English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Rabu, 04 November 2015

Masih Dihantui Keputusan The Fed, Harga Emas Turun

Aksi jual terjadi dan kekhawatiran terhadap situasi ekonomi China membuat harga emas turun 0,5 persen menjadi US$ 1.153,60 per ounce.

PT. Rifan Financindo Berjangka, London - Harga emas pada perdagangan kemarin ditutup rendah. Harga rendah ditopang berlanjutnya kekhawatiran para investor dan trader pada keputusan the Fed untuk menaikkan suku bunga di tahun ini.

Emas ditutup turun 0,24 persen pada US$ 1.132 di perdagangan London. Harga rendah sudah berlangsung 4 pekan.

Analis dan investor melihat data ekonomi AS untuk petunjuk lebih, juga mengingat kenaikan suku bunga selama satu dekade terakhir akhirnya akan terjadi. Tapi beberapa pihak juga percaya, angka tersebut akan memberikan gambaran merata ke depan, menjaga tekanan pada logam mulia.

Analis melihat sedikit alasan untuk mengharapkan pemulihan yang solid dan memprediksi pasar akan tetap bergerak baik, atau akan jatuh, selama sisa minggu ini.

The Fed mengisyaratkan Rabu lalu bahwa kenaikan tarif masih pada pertemuan Desember mereka. Pergerakan data ekonomi AS yang lemah belakangan ini membuat banyak pelaku pasar memprediksi kenaikan suku bunga tidak akan terjadi sampai 2016. Sejak musim panas, keyakinan ini telah menjadi pendorong utama untuk emas, memicu mini-reli.

Sekarang, investor emas mengawasi setiap detail dari data ekonomi AS, mencari tanda-tanda kelemahan dalam perekonomian yang dapat menurunkan kemungkinan pengetatan moneter.

"Banyak investor berharap, indeks manufaktur PMI, yang dirilis kemarin, bisa membawa dukungan tersebut untuk pasar, tapi ini gagal menjadi pengendali," kata Carsten Fritsch, analis di Commerzbank dilansir dari laman Business Spectator, Rabu (4/11/2015).

Sektor manufaktur AS tumbuh pada kecepatan yang paling lambat dalam lebih dari dua tahun pada bulan Oktober. Indeks, meskipun masih lebih tinggi dari banyak analis yang diharapkan, yang berarti bahwa itu tidak cukup lemah untuk mencegah kenaikan suku bunga sebelumnya, kata beberapa analis. (Zul/Gdn)*


Sumber : Liputan 6

0 komentar :

Posting Komentar

 
Disclaimer: Semua informasi yang tersedia dalam blog ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan informasi yang terbaik, akan tetapi kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blog ini.

PT. Rifan Financindo Berjangka Surabaya
Wisma Bii Lt. 16 Jl. Pemuda 60-70 Surabaya 60271 Telp : 031-5349800(hunting), Fax : 031-5347800