu depan.

Honda CR-U akan bertemu rival kuat seperti Nissan Juke, Peugeot 2008 dan juga Fiat 500X. Urban SUV ini dirancang berdasarkan platform dari New Jazz atau Honda Fit. Secara desain memang tidak jauh-jauh dari Honda CR-V dengan lengkungan di belakang.

CR-U akan dipersenjatai mesin 1,6 liter dan 1,8 liter EarthDream. Kabarnya, Honda juga akan memasukan versi mesin diesel untuk beberapa pasar. CR-U akan menjadi model baru dari Honda bersama Mobilio yang siap menghentak pasar di tahun depan.

Sumber : Okezone

Harga Emas Terpukul Mundur; Kenaikan di Bursa Saham Hilangkan Minat pada Safe Haven



Harga emas mengalami penurunan signifikan pada perdagangan tadi malam dan ditutup di teritori negatif (19/11). Harga logam mulia tersebut melemah setelah rebound di bursa saham mengakibatkan para investor kembali berminat terhadap aset safe haven seperti emas. Turunnya pembelian emas fisik juga turut mendorong melemah harga emas.
Peningkatan di pasar saham mengakibatkan para investor berduyun-duyun mengalihkan dana investasinya ke pasar modal. Propporsi portofolio emas mengalami penurunan tajam setelah Dow Jones kembali mencapai rekor tertinggi pada perdagangan tadi malam.
Harga emas spot LLG terpantau mengalami penurunan sebesar 1.3 persen dan ditutup pada posisi 1273 dollar per troy ons. Harga emas ini telah membukukan peningkatan sebesar 2 persen selama tiga hari rally.
Harga emas berjangka Comex mengalami penurunan. Harga emas tersebut melemah sebesar 1.2 persen dan ditutup pada posisi 1272.30 dollar per troy ons.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga emas berjangka dan LLG spot akan mengalami penurunan lanjutan. Untuk sementara harga komoditas ini akan berada di kisaran 1260 – 1280 dollar.


Sumber : Vibiznews


Dollar AS pada dini hari ini ( 19 November ) bergerak melemah terhadap mata uang utama lain yang merupakan rivalnya. Harga pembukaan berada pada 1.04375 di awal perdagangan (00.00 GMT), pada USDCAD mata uang tersebut telah turun sekitar -9 pips atau sekitar -0.09 % dan nilai bergulir terpantau berada di 1.0428.
Sentimen negatif terhadap mata uang Dollar AS nampak menguat setelah National Association of Home Builders (NAHB) menyampaikan kepada publik bahwa kinerja sektor perumahan di Amerika Serikat belum menunjukkan adanya sinyal yang membaik.
Hal itu ditunjukkan dengan masih tetapnya indikator fundamental ekonomi NAHB Housing Market Index yang bertahan di angka 54 dari nilai periode lalu yang juga 54. Laporan aktual tersebut menunjukkan kinerja yang lebih rendah dari harapan sejumlah ekonom, yang memperkirakan akan dapat naik ke angka 56.
Sementara itu calon Pimpinan The Fed selanjutnya Janet Yellen pada baru-bau ini mengemukakan bahwa dirinya memiliki komitmen untuk memperkuat recovery ekonomi di AS dan akan mengupayakan bahwa stimulus moneter di AS tidak akan terlalu cepat dihentikan.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Dollar AS bahwa range normal USDCAD pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 1.0421 dan level resistance pada kisaran 1.0469.


Sumber : Vibiznews

Dolar AS Jatuh ke Posisi Terendah dalam 1 Minggu Jelang Pidato Fed.



Indeks dolar AS Bloomberg turun ke level terlemah dalam kurun waktu lebih dari seminggu ditengah taruhan beberapa pembicara Federal Reserve akan mengkumandangkan kembali apa yang di katakan oleh calon ketua Janet Yellen mengenai kebutuhan untuk stimulus moneter.
Dolar AS tergelincir untuk hari yang kedua terhadap euro sebelum pernyataan hari kemarin oleh presiden Fed New York William C. Dudley, seorang yang punya hak suara di dalam kebijakan moneter. Rekannya Charles Plosser dan Narayana Kocherlakota juga di skedulkan untuk berbicara. Rupee India dan real Brazil memimpin dalam kenaikan diantara matauang emerging market sebagaimana equities di Asia dan Eropa dikuatkan setelah Cina berjanji akan memperluas kebebasan ekonomi terbesar sejak 1990.
“Pasar sedang memperlakukan dolar dengan tidak ramah,” kata Peter Kinsella, seorang ahli strategi foreign exchange di Commerzbank AG di London. “Yellen lunak dan beberapa dari data struktural AS tidaklah fantastik. Sepanjang sentimen ekuitas tetap baik seperti biasanya, saya tidak melihat alasan bagi dolar untuk meningkat dengan kuat. “
Dolar jatuh 0.2% ke $1.3519 per euro setelah menyentuh $1.3522 juga terlemah sejak 7 November. Mata uang AS ini jatuh 0.1% menjadi 100.07 yen setelah naik ke 100.44 pada 15 November, level terkuat sejak 11 September. Matauang Jepang sedikit berubah pada 135.28 per euro setelah menyusut menjadi 135.40, level terlemah sejak 30 Oktober.
 
 
Sumber : Vibiznews

Harga Minyak Mentah Ditutup Anjlok di Nymex; Dudley Bawa Sinyal Tapering



Pada perdagangan di bursa komoditas Nymex dini hari tadi harga minyak mentah mengalami penurunan yang cukup signifikan (19/11). Harga minyak mentah anjlok setelah adanya spekulasi bahwa pasokan akan berlebihan, seiring pula dengan potensi turunnya permintaan. Tadi malam beberapa petinggi The Fed kembali menegaskan mengenai kemungkinan untuk mengurangi program pembelian obligasi pemerintah dalam waktu dekat.
Presiden Fed New York William Dudley dalam testimoninya tadi malam mengatakan bahwa dirinya makin yakin dengan kondisi ekonomi Amerika Serikat. Berlawanan dengan Janet Yellen, tampaknya Dudley ingin memberikan sinyal bahwa program stimulus moneter seharusnya sudah mulai dipertimbangkan untuk dikurangi, atau dikenal dengan istilah tapering.
Para investor juga menantikan kabar dari perundingan antara Iran dengan negara-negara Barat yang akan kembali dilakukan pada tanggal 20 November mendatang. Jika tercapai kesepakatan mengenai program nuklir Iran, harga minyak bisa melanjutkan penurunannya.
Harga minyak mentah WTI di Nymex tampak membukukan penurunan sebesar 81 sen dan ditutup pada posisi 93.03 dollar per barel dini hari tadi. Sementara itu harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak Januari mengalami penurunan sebesar 3 sen dan ditutup pada posisi 108.47 dollar per barel.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah akan mengalami penurunan lanjutan. Untuk sementara harga komoditas ini akan berada di kisaran 92.00 – 95.00 dollar.


Sumber : Vibiznews

Emas Spot Turun, Emas Batangan Antam Belum Bergerak



Emas yang ditransaksikan di pasar spot hari ini (Senin, 18 November 2013, 15:14:50 GMT) terpantau bergerak melemah , dan harga emas tersebut terpantau turun setelah dibuka di 1288.11 USD/tr oz di awal perdagangan (00.00 GMT). Emas telah turun sekitar -7.77 USD/tr oz atau sekitar -0.60 % dan pada saat berita ini diturunkan nilai bergulir terpantau berada pada kisaran 1280.33 USD/tr oz.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting menyampaikan bahwa emas spot turun merespon perkembangan yang mix pada ekonomi AS. Baru saja National Association of Home Builders (NAHB) menyampaikan kepada publik bahwa kinerja sektor perumahan di Amerika Serikat belum menunjukkan adanya sinyal yang membaik.
Perkembangan itu ditunjukkan dengan masih tetapnya indikator fundamental ekonomi NAHB Housing Market Index yang bertahan di angka 54 dari nilai periode lalu yang juga 54. Adanya laporan aktual tersebut menunjukkan kinerja yang lebih rendah dari harapan sejumlah ekonom, yang memperkirakan akan dapat naik ke angka 56.
Dilain pihak Department of the Treasury melaporkan data positif dimana indikator TIC Long-Term Purchases mengalami kenaikan ke angka 25.5B dari -9.8B. Lebih tinggi dari harapan sejumlah ekonom yaitu hanya dapat naik ke angka 21.3B.
Sementara itu harga emas batangan di Logam Mulia/Antam pada hari ini (18 November) adalah Rp. 524000/gr untuk Minted Bars ukuran 1 gr , Rp. 495000/gr untuk Minted Bars ukuran 5 gr dan Rp. 490000/gr untuk Minted Bars ukuran 10 gr.
Dengan demikian Minted Bars dengan ukuran 1 gram telah mengalami penurunan sebesar Rp. 0/gr atau turun sekitar 0%/batang, Minted Bars ukuran 5 gr telah turun Rp. 0/gr atau turun sekitar 0%/batang, dan Minted Bars ukuran 10 gr telah turun Rp. 0/gr atau turun sekitar 0%/batang.

Sumber : Vibiznews

 
Disclaimer: Semua informasi yang tersedia dalam blog ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan informasi yang terbaik, akan tetapi kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blog ini.

PT. Rifan Financindo Berjangka Surabaya
Wisma Bii Lt. 16 Jl. Pemuda 60-70 Surabaya 60271 Telp : 031-5349800(hunting), Fax : 031-5347800