English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Senin, 30 April 2018

Ketegangan Korea Mereda Bawa Bursa Asia Menguat





Rifanfinancindo - Bursa Asia menguat dipicu meredanya ketegangan di Semenanjung Korea dan laporan laba perusahaan yang tercatat naik. Meski demikian, penguatan masih dibayangi beberapa investor yang mencermati kemungkinan jika kondisi ini akan kembali berubah dalam waktu dekat.

Melansir laman Reuters, Senin (30/4/2018), indeks MSCI saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,1 persen. Indeks  ini tampaknya akan berakhir mendatar pekan ini, setelah mencatat kerugian  berturut-turut.

Baca juga :
Sementara indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,5 persen dan kemungkinan berakhir lebih dari 2 persen di April. Ini antara lain dipicu laporan laba perusahan Samsung dan berlangsungnya pertemuan puncak antar Korea Utara dan Selatan yang sangat sukses.

Sedangkan indeks patokan Australia bertambah 0,2 persen, sementara saham Selandia Baru melunak.
Adapun pasar Jepang, Cina dan India tutup karena liburan dan sebagian besar Pasar Asia akan kembali ditutup pada hari Selasa.

Secara keseluruhan, penguatan Bursa Asia pada awal pekan ini terdorong laporan perolehan laba perusahaan pada kuartal pertama yang menguat. Lebih dari separuh perusahaan di Wall Street tercatat naik 79,4 persen, mengalahkan perkiraan konsensus.

Analis sekarang memperkirakan pertumbuhan laba bisa mencapai 24,6 persen, lebih dari perkiraan di awal tahun. Pemicu hal ini sebagian besar berkat pemotongan pajak yang besar.

Tetapi investor juga gelisah dibayangi kemungkinan Federal Reserve AS yang kembali menaikkan tingkat suku bunga lebih cepat tahun ini. Dan kemungkinan Bank Sentral Eropa mengakhiri program pembelian obligasi. Rifanfinancindo.


Sumber : Liputan 6

Jumat, 27 April 2018

Investor Cermati Pertemuan Kim Jong-un dan Moon Jae-in, Bursa Saham Asia Mendaki



Rifan Financindo - Bursa saham Asia dibuka menguat pada perdagangan Jumat (27/4/2018). Pergerakan ini membuntuti kenaikan Wall Street yang ditopang rapor hijau laporan keuangan kuartal I beberapa perusahaan raksasa AS.

Mengutip CNBC, indeks saham ASX 200 Australia menanjak 0,6 persen pada perdagangan sesi I ini. Sebagian besar sektor saham berada di zona hijau, dan sektor keuangan memimpin penguatan saham sebesar 0,24 persen. Disusul saham sektor energi dan material masing-masing mendaki 0,78 persen dan 0,7 persen.

Indeks saham Nikkei Jepang pun terkerek naik 0,27 persen dan indeks Topix menguat 0,12 persen. Bank of Japan/BoJ akan merilis laporan prospek kebijakan moneter terbaru. Bank sentral Jepang ini diprediksi tidak akan mengubah kebijakan, yakni mengurangi stimulus moneter.

Baca juga :

Ditambah lagi dengan pengangkatan dua deputi gubernur Bank of Japan, Masayoshi Amamiya yang merupakan seorang bankir dan Masazumi Wakatabe yang sangat mendukung pelonggaran moneter secara agresif.

"Wakatabe bahkan mengejutkan pasar pada pertemuan pertamanya dengan menyarankan ada langkah stimulus tambahan karena terkait tekanan inflasi," ujar Ekonom Natixis, Kohei Iwahara.

Sementara itu, indeks saham Kospi Korea Selatan melesat 1,11 persen. Investor mencermati perkembangan pertemuan antara Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in untuk membahas perdamaian dan denuklirisasi pada KTT Korea Selatan dan Korea Utara,

Di sisi lain, dolar Amerika Serikat (AS) tetap bertahan di atas level 91,00 terhadap sejumlah mata uang utama. Sedangkan indeks dolar diperdagangkan di level 91,548.

Mata uang Euro tercatat 1,2103 per dolar AS setelah keputusan Bank Sentral Eropa mempertahankan suku bunga acuan. Sedangkan Yen Jepang diperdagangkan di posisi 109,28 dan dolar Australia di level 0,7549 per dolar AS. Rifan Financindo.


Sumber : Liputan 6

Kamis, 26 April 2018

Bursa Asia Bergerak Campuran, Jepang Menguat tapi Australia Tertekan



PT Rifan Financindo - Bursa Asia bergerak campuran pada pembukaan perdagangan Kamis pekan ini. Gerak pasar saham di kawasan Asia ini mengikuti Wall Street yang berakhir di dua arah.

Mengutip CNBC, Kamis (26/4/2018), indeks Nikkei Jepang naik 0,42 persen, sedangkan indeks acuan Topix diperdagangkan mendatar.

Di Korea Selatan, indeks Kospi juga naik 0,45 persen. Raksasa teknologi Korea Selatan Samsung mengumumkan hasil kuartal pertama 2018. Vendor smartphone terbesar ini membukukan laba operasi 15,64 triliun won Korea, sejalan dengan perkiraan para analis.

Baca juga :

Indeks acuan ASX 200 Australia bergerak negatif setelah pada perdagangan sebelumnya libur. Sektor keuangan menjadi pemberat gerak bursa Australia dengan turun 0,55 persen.

Saham-saham di sektor perbankan berguguran. Westpac turun 1,51 persen sementara ANZ turun 0,55 persen, Commonwealth Bank turun 0,65 persen dan National Australia Bank kehilangan 0,41 persen.

Gerak bursa Asia ini mirip dengan bursa saham di AS. Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 berakhir naik tipis sedangkan Nasdaq membukukan kerugian beruntun kelima kalinya karena terbebani oleh saham teknologi.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 59,7 poin atau 0,25 persen menjadi 24.083,83. Indeks S&P 500 naik 4,84 poin atau 0,18 persen menjadi 2.639,4. Sedangkan Nasdaq Composite turun 3,62 poin atau 0,05 persen menjadi 7.003,74. PT Rifan Financindo.


Sumber : Liputan 6

Rabu, 25 April 2018

Bursa Asia Tertekan, Nikkei dan Kospi Tenggelam



Rifanfinancindo - Bursa Asia dibuka melemah pada pembukaan perdagangan Rabu ini. Pelemahan bursa saham di Asia ini mengikuti Wall Street yang juga tertekan pada penutupan perdagangan Selasa.

Mengutip CNBC, Rabu (25/4/2018), Nikkei 225 Jepang turun 0,5 persen sedangkan Topix turun 0,47 persen.

Saham Takeda Pharmaceutical turun 5,73 persen setelah adanya berita penawaran akuisisi oleh perusahaan yang terdaftar di London Shire.


Baca juga :


Di Korea Selatan, Indeks acuan Kospi turun 0,72 persen. Sedangkan pasar saham Australia dan Selandia Baru turun karena libur nasional.

Di mata uang, indeks dolar AS yang mengukur nilai tukar dolar AS terhadap sekeranjang mata uang diperdagangkan pada level 90,813 pada pagi ini. Indeks ini naik dari perdagangan sebelumnya yang ada di angka 90.

Sedangkan yen Jepang diperdagangkan di angka 108,93 terhadap dolar AS. Sementara euro di angka USD 1,2228.

Harga minyak jatuh karena kekhawatiran akan adanya sanksi AS terhadap Iran memudar. Presiden AS Donald Trump pada Selasa kemarin mengatakan bahwa AS telah berhasil membuat kesepakatan dengan Prancis mengenai perjanjian nuklir Iran. Rifanfinancindo.


Sumber : Liputan 6

Selasa, 24 April 2018

Imbal Hasil Obligasi AS Naik Bikin Bursa Asia Merosot


Rifan Financindo - Bursa Asia tergelincir di tengah penguatan Dolar Amerika Serikat (AS), dipicu utang pemerintah AS dan momok inflasi serta defisit fiskal yang lebih tinggi mendorong biaya pinjaman AS mendekati level tertinggi empat tahun.

Melansir laman Reuters, indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,25 persen. Indeks Nikkei Jepang naik 0,7 persen karena jatuhnya yen.

Harga obligasi atau utang AS jatuh selama empat hari terakhir, mendorong imbal hasil treasury 10 tahun menjadi 2,998 persen, level tertinggi sejak Januari 2014.

Baca juga :

"Ini karena kekhawatiran tentang inflasi, kenaikan harga minyak dan juga kondisi fiskal AS," kata Hiroko Iwaki, Ahli Strategi Senior Mizuho Securities, yang mencatat defisit anggaran AS diperkirakan mencapai USD 1 triliun tahun depan.

Pasar obligasi menguat mencapai total USD 96 miliar. Ini karena Departemen Keuangan AS telah meningkatkan pinjamannya menyusul perbaikan pajak besar-besaran pada tahun lalu dan perjanjian anggaran dua tahun yang dicapai pada Februari.

Sementara kekhawatiran akan inflasi juga meningkat akibat kenaikan harga minyak dan komoditas dalam beberapa pekan terakhir.

Investor prihatin bahwa inflasi AS, melemah sejak krisis keuangan berlangsung satu dekade lalu. Ini bisa mendapatkan momentum karena pemotongan pajak Presiden Donald Trump tahun ini yang diprediksi bisa merangsang ekonomi AS.

Sebelumnya, Wall Street sedikit berubah dipicu kenaikan imbal hasil obligasi mengimbangi optimisme pada pendapatan perusahaan.

Analis memperkirakan pertumbuhan laba perusahaan pada indeks S&P 500 hampir mencapai 20 persen pada kuartal pertama, yang menunjukkan posisi terkuat dalam tujuh tahun, menurut data Thomson Reuters. Rifan Financindo.


Sumber : Liputan 6

Senin, 23 April 2018

Awali Pekan, Bursa Asia Dibuka Bervariasi



PT Rifan Financindo - Bursa Asia bergerak vervariasi pada pembukaan perdagangan Senin pekan ini. Bursa Korea Selatan melemah mengikuti pelemahan yang terjadi pada penutupan bursa Amerika Serikat (AS) pada pekan lalu.

Mengutip CNBC, Senin (23/5/2018), Nikkei 225 bergerak mendatar sedangkan Topix bergerak naik 0,21 persen. Sektor keuangan bursa saham Jepang dan juga otomotif berada di zona positif sedangkan sektor teknologi bergerak campuran.


Baca juga :

Di Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,08 persen karena pelemahan saham-saham sektor otomotif dan juga barang konsumsi. Namun kebalikannya, saham-saham di sektor baja mengalami penguatan.
Indeks S&P/ASX 200 Ausralia naik 0,28 persen dengan dukungan sebagian besar sektor. Hanya sektor telekomunikasi saja yang mengalami tekanan.

Kinerja saham di Asia ini mengikuti yang terjadi pada penutupan perdagangan di bursa AS pada Jumat lalu. Saham Aple menjadi penekan tertinggi di Wall Street.

Saham perusahaan pencipta iPhone tersebut jatuh 4,1 persen menyusul catatan Morgan Stanley yang menyatakan bahwa penjualan iPhone pada kuartal Juni bakal melemah. PT Rifan Financindo.


Sumber : Liputan 6

Jumat, 20 April 2018

Sektor Saham Teknologi Tekan Bursa Asia






Rifanfinancindo - Bursa saham Asia melemah pada perdagangan saham menjelang akhir pekan ini. Bursa saham Amerika Serikat atau wall street tertekan berimbas ke bursa saham Asia.

Pada Jumat pekan ini, sektor saham teknologi tertekan di awal perdagangan. Indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,4 persen. Hal itu didorong sektor saham teknologi melemah 0,7 persen.

Mengutip laman Reuters, Jumat (20/4/2018), bursa saham Asia tertekan seiring peringatan dari produsen chip mengenai permintaan ponsel pintar atau smartphone yang menekan sektor saham teknologi.Taiwan Semiconductor Manufacturing (TSMC) memangkas target pendapatannya. Hal ini seiring melemahnya permintaan untuk smartphome.

Baca juga :
"Kabar besarnya dari TSMC yang kalah akan bebani sektor teknologi. Ini dapat berdampak ke semi conductor dan rantai pasokan Samsung Electronics," tulis Analis JP Morgan.

Indeks saham Jepang Nikkei pun tergelincir 0,34 persen di awal perdagangan didorong perusahaan semikonduktor. Saham Tokyo Electron dan Advantest masing-masing turun 3,85 persen dan 3,91 persen.

Sedangkan sektor saham keuangan dan utilitas menguat di bursa saham Jepang.Indeks saham Korea Selatan Kospi dan Australia/ASX 200 juga berada di zona merah. Indeks saham Kospi susut 0,44 persen. Di bursa saham Korea Selatan, saham Samsung Electronic melemah 1,93 persen dan saham SK Hynix melemah 3,19 persen. Indeks saham Australia melemah 0,26 persen. Demikian mengutip laman CNBC.

Pelemahan bursa saham Asia juga didorong wall street tertekan. Hal ini seiring kinerja keuangan perusahaan tembakau Philip Morris yang turun. Saham Philip Morris turun 17,7 persen, dan menekan indeks saham S&P 500.

Indeks saham Dow Jones turun 0,34 persen. Sementara itu, indeks saham S&P 500 tergelincir 0,57 persen dan indeks saham Nasdaq merosot 0,78 persen. Rifanfinancindo.



Sumber : Liputan 6

 
Disclaimer: Semua informasi yang tersedia dalam blog ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan informasi yang terbaik, akan tetapi kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blog ini.

PT. Rifan Financindo Berjangka Surabaya
Wisma Bii Lt. 16 Jl. Pemuda 60-70 Surabaya 60271 Telp : 031-5349800(hunting), Fax : 031-5347800