English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Kamis, 14 November 2013

Wall Street Ditutup Naik, Macy Inc Memimpin Penguatan di Sektor Retail



Bursa saham AS ditutup naik , mengangkat Indeks Standard & Poor500  ke rekor , setelah Macy Inc memimpin reli di antara pengecer dan investor menunggu kesaksian dari Bank Federal  dimana Wakil Chairman, Janet Yellen  akan member petunjuk mengenai kebijakan stimulus bank sentral .
Macy melonjak 9,4 persen sebagai laba yang lebih baik dari estimasi memicu optimisme tentang musim belanja liburan . Tesla Motors Inc ( TSLA ) menguat 1,2 persen setelah  co –founder, Elon Musk mengatakan perusahaan tidak akan mengingat lagi akan Model S yang mengalami kebakaran . Saham  Telepon turun karena Verizon Communications Inc kehilangan 0,8 persen .
The S & P 500 naik 0,8 persen menjadi 1,781.87 pada pukul 4 pm di New York , membalikkan penurunan sebelumnya sebanyak 0,4 persen . Indeks Dow Jones Industrial Average naik 69,68 poin , atau 0,4 persen, ke 15,820.35 .
Investor telah menimbang laba yang lebih baik dari proyeksi dan data untuk mengukur apakah ekonomi mungkin cukup kuat untuk menahan sedikit stimulus dari bank sentral . Minggu ini akan membawa laporan klaim pengangguran AS dan manfaat – manufaktur di daerah New York . Investor bisa mendapatkan beberapa wawasan ke dalam pemikiran kebijakan Fed saat Yellen memberi kesaksian di depan Komite Perbankan Senat, besok, juga untuk mendengar dukungannya akan keberhasilan  Ben S. Bernanke sebagai ketua .
Mengurangi pembelian obligasi ” seharusnya berada di meja pada pertemuan mendatang ” oleh Federal Open Market Committee , termasuk 17-18 Desember , demikian Presiden Fed Bank of Atlanta Dennis Lockhart  kemarin. Bank Central sebagai pembuat kebijakan  mungkin akan meninjau kembali skala laju bulanan pembelian obligasi bulanan pada  pertemuan mereka di tgl 18-19 Maret 2014 nanti.  
Di Inggris , Gubernur Bank of England Mark Carney mengisyaratkan bahwa pejabat dapat mempertimbangkan menaikkan suku bunga lebih cepat dari sebelumnya mereka meramalkan sebagai ekonomi Inggris pulih ” bersemangat ” dan inflasi melambat . Tingkat pengangguran yang diukur oleh Organisasi Buruh Internasional standar turun menjadi 7,6 persen pada kuartal ketiga , terendah sejak 2009 , Kantor Statistik Nasional mengatakan hari ini.
The S & P 500 telah naik ke tingkat rekor tahun ini sebagai Fed mempertahankan pembelian asset sebanyak  $ 85 miliar setiap bulannya. Dukungan bank sentral telah membantu mendorong indeks lebih tinggi dengan lebih dari 160 persen dari Maret 2009 yang rendah. Indeks itu telah rally 25 persen sejauh tahun 2013 , siap untuk memasuki tahun terbaik dalam satu dekade , dan diperdagangkan pada 16 kali proyeksi laba , lebih dari rata-rata lima tahun dari 14 kali laba , demikian menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg .


Sumber : Vibiznews


Bursa saham Hong Kong pagi ini mengalami kenaikan mengikuti sentiment positif yang dibawa oleh Wall Street dini hari tadi (14/11). Bursa saham di Asia menguat setelah investor bergembira menyusul dukungan stimulus dari Wakil Chairman Fed Janet Yellen.
Pada testimoninya di hadapan kongres, Yellen mengatakan bahwa Fed masih harus berupaya untuk mendorong ekonomi sebelum lembaga ini bisa kembali ke “pendekatan yang lebih normal” dalam kebijakan moneternya. Ini merupakan sebuah sinyal bahwa Fed belum akan melakukan tapering dalam waktu dekat.
Saham-saham lapis biru tampak mengalami kenaikan yang signifikan pagi ini. Cheung Kong menguat 0.8 hkd ke posisi 120.00 hkd. HSBC membukukan peningkatan sebesar 0.15 hkd ke level 84.95 hkd. Hang Seng Bank Lt. menguat 0.2 hkd ke posisi 125.3 hkd.
Indeks spot hang seng pagi ini mengalami kenaikan sebesar 132.03 poin atau 0.59 persen ke posisi 22595.86.Indeks berjangka hang seng dibuka pada posisi 22557, mengalami kenaikan sebesar 125 poin dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Saat ini indeks berjangka tampak bergerak nyaris flat dari posisi pembukaannya.
Hari ini indeks berjangka hang seng berpotensi untuk melanjutkan kenaikannya. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan indeks berjangka hang seng akan berada pada kisaran 22500 – 22700 poin.

Sumber : Vibiznews

Sentimen Positif Marak, Bursa Jepang Naik Nyaris 1%



Bursa saham Jepang pagi ini mengalami kenaikan mengikuti sentiment positif yang dibawa oleh Wall Street dini hari tadi (14/11). Bursa saham menguat setelah investor bergembira menyusul dukungan stimulus dari Wakil Chairman Fed Janet Yellen.
Pada testimoninya di hadapan kongres, Yellen mengatakan bahwa Fed masih harus berupaya untuk mendorong ekonomi sebelum lembaga ini bisa kembali ke “pendekatan yang lebih normal” dalam kebijakan moneternya. Ini merupakan sebuah sinyal bahwa Fed belum akan melakukan tapering dalam waktu dekat.
Dari dalam negeri Jepang juga hadir sebuah sentiment positif bagi bursa saham. Ekonomi di Jepang pada kuartal ketiga lalu dilaporkan mengalami pertumbuhan sebesar 1.9 persen (y/y). Pertumbuhan ini melebihi ekspektasi pertumbuhan sebesar 1.7 persen.
Saham-saham lapis biru tampak mengalami kenaikan yang signifikan pagi ini. Sony menguat sebesar 2 persen sementara saham-saham keuangan seperti Mitsubishi UFJ dan Sumitomo Mitsui Financial tampak mengalami kenaikan masing-masing 1 persen.
Indeks spot Nikkei pagi ini mengalami kenaikan nyaris 1 persen. Indeks spot menguat 141.99 poin atau 0.97 persen ke posisi 14709.15 poin.
Indeks berjangka Nikkei 225 juga turut bergerak menguat. Indeks berjangka ini dibuka pada posisi 14695, mengalami kenaikan sebesar 40 poin dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Saat ini indeks berjangka tampak makin menguat dan berada pada posisi 14750 poin.
Hari ini indeks berjangka Nikkei berpotensi untuk melanjutkan kenaikannya. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan indeks berjangka Nikkei akan berada pada kisaran 14600 – 14850 poin.


Sumber : Vibiznews

Bursa Seoul Bukukan Peningkatan; Investor Fokus ke Keputusan BOK


Dukungan teknikal dan fundamental mengangkat kinerja bursa saham Korea Selatan pada perdagangan pagi hari ini (14/11). Bursa Korea Selatan menguat dan indeks Kospi rebound dari level paling rendah dalam dua bulan yang dicapainya kemarin. Menguatnya Wall Street tadi malam memberikan dorongan positif yang dibutuhkan oleh Kospi.
Komentar Janet Yellen di hadapan kongres mengenai masih diperlukannya stimulus membuat para pelaku pasar menurunkan kekhawatiran mengenai tapering. Akan tetapi hari ini pergerakan menguat di Seoul tampak terbatas karena investor juga menantikan rilis keputusan dari Bank of Korea yang diperkirakan masih mempertahankan suku bunga acuan di level 2.5 persen.
Saham-saham elektronik tampak kembali setelah dipukul mundur pada perdagangan kemarin. Samsung Electronics mengalami peningkatan sebesar 1.5 persen pagi ini. Kemarin harga saham tersebut anjlok sebesar 2.5 persen.
Saham Korea Gas Corp. mengalami peningkatan sebesar 0.8 persen. Saham ini menguat meskipun membukukan kerugian operasional sebesar 72.9 miliar won pada kuartal ketiga lalu.
Indeks spot Kospi mengalami kenaikan 11.77 poin atau 0.6 persen ke posisi 1975.33 poin. Indeks berjangka Kospi 200 mengalami pembukaan pada posisi 260.20. Indeks berjangka tersebut naik sebesar 195 poin dari posisi penutupan perdagangannya kemarin. Saat ini indeks berjangka terpantau bergerak melemah dan berada di posisi 259.25 poin.
Hari ini indeks berjangka Kospi berpotensi untuk kembali melemah setelah sempat dibuka menguat. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan indeks berjangka Kospi akan berada pada kisaran 258.00 – 261.00 poin.


Sumber : Vibiznews

Dow Jones dan S&P Cetak Rekor Tertinggi


New York -Indeks Dow Jones dan S&P 500 di bursa Wall Street kembali cetak rekor tertinggi. Investor berburu saham antisipasi terpilihnya Janet Yellen sebagai wanita pertama yang memimpin The Federal Reserve.

Saham-saham beranjak naik setelah Yellen secara resmi diperkenalkan sebagai kandidat penerus Gubernur The Fed saat ini Ben Bernanke. Yellen akan berbicara di hadapan Komite Perbankan Senat Amerika Serikat (AS).

Dalam pidato persiapannya, Yellen mengatakan bank sentral AS masih punya banyak tugas dalam membantu pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja AS. Hal ini menjadi petunjuk bahwa pengurangan stimulus tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Ini bukan pernyataan kebijakan atau apa, tapi saya kira nadanya seolah menyatakan ada potensi untuk menerukan program stimulus lebih lama dari perkiraan kita selama ini," kata Alan Lancz, President Direktur Alan B. Lancz & Associates Inc., sebuah perusahaan investasi di Toledo, Ohio, dikutip Reuters, Kamis (14/11/2013).

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones menguat 70,96 poin (0,45%) ke level 15.821,63 dan merupakan rekor tertingginya. Dow Jones juga menembus intraday terttingginya di 15.822.98.

Sedangkan Indeks Standard & Poor's 500 melaju 14,31 poin (0,81%) ke level 1.782,00, juga termasuk rekor tertingginya sepanjang masa. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 45,66 poin (1,16%) ke level 3.965,58.


Sumber : Detik.com

Perusahaan China Gencar Beli Ladang Minyak dan Gas di Luar Negeri




Shanghai -Petrochina, perusahaan migas asal negeri tirai bambu, menyatakan bakal mengeluarkan US$ 2,6 miliar atau sekitar Rp 26 triliun untuk mengakuisisi hak kepemilikan di ladang minyak dan gas Peru.

Aksi ini dilakukan Petrochina untuk mengamankan pasokan energi di negaranya yang terus melonjak.

Dalam keterangannya, Petrochina yang merupakan unit dari China National Petroleum Corp (CNPC) menyatakan akan membeli anak usaha dari Petrobas yang merupakan BUMN migas asal Brasil yaitu Peruvian. Anak usaha Petrobas ini memiliki hak pengelolaan di sejumlah ladang migas di Peru.

Seperti dikutip dari AFP, Kamis (14/11/2013), Petrochina menargetkan bisa memiliki dua blok minyak dan gas di Peru. Perusahaan ini memang tengah gencar berekspansi di Amerika Latin dan sejumlah negara lain.

Saat ini, China memang tengah mencari minyak, gas, dan sumber daya lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya. Bahkan pemerintah China mendorong perusahaan di negaranya untuk terus membeli ladang-ladang minyak di luar negeri.


Sumber : Detik

Seperti Tahun 2009, Dolar Kini Kembali ke Rp 11.600




Jakarta -Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS semakin tak menentu usai pengumuman BI Rate yang dinaikkan jadi 7,5%. Seperti tahun 2009, dolar kembali ke level Rp 11.600.

Mengutip data Reuters, Rabu (13/11/2013), dolar diperdagangkan sore ini di kisaran Rp 11.590 setelah beberapa jam sebelumnya menyentuh level tertingginya di Rp 11.670.

Dalam 4 tahun terakhir, dolar tidak pernah mencapai level tersebut kecuali pada tahun 2009. Tepatnya 27 Maret 2009 lalu, dolar diperdagangkan di Rp 11.600.

Kenaikan BI Rate ini secara langsung mengakibatkan rupiah melemah terhadap dolar. Beberapa analis berpendapat, rupiah dengan sengaja dibuat melemah untuk menekan defisit transaksi berjalan.

"Rupiah lemah fokus ke perbaikan transaksi berjalan. Pelemahan ini mendorong terbukanya peluang bagi produsen domestik untuk menghasilkan barang subtitusi impor karena barang impor menjadi mahal," tutur seorang analis pasar uang.

Ia juga menyebut BI Rate naik akan meredam potensi inflasi yang menggerus daya beli. "Dampak lanjutannya menahan potensi capital outflow dan menarik kembali dana-dana yang pernah ke luar," kata dia.

Data BI menyebut, nilai tukar rupiah pada bulan Oktober 2013 cukup stabil dan bergerak sesuai dengan fundamentalnya. Nilai tukar rupiah secara point to point menguat sebesar 2,73% (mtm) menjadi Rp 11.273 per dolar AS, namun secara rata-rata melemah 0,14% (mtm) menjadi Rp 11.343 per dolar AS.

BI memang secara mengejutkan menaikkan kembali suku bunga acuannya 25 bps menjadi 7,5%.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Difi Johansyah memaparkan kebijakan tersebut ditempuh dengan mempertimbangkan masih besarnya defisit transaksi berjalan.

"Mempertimbangkan masih besarnya defisit transaksi berjalan di tengah risiko ketidakpastian global yang masih tinggi. Dengan demikian, keputusan ini diambil untuk memastikan bahwa defisit transaksi bejalan menurun ke tingkat yang lebih sehat dan inflasi tetap terkendali," kata Difi kemarin.
(dru/ang)

 Sumber : Detik.com

 
Disclaimer: Semua informasi yang tersedia dalam blog ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan informasi yang terbaik, akan tetapi kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blog ini.

PT. Rifan Financindo Berjangka Surabaya
Wisma Bii Lt. 16 Jl. Pemuda 60-70 Surabaya 60271 Telp : 031-5349800(hunting), Fax : 031-5347800