English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Jumat, 15 November 2013

Indeks Saham di Wall Street Kembali Catat Rekor

 
 
VIVAnews - Indeks saham utama Amerika Serikat, Wall Street, kembali naik ke level tertinggi sepanjang masa untuk hari kedua transaksi berturut-turut, yaitu pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat, atau Jumat dini hari waktu Indonesia barat.

Namun, seperti dikutip dari laman Washington Post, Jumat 15 November 2013, penguatan Wall Street didorong oleh maraknya pembelian sejumlah saham yang dinilai investor bisa menghindari risiko merugi saat ini. Saham-saham tersebut, di antaranya sektor energi listrik, perbankan, dan industri farmasi.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 54,59 poin atau 0,4 persen pada posisi 15.876,22. Indeks S & P 500 berakhir menguat 8,62 poin atau 0,5 persen menjadi 1.790,62 dan Nasdaq Composite Index naik 7,16 poin atau 0,2 persen ke level 3.972,74.

Untuk pekan ini, Dow Jones tercatat berhasil naik 114,44 poin atau 0,7 persen. Indeks S & P 500 menguat 20,01 poin atau 1,1 persen. Sedangkan Nasdaq naik 53,51 poin atau 1,4 persen.

Sementara itu, untuk periode 31 Desember 2012 hingga 14 November 2013, Dow Jones membukukan kenaikan sebanyak 2.772,08 poin atau 21,2 persen.
Indeks S & P 500 menguat hingga 364,43 poin atau 25,6 persen dan Nasdaq naik 953,23 poin atau 31,57 persen.
 
Sumber : Vivanews

Harga Minyak Tertekan Pernyataan The Fed




Liputan6.com, New York : Harga minyak turun merespons pernyataan calon Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) Janet Yellen yang berencana untuk melanjutkan program stimulus moneter.
Seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (15/11/2013), harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember turun US$ 12 sen menjadi US$ 93,76 per barel di New York Mercantile Exchange (NYMEX). Sementara, minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember naik US$ 1,42 menjadi US$ 108,54 per barel .
Yellen menyatakan hal itu di depan Komite Perbankan Senat AS. Dia berpendapat, meski ekonomi AS lebaih kuat dan terus meningkat signifikan, namun masih belum bisa mengembalikan kerugian paska resesi.
Dia menjelaskan, meski begitu, pemulihan yang kuat pada akhirnya memungkinkan Fed untuk segera menarik dana stimulusnya dan mengurangi ketergantungan pada perangkat kebijakan konvensional seperti pembelian aset yang sekarang dilakukan.
Pernyatannya itu mendorong harga minyak AS dan menutupi kerugian awal karena peningkatan persediaan minyak mentah yang terjadi selama delapan minggu berturut-turut.
Badan stastiktik Departemen Energi AS, Energy Information Administration (EIA) melaporkan, pasokan minyak AS bertambah 2,6 juta barel menjadi 388,1 juta barel untuk pekan yang berakhir 2 November. Angka tersebut melampaui ekspektasi pasar yang memprediksi kenaikan hanya 1,8 juta barel.
Sementara dari segi ekonomi, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, klaim tunjangan pengangguran berkurang 2.000 menjadi 339 ribu dalam pekan yang berakhir 9 November. Angka trsebut berbeda tipis dengan prediksi para analis di level 330 ribu.


Sumber : Liputan6

Harga Emas Mulai Kinclong

 

Liputan6.com, Chicago : Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Merchantile Exchange untuk perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) naik untuk pertama kalinya dalam enam sesi terakhir akibat merebaknya prediksi Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) tak akan terburu-buru menarik program stimulusnya.

Seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (15/11/2013) kontrak emas paling aktik untuk pengiriman Desember naik US$ 17,9 atau 1,41% menjadi US$ 1.286,3 per ounce.
Dalam persiapannya menghadapi pertemuan dengan Kongres, Wakil Gubernur The Fed Janet Yellen menyatakan, meski ekonomi AS telah menguat signifikan dan terus meningkat, negara adidaya itu masih memiliki banyak pekerjaan lain guna memulihkan ekonominya paska resesi.
Kendati pernyataan Yellen sangat mengejutkan banyak pihak, tapi hal itu tak cukup untuk mendongkrak naik harga emas yang telah merosot selama lima sesi perdagangan berturut-turut.
Emas juga memperoleh dorongan dari laporan Departemen Tenaga Kerja AS yang menyatakan klaim tunjangan pengangguran berkurang 2.000 menjadi 339 ribu dalam pekan yang berakhir 9 November. Angka trsebut berbeda tipis dengan prediksi para analis di level 335 ribu.
Sementara itu laporan dari World Gold Counsil menunjukkan permintaan emas fisik sepanjang kuartal III anjlok 21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menjadi 868,5 metrik ton.
Para analis mengungkapkan, jika harga emas tak berhasil menembus level US$ 1.430 dalam dua kuartal ke depan, permintaan investasi logam mulia tersebut akan terus merosot.
Harga perak untuk kontrak pengiriman Desember juga tercatat naik US$ 28 sen atau 1,37% menjadi US$ 20,722 per ounce.
 
 
Sumber : Liputan6

Kamis, 14 November 2013

Ponsel Melengkung LG Dijual Rp 10 Jutaan, Minat?



Jakarta - LG akhirnya mengumumkan harga resmi dari G Flex. Smartphone Android yang punya kelebihan karena layarnya yang melengkung dijual di Korea Selatan sebesar 1 juta won atau sekitar Rp 10 jutaan. Minat?

Banyak yang menilai, harga perangkat ini tergolong mahal. Namun ia punya keunikan lantaran menggunakan layar fleksibel sehingga membuatnya tampak membungkuk. Untuk sementara LG G Flex baru dijual di Korea Selatan, tetapi direncanakan ia juga akan dilepas secara global.

Dikutip detikINET dari GSM Arena, Rabu (13/11/2013), harga LG G Flex ini tak berbeda dengan Samsung Galaxy Round yang mempunyai kelebihan sama. Ponsel cerdas itu memang dijual sedikit lebih mahal yakni sebesar 1,09 juta atau Rp 11 jutaan.

Seperti diketahui, secara desain, LG G Flex memang tak terlalu berbeda bila dibandingkan dengan G2 yang menjadi andalan baru mereka. Memang, secara jelas layarnya menjadi lebih melengkung.

Paling menarik adalah fitur yang disebut self-healing, dimana ketika bagian belakang ponsel mengalami goresan kecil maka akan 'sembuh' dengan sendirinya. Ini tak terlepas dari bentuknya yang lebih bungkuk.

Secara keseluruhan, LG G Flex dipersenjatai dengan prosesor Snapdragon 800 dan RAM 2 GB. Dengan kamera 13 megapixel dan mempunyai tombol pengunci di bagian belakang.

Sumber : Detik

Pertama di Indonesia, LG Boyong TV Layar Melengkung

Jakarta - Bukan cuma menghadirkan jajaran TV ultra berdefinisi tinggi, namun LG ternyata ingin menjadi vendor pertama yang memasarkan TV dengan layar melengkung di Indonesia.

Rencana TV dengan layar melengkung ini sejatinya telah dicuatkan pada ajang Consumer Electronics Show (CES) 2013 silam. Kemudian LG mulai mempertontonkan produk jadi TV tersebut pada gelaran IFA di Berlin, Jerman, September kemarin.

Beberapa bulan kemudian LG resmi menjadi produsen pertama di Indonesia yang menjual TV tersebut.

"Ya, kami yang pertama dan satu-satunya di Indonesia," klaim Eko Adhi Suyitno, Product Marketing Manager FPD LG Electronics Indonesia.

TV dengan layar melengkung dipercaya dapat menampilkan gambar lebih baik dibanding TV layar datar. Apalagi TV jenis ini sudah dilengkapi dengan layar berbasis OLED yang memiliki tingkat cahaya lebih tinggi dibanding LED.

Pun demikian bukan tanpa cela. Saat dijajal detikINET, LG EA9800 memang memiliki tampilan visual yang mengagumkan, tapi hanya pada jarak tertentu saja.

"Memang, ideal itu TG layar melengkung ini ( LG EA9800-red) dilihat pada jarak 3,5 meter. Di luar itu tentu kualitasnya berbeda," jelas Eko, saat meluncurkan LG EA980 di Pullman Hotel, Kamis (14/11/2013).

LG EA9800 merupakan TV layar 55 inch pertama di Indonesia yang memiliki layar melengkung. Produk ini dibanderol Rp 105 juta, itu pun calon pembeli masih harus sabar menunggu.

"Pesan hari ini, barangnya baru bisa diantar bulan depan," tandas Eko.


Sumber : Detik

Berlian Berwarna Pink Laku Dijual Rp948 Miliar




JENEWA - Sebuah berlian dengan ukuran besar mampu terjual dengan harga lebih dari USD83 juta atau sekira Rp948 miliar (Rp11.423 per USD) dalam sebuah lelang. Hasil itu jauh melebihi harga perkiraan sebelumnya.

Berlian berwarna merah muda yang diketahui bernama "The Pink Star" dilelang oleh Balai Lelang Sotheby's di Jenewa, Swiss. Berlian tersebut dianggap sebagai salah satu batu berlian yang paling berharga dalam sebuah pelelangan. Demikian diberitakan Associated Press, Kamis (14/11/2013).

Jenis berlian ini masuk dalam kategori Type IIa, yang dianggap langka bagi berlian berwarna merah muda atau pink. Pihak pemilik berlian, Steinmetz Diamonds, membutuhkan waktu dua tahun untuk memotongnya dari bentuk awal dengan 132,5 karat hingga ke bentuk sekarang.

Pada awalnya berlian ini dipamerkan ke publik pada Mei 2003 dengan nama "Steinmetz Pink". Namun pada 2007, berlian tersebut dijual secara pribadi dan diberi nama ulang menjadi "The Pink Star".

Penjualan di Jenewa dilakukan setelah sebuah berlian berwaran oranye berhasil dijual di Balai Lelang Christie's. Berlian tersebut berhasil terjual seharga USD35,3 juta atau sekira Rp405,5 miliar.

Lelang di Jenewa menarik perhatian para pencari berlian di seluruh dunia. Tidak diketahui siapa pembeli dari berlian "The Pink Star" tersebut.


Sumber : Detik.com

Harga Emas LLG Kembali Menguat 2 Hari Berturut-turut Ditopang Testimoni Yellen



Pada perdagangan di Asia hari ini harga emas terpantau mengalami kenaikan lanjutan (14/11). Harga emas menguat untuk dua hari berturut-turut setelah Janet Yellen, wakil chairman Fed sekaligus kandidat pengganti Bernanke menyatakan dukungannya untuk kelanjutan program stimulus moneter di Amerika Serikat.
Pada testimoninya di hadapan kongres, Yellen mengatakan bahwa Fed masih harus berupaya untuk mendorong ekonomi sebelum lembaga ini bisa kembali ke “pendekatan yang lebih normal” dalam kebijakan moneternya. Ini merupakan sebuah sinyal bahwa Fed belum akan melakukan tapering dalam waktu dekat.
Testimony Yellen ini bertolak belakang dengan pernyataan Presiden Fed Atlanta Dennis Lockhart. Sehari sebelumnya Lockhart mengatakan bahwa perundingan mengenai tapering bisa saja terjadi bulan depan.
Para pelaku pasar lebih terpengaruh oleh pernyataan Janet Yellen. Untuk hari ini harga emas terpantau kembali mengalami peningkatan dari posisi penutupan perdagangan dini hari tadi. Saat ini harga emas spot LLG terpantau berada di posisi 1285.95 dollar, menguat 4.30 dollar dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan dini hari tadi. Harga hari ini juga merupakan yang tertinggi dalam 4 hari belakangan.
Hari ini harga emas  berpotensi untuk mengalami kenaikan lanjutan. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas logam mulia ini akan berada pada kisaran 1280 – 1295 dollar.


Sumber : Vibiznews

 
Disclaimer: Semua informasi yang tersedia dalam blog ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan informasi yang terbaik, akan tetapi kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blog ini.

PT. Rifan Financindo Berjangka Surabaya
Wisma Bii Lt. 16 Jl. Pemuda 60-70 Surabaya 60271 Telp : 031-5349800(hunting), Fax : 031-5347800