English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Senin, 29 November 2021

Bisakah Ketakutan akan Covid dan Inflasi Mendongkrak Harga Emas?

 PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka - Memulai minggu yang baru pada minggu lalu, harga emas sempat melanjutkan penurunannya dari $1.848 ke $1,769 sebelum akhirnya sempat kembali naik ke $1,800 an karena munculnya arus safe-haven menyebabkan yields obligasi AS jatuh tajam dan menimbulkan rally terhadap emas. Namun selanjutnya harga emas turun kembali ke $1,786 karena koreksi normal dengan sellers segera masuk pada saat harga bertemu dengan “resistance” yang kuat.

Ketakutan akan Covid – 19 kembali muncul di pasar, dengan para investor meninggalkan asset yang berisiko dan mencari asset safe-haven seperti emas.

Sentimen di pasar keuangan global mulai bergerak dari sejak akhir hari Kamis minggu lalu, dengan para investor meninggalkan asset berisiko setelah keluar berita-berita bahwa varian dari Covid-19 dengan potensi yang membahayakan telah muncul di Afrika Selatan.

Baca Juga :

Asset berisiko terpukul pada akhir dari minggu lalu dengan varian baru Covid – 19 telah memicu ketakutan akan diberlakukannya kembali lockdown atau paling tidak restriksi yang baru. Hal yang paling menakutkan dari varian baru ini pada saat sekarang adalah sedikitnya pengetahuan mengenai varian baru ini dengan indikasi awal bahwa varian baru ini bisa lebih menimbulkan problem dibandingkan dengan Delta.

Harga emas berbalik terdorong naik sebentar dari kerendahan di $1,769 ke atas menembus $1,800 per ons pada hari Jumat pagi minggu lalu dengan CBOE Volatility Index ($VIX) mencuat naik ke ketinggian selama dua bulan disebabkan karena ketakutan akan Covid-19 yang baru. Namun, keuntungan dari emas ternyata hanya berlangsung sebentar saja.

Emas berjangka kontrak bulan Desember terakhir di perdagangkan di $1,792.30 per ons, turun lebih dari 3% sejak Jumat yang terakhir.

Emas terdongkrak naik kembali dengan Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan yang paling signifikan dalam satu hari pada tahun ini. Indeks Dow Jones ini turun 905 poin di dalam perdagangan yang sesinya diperpendek pada hari Jumat minggu lalu.

Meskipun demikian, masih banyak yang harus diraih kembali oleh emas setelah kehilangan sebagian besar dari keuntungannya yang diperoleh dari pecahnya rally 3 minggu yang lalu.

Ke depannya, menyebarnya varian baru Covid-19 bisa memberikan dukungan naik terhadap harga emas apabila mulai berdampak terhadap aktifitas ekonomi dan arah ke depan dari kebijakan moneter.

Dengan naiknya tekanan inflasi, pasar mulai memperhitungkan dalam harga tindakan kebijakan moneter dari Federal Reserve yang lebih agresif. CME FedWatch Tool menunjukkan bahwa pasar telah memperkirakan kenaikan tingkat bunga yang pertama kalinya akan terjadi pada bulan Juni tahun depan dan akan ada tiga kali kenaikan tingkat bunga pada tahun depan.

Meskipun demikian, sebagian dari perkiraan di atas telah menurun dengan munculnya kembali ketakutan akan Covid-19. Kebutuhan akan langkah-langkah Kesehatan yang berkelanjutan dan untuk vaksin dosis ketiga bisa berarti waktu yang diperlukan untuk mengakhiri rintangan terhadap aktifitas jasa akan semakin lama, yang berarti juga semakin lama waktu yang diperlukan untuk mengatasi inflasi dan kekurangan produksi barang-barang sehubungan dengan absennya pekerja karena Covid.

Varian baru Covid ini telah mempengaruhi travel global. Uni Eropa telah melarang penerbangan dari Afrika Selatan. Negara-negara Eropa lainnya malah telah melangkah lebih jauh, melarang penerbangan dari Afrika Selatan dan negara-negara Afrika lainnya. Inggris juga telah melarang penerbangan dari Afrika Selatan dan negara-negara tetangganya.

Bersamaan dengan munculnya varian baru, Eropa sedang berjuang menghadapi gelombang baru infeksi virus corona. Negara-negara seperti Jerman sedang akan memberlakukan langkah – langkah lockdown yang baru.

Melihat kepada pergerakan harga emas pada hari Jumat, terlihat bahwa keprihatinan akan varian Covid yang baru telah dan akan terus mendukung naik harga emas.

Pada waktu sepertin ini, para investor mencari asset safe-haven yang riil dan dapat dipercaya. Hal ini menjadi faktor bullish bagi emas. Bank – bank sentral akan menunda pengetatan kebijakan moneter sampai mereka melihat perbaikan dalam resiko ekonomi. Dengan tetap mengijinkan inflasi meningkat terus, bisa menaikan lagi daya tarik lindung nilai dari emas, terutama pada waktu yang tidak pasti ini.

Permintaan safe-haven ini bisa berpotensi menjadi katalisator emas kembali menembus rentang harga yang sekarang. Namun meskipun harga emas telah naik kembali cukup jauh dari level terendahnya yang terjadi pada awal minggu lalu, banyak kerusakan tehnikal terjadi pada permulaan minggu. Bahkan dengan dorongan naik yang kuat yang terjadi pada minggu lalu, harga emas masih di bawah $1,800 per ons. Kenaikan harga emas bisa terhenti di resistance kuat di $1,816.00. Kecuali level resistance yang kuat tersebut bisa berhasil ditembus, harga emas bisa berbalik turun dan mengalami likuidasi yang luas sampai bertemu dengan support yang kuat di $1,776.00.

Minggu ini selain meningkatnya ketakutan akan Covid – 19, pasar juga menantikan data ekonomi AS yang penting yaitu Non-Farm Payrolls bulan November.

Pasar tenaga kerja sudah menjadi ukuran kritikal yang terus diperhatikan oleh the Fed untuk menentukan seberapa kecepatan dari proses normalisasi. Pasar memperkirakan pertambahan pekerjaan sebanyak 500.000 lagi pada bulan November. Upah diperkirakan bertumbuh 0.4% lagi setelah di bulan Oktober melompat sebanyak 0.4%.

The Fed bisa saja menaikkan tingkat bunga, namun jika inflasi terus mengalami kenaikan yang berarti tingkat bunga riil akan tetap negatip, maka hal ini akan mendukung naik harga emas. Tidak peduli seberapa banyak kali the Fed menaikkan tingkat bunga, mereka pasti akan tetap ketinggalan di belakang kurva inflasi.

Secara tehnikal, $1,800 masih tetap merupakan level yang kritikal secara psikologis untuk diperhatikan. Sementara itu sampai harga emas bergerak naik ke atas $1,835 per ons, harga emas memiliki peluang yang sama untuk naik atau turun.

“Support” terdekat menunggu di $1,786 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,776 dan kemudian $1,758. “Resistance” terdekat menunggu di $1,816 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,835 dan kemudian $1,850. PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : Vibiznews

Jumat, 26 November 2021

Rekomendasi Emas 25 November 2021: Turun karena Menguatnya USD

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo - Harga emas turun pada perdagangan sesi AS hari Rabu karena menguatnya dollar AS. Pergerakan naik harga emas dengan cepat memudar dan memerlukan kekuatan baru segera untuk menghindari kerusakan tehnikal jangka pendek terjadi dan untuk mempertahankan tren naik harga emas tetap ada di grafik batang harian.

Emas berjangka kontrak bulan Desember turun $7.40 ke $1,782.30 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Desember turun $0.10 ke $23.535 per ons.

Pasar saham global bervariasi dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah turun ketika perdagangan sesi New York dimulai.

Baca Juga :

Dari data ekonomi AS, perekonomian AS di kuartal ketiga bertumbuh kurang daripada yang diperkirakan. Departeman Perdagangan AS mengatakan bahwa GDP AS kuartal ketiga hanya bertumbuh 2.1% lebih rendah daripada yang diperkirakan pertumbuhan sebesar 2.2%, dan sedikit lebih besar dari pada perkiraan sebelumnya.

Durable Goods Order AS bulan Oktober turun 0.5% setelah penurunan 0.2% di bulan September, jauh lebih rendah daripada yang diperkirakan, penambahan sebesar 0.2%.

Sementara itu klaim pengangguran AS turun sebesar 71.000 ke 199.000, turun dari perkiraan yang telah direvisi sebesar 268.000. Data ini lebih baik daripada yang diperkirakan di 268.000 yang mendorong naik dollar AS sehingga menekan turun harga emas.

“Support” terdekat menunggu di $1,775 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,758 dan kemudian $1,750. “Resistance” terdekat menunggu di $1,796 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,800 dan kemudian $1,812. PT Rifan Financindo.

Sumber : Vibiznews

 

 

Kamis, 25 November 2021

Turun karena Menguatnya USD

 PT Rifan

PT Rifan - Harga emas turun pada perdagangan sesi AS hari Rabu karena menguatnya dollar AS. Pergerakan naik harga emas dengan cepat memudar dan memerlukan kekuatan baru segera untuk menghindari kerusakan tehnikal jangka pendek terjadi dan untuk mempertahankan tren naik harga emas tetap ada di grafik batang harian.

Emas berjangka kontrak bulan Desember turun $7.40 ke $1,782.30 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Desember turun $0.10 ke $23.535 per ons.

Pasar saham global bervariasi dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah turun ketika perdagangan sesi New York dimulai.

Baca Juga :

Dari data ekonomi AS, perekonomian AS di kuartal ketiga bertumbuh kurang daripada yang diperkirakan. Departeman Perdagangan AS mengatakan bahwa GDP AS kuartal ketiga hanya bertumbuh 2.1% lebih rendah daripada yang diperkirakan pertumbuhan sebesar 2.2%, dan sedikit lebih besar dari pada perkiraan sebelumnya.

Durable Goods Order AS bulan Oktober turun 0.5% setelah penurunan 0.2% di bulan September, jauh lebih rendah daripada yang diperkirakan, penambahan sebesar 0.2%.

Sementara itu klaim pengangguran AS turun sebesar 71.000 ke 199.000, turun dari perkiraan yang telah direvisi sebesar 268.000. Data ini lebih baik daripada yang diperkirakan di 268.000 yang mendorong naik dollar AS sehingga menekan turun harga emas.

“Support” terdekat menunggu di $1,775 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,758 dan kemudian $1,750. “Resistance” terdekat menunggu di $1,796 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,800 dan kemudian $1,812. PT Rifan.

Sumber : Vibiznews

Rabu, 24 November 2021

Turun Tajam karena Aksi Jual yang Kuat

PT Rifan Financindo berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga emas turun banyak pada awal perdagangan sesi AS hari Selasa, dengan tekanan jual melanjutkan kerugian yang besar yang terjadi pada hari Senin. Pergerakan naik harga emas dengan cepat memudar dan memerlukan kekuatan baru segera untuk menghindari kerusakan tehnikal jangka pendek terjadi dan untuk mempertahankan tren naik harga emas tetap ada di grafik batang harian.

Emas berjangka kontrak bulan Desember turun $19.70 ke $1,786.30 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Desember turun $0.79 ke $23.51 per ons.

Ditengah tidak adanya ketegangan geopolitik yang utama, harga emas tertekan oleh menguatnya indeks dollar AS, melemahnya harga minyak mentah dan naiknya yields obligasi pemerintah AS.

Baca Juga :

Pasar saham global kebanyakan turun dalam perdagangan semalam. Indek saham AS mengarah sedikit turun pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Indeks saham S&P 500 dan Nasdaq pada hari Senin mencetak rekor ketinggian baru meskipun kemudian ditutup turun mendekati kerendahan harian.

Naiknya kasus Covid-19 di Eropa dan Asia telah menghimpit sentimen terhadap resiko di Eropa dan Asia baru-baru ini. Austria terlebih dulu melakukan lockdown pada saat ini dan pejabat-pejabat Jerman sedang memperingatkan publik bahwa hal yang sama dengan yang dialami oleh Austria bisa berlaku juga bagi Jerman.

Dolar AS sedikit menguat dan menyentuh ketinggian 15 bulan dalam perdagangan semalam. Harga minyak mentah Nymex sempat turun ke $76.30 per barel sebelum akhirnya berhasil naik lagi ke sekitar $78.13.

“Support” terdekat menunggu di $1,786 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,775 dan kemudian $1,758. “Resistance” terdekat menunggu di $1,800 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,812 dan kemudian $1,850. PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : Vibiznews

Selasa, 23 November 2021

Banyak Resiko Menjelang Harga Mengarah ke $1,900.

 PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo - Memulai minggu yang baru pada minggu lalu di ketinggian $1,866, harga emas sempat naik ke ketinggian beberapa bulan di $1,877 pada awal minggu lalu, namun selanjutnya tertekan turun kembali dengan menguatnya dollar AS. Pada akhir minggu harga emas turun ke $1,846 dengan turunnya harga minyak mentah ke $75 dan naiknya dollar AS karena naiknya yields treasury AS dan munculnya arus safe-haven dengan sentimen pasar yang risk-off. Harga emas turun 0.69% dalam sehari pada hari Jumat minggu lalu dan 1% dalam seminggu.

Salah satu event utama yang sedang diperhatikan pasar dengan seksama adalah siapakah Gubernur the Fed yang baru yang akan terpilih? Dua bulan yang lalu, Jerome Powell adalah pilihan yang paling mungkin. Namun dengan adanya skandal trading diantara anggota the Fed, dan kelompok progresif tidak puas dengan cara Powell menangani dari sisi regulator, nominasi kembali Powell mungkin menjadi masalah.

Pilihan lain selain Powell adalah Lael Brainard. Jika Brainard yang terpilih menjadi kepala the Fed berikutnya, bisa terjadi pergerakan yang dramatis dalam yields jangka pendek. Jadi ada resiko yang besar ke depannya dengan faktor kuncinya adalah apa yang akan terjadi dengan yields AS pada awal minggu ini.

Baca Juga :

Jika Brainard yang terpilih, emas akan naik lebih tinggi dengan reaksi awal ekspektasi kenaikan tingkat bunga oleh the Fed akan terdorong mundur lebih jauh. Namun jika Powell yang dipilih kembali, tidak berarti emas akan mengalami aksi jual yang dramatis. Masih ada kemungkinan resiko naik.

Biar bagaimanapun terpilihnya Brainard akan menimbulkan ketidakpastian yang baru di pasar. Dan pasar tidak suka dengan ketidakpastian. Penunjukan Brainard ditengah akan segera dilakukannya perubahan kebijakan moneter akan mengakibatkan meningkatnya ketidakpastian yang tidak dapat diterima oleh pasar.

Hal lainnya pada minggu ini adalah liburan trading dimana pasar akan menurun aktifitasnya untuk merayakan liburan Thanksgiving AS. Kelihatannya tidak aka nada tren baru pada minggu ini kecuali jika terjadi kejutan dengan terpilihnya Brainard. Kalau tidak, maka harga emas akan mandek di pola konsolidasi.

Setiap tarikan turun terhadap harga emas akan dipandang sebagai kesempatan untuk membeli. Sementara dorongan turun bisa muncul, namun resiko dalam pertumbuhan ekonomi, ditambah dengan tingginya inflasi dan melemahnya dollar AS serta yields riil yang tetap negatif besar, akan membuat penurunan harga emas dipandang sebagai kesempatan untuk membeli diharga yang baik.

Rentang harga emas pada minggu ini kemungkinan akan berada antara $1,840 dan $1,890 per ons. Harga emas bisa naik dan mengetes area $1,890 dan kembali turun ke $1,840 yang merupakan level kunci yang kuat. Apabila harga emas gagal bertahan di $1,840, maka bisa terjadi penurunan lebih lanjut.

Dengan akan berakhirnya tahun 2021, para trader akan memindahkan perhatiannya dari kenaikan tingkat bunga dan fokus lebih banyak kepada pertumbuhan. The Fed bisa membuat kesalahan dengan menghapuskan akomodasi moneter ini. Memasuki bulan Januari tahun depan, laporan inflasi akan menjadi isu yang besar. Emas akan bisa mendapatkan dukungan yang kuat disini.

Sampai bulan depan, emas cenderung membuat pergerakan ke arah $1,900 per ons dengan investor kembali ke emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi ditengah pelarian terhadap keamanan karena naiknya kasus Covid di Eropa dan ECB yang dovish. Emas bisa mendapatkan dukungan naik disini.

Di AS liburan Thanksgiving sudah menjadi kebiasaan untuk berterimakasih terhadap retailer dan membeli barang-barang mereka. Konsumsi sudah besar dan akan bisa meningkat. Laporan – laporan mengenai belanja kemungkinan akan baru muncul minggu berikutnya, namun liburan berarti kebanyakan data akan sudah dikeluarkan pada hari Rabu.

Durable Goods Orders untuk bulan Oktober akan memberikan pandangan pertama mengenai investasi di kuartal keempat. Angka inti yang mengeluarkan data pertahanan adalah angka yang paling signifikan dimana pada bulan September muncul sehat di 0.8% dan di bulan Oktober kemungkinan sama sehatnya.

Para ekonom memperkirakan update dari GDP kuartal ketiga akan menunjukkan upgrade dari angka lemah 2% pertahun yang semula dilaporkan.

Data yang terpenting adalah risalah pertemuan FOMC the Fed mengenai keputusan mereka pada bulan ini yang bisa menggoncang pasar. Risalah ini akan bisa memberikan penerangan mengenai keputusan tapering dan kesiapan bank sentral AS untuk mempercepat proses pengurangan pembelian obligasi. Setiap petunjuk mengenai waktu dari kenaikan tingkat bunga juga kritikal.

Investor juga akan memperhatikan usaha Demokrat dalam meloloskan undang – undang belanja yang massif senilai $1.85 triliun yang diperkirakan akan harus turun nilainya agar tercapai kompromi yang diinginkan.

Terakhir, Biden akan mengumumkan kepala Federal Reserve yang baru. Dua bulan yang lalu, Jerome Powell adalah pilihan yang paling mungkin. Namun dengan adanya skandal trading diantara anggota the Fed, dan kelompok progresif tidak puas dengan cara Powell menangani dari sisi regulator, nominasi kembali Powell mungkin menjadi masalah.

Pilihan lain selain Powell adalah Lael Brainard. Jika Brainard yang terpilih menjadi kepala the Fed berikutnya, bisa terjadi pergerakan yang dramatis dalam yields jangka pendek. Jadi ada resiko yang besar ke depannya dengan faktor kuncinya adalah apa yang akan terjadi dengan yields AS pada awal minggu ini.

“Support” terdekat menunggu di $1,839 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,823 dan kemudian $1,800. “Resistance” terdekat menunggu di $1,873 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,885 dan kemudian $1,900. PT Rifan Financindo.

Sumber : Vibiznews

Senin, 22 November 2021

Banyak Resiko Menjelang Harga Mengarah ke $1,900.

 

Rifan Financindo - Memulai minggu yang baru pada minggu lalu di ketinggian $1,866, harga emas sempat naik ke ketinggian beberapa bulan di $1,877 pada awal minggu lalu, namun selanjutnya tertekan turun kembali dengan menguatnya dollar AS. Pada akhir minggu harga emas turun ke $1,846 dengan turunnya harga minyak mentah ke $75 dan naiknya dollar AS karena naiknya yields treasury AS dan munculnya arus safe-haven dengan sentimen pasar yang risk-off. Harga emas turun 0.69% dalam sehari pada hari Jumat minggu lalu dan 1% dalam seminggu.

Salah satu event utama yang sedang diperhatikan pasar dengan seksama adalah siapakah Gubernur the Fed yang baru yang akan terpilih? Dua bulan yang lalu, Jerome Powell adalah pilihan yang paling mungkin. Namun dengan adanya skandal trading diantara anggota the Fed, dan kelompok progresif tidak puas dengan cara Powell menangani dari sisi regulator, nominasi kembali Powell mungkin menjadi masalah.

Pilihan lain selain Powell adalah Lael Brainard. Jika Brainard yang terpilih menjadi kepala the Fed berikutnya, bisa terjadi pergerakan yang dramatis dalam yields jangka pendek. Jadi ada resiko yang besar ke depannya dengan faktor kuncinya adalah apa yang akan terjadi dengan yields AS pada awal minggu ini.

Baca Juga :

Jika Brainard yang terpilih, emas akan naik lebih tinggi dengan reaksi awal ekspektasi kenaikan tingkat bunga oleh the Fed akan terdorong mundur lebih jauh. Namun jika Powell yang dipilih kembali, tidak berarti emas akan mengalami aksi jual yang dramatis. Masih ada kemungkinan resiko naik.

Biar bagaimanapun terpilihnya Brainard akan menimbulkan ketidakpastian yang baru di pasar. Dan pasar tidak suka dengan ketidakpastian. Penunjukan Brainard ditengah akan segera dilakukannya perubahan kebijakan moneter akan mengakibatkan meningkatnya ketidakpastian yang tidak dapat diterima oleh pasar.

Hal lainnya pada minggu ini adalah liburan trading dimana pasar akan menurun aktifitasnya untuk merayakan liburan Thanksgiving AS. Kelihatannya tidak aka nada tren baru pada minggu ini kecuali jika terjadi kejutan dengan terpilihnya Brainard. Kalau tidak, maka harga emas akan mandek di pola konsolidasi.

Setiap tarikan turun terhadap harga emas akan dipandang sebagai kesempatan untuk membeli. Sementara dorongan turun bisa muncul, namun resiko dalam pertumbuhan ekonomi, ditambah dengan tingginya inflasi dan melemahnya dollar AS serta yields riil yang tetap negatif besar, akan membuat penurunan harga emas dipandang sebagai kesempatan untuk membeli diharga yang baik.

Rentang harga emas pada minggu ini kemungkinan akan berada antara $1,840 dan $1,890 per ons. Harga emas bisa naik dan mengetes area $1,890 dan kembali turun ke $1,840 yang merupakan level kunci yang kuat. Apabila harga emas gagal bertahan di $1,840, maka bisa terjadi penurunan lebih lanjut.

Dengan akan berakhirnya tahun 2021, para trader akan memindahkan perhatiannya dari kenaikan tingkat bunga dan fokus lebih banyak kepada pertumbuhan. The Fed bisa membuat kesalahan dengan menghapuskan akomodasi moneter ini. Memasuki bulan Januari tahun depan, laporan inflasi akan menjadi isu yang besar. Emas akan bisa mendapatkan dukungan yang kuat disini.

Sampai bulan depan, emas cenderung membuat pergerakan ke arah $1,900 per ons dengan investor kembali ke emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi ditengah pelarian terhadap keamanan karena naiknya kasus Covid di Eropa dan ECB yang dovish. Emas bisa mendapatkan dukungan naik disini.

Di AS liburan Thanksgiving sudah menjadi kebiasaan untuk berterimakasih terhadap retailer dan membeli barang-barang mereka. Konsumsi sudah besar dan akan bisa meningkat. Laporan – laporan mengenai belanja kemungkinan akan baru muncul minggu berikutnya, namun liburan berarti kebanyakan data akan sudah dikeluarkan pada hari Rabu.

Durable Goods Orders untuk bulan Oktober akan memberikan pandangan pertama mengenai investasi di kuartal keempat. Angka inti yang mengeluarkan data pertahanan adalah angka yang paling signifikan dimana pada bulan September muncul sehat di 0.8% dan di bulan Oktober kemungkinan sama sehatnya.

Para ekonom memperkirakan update dari GDP kuartal ketiga akan menunjukkan upgrade dari angka lemah 2% pertahun yang semula dilaporkan.

Data yang terpenting adalah risalah pertemuan FOMC the Fed mengenai keputusan mereka pada bulan ini yang bisa menggoncang pasar. Risalah ini akan bisa memberikan penerangan mengenai keputusan tapering dan kesiapan bank sentral AS untuk mempercepat proses pengurangan pembelian obligasi. Setiap petunjuk mengenai waktu dari kenaikan tingkat bunga juga kritikal.

Investor juga akan memperhatikan usaha Demokrat dalam meloloskan undang – undang belanja yang massif senilai $1.85 triliun yang diperkirakan akan harus turun nilainya agar tercapai kompromi yang diinginkan.

Terakhir, Biden akan mengumumkan kepala Federal Reserve yang baru. Dua bulan yang lalu, Jerome Powell adalah pilihan yang paling mungkin. Namun dengan adanya skandal trading diantara anggota the Fed, dan kelompok progresif tidak puas dengan cara Powell menangani dari sisi regulator, nominasi kembali Powell mungkin menjadi masalah.

Pilihan lain selain Powell adalah Lael Brainard. Jika Brainard yang terpilih menjadi kepala the Fed berikutnya, bisa terjadi pergerakan yang dramatis dalam yields jangka pendek. Jadi ada resiko yang besar ke depannya dengan faktor kuncinya adalah apa yang akan terjadi dengan yields AS pada awal minggu ini.

“Support” terdekat menunggu di $1,839 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,823 dan kemudian $1,800. “Resistance” terdekat menunggu di $1,873 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,885 dan kemudian $1,900. Rifan Financindo.

Sumber : Vibiznews

Jumat, 19 November 2021

Koreksi Turun Normal & Aksi Ambil Untung

 PT Rifan

PT Rifan - Harga emas turun pada perdagangan sesi AS hari Kamis kemarin. Penyebabnya sebagian karena tarikan koreksi yang normal dan aksi ambil untung dari para traders futures jangka pendek. Selain itu, jatuhnya harga minyak mentah WTI mendorong turun harga emas.

Emas berjangka kontrak bulan Desember turun $11.80 ke $1,858.40 per troy ons. Sementara itu perak Comex bulan Desember turun $0.022 ke $25.145 per ons.

Setelah penurunan tajam pada hari Rabu, yields treasury obligasi AS 10 tahun yang merupakan benchmark, tetap tidak naik berada di 1.6% pada hari Kamis. Hal ini membuat dollar AS sulit menemukan permintaan. Selain itu, pergerakan yang positip di sentimen pasar membuat dollar AS tidak bisa mengatasi rival matauang bersama Eropa yang lebih beresiko. S&P berjangka terakhir naik 0.25% secara basis harian, yang menunjukkan arus resiko kemungkinan terus mendominasi pasar setelah pembukaan Wall Street dimulai.

Baca Juga :

Data dari AS menunjukkan pada hari Kamis bahwa Initial Jobless Claims turun ke 268.000 meskipun sedikit lebih buruk daripada ekspektasi pasar di 260.000. Terlebih lagi, Philadelphia Fed Manufacturing Index membaik tajam ke 39 di bulan November dari sebelumnya 23.8 di bulan Oktober. Meskipun demikian, indeks dollar AS tetap berada pada teritori negatip di bawah 96.00 setelah rilis data AS.

“Support” terdekat menunggu di $1,851 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,839 dan kemudian $1,800. “Resistance” terdekat menunggu di $1,879 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,885 dan kemudian $1,900. PT Rifan.

Sumber : Vibiznews

 
Disclaimer: Semua informasi yang tersedia dalam blog ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan informasi yang terbaik, akan tetapi kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blog ini.

PT. Rifan Financindo Berjangka Surabaya
Wisma Bii Lt. 16 Jl. Pemuda 60-70 Surabaya 60271 Telp : 031-5349800(hunting), Fax : 031-5347800