English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Jumat, 29 Oktober 2021

Rekomendasi Emas 29 Oktober 2021: Naik karena Melemahnya USD

 Rifan Financindo

Rifan Financindo - Harga emas naik pada awal perdagangan sesi AS hari Kamis, di tengah keluarnya laporan GDP AS yang buruk dan jatuh ke kubu kebijakan moneter AS yang bersifat dovish, yang menginginkan Federal Reserve menunda melakukan “tapering” atas stimulus kebijakan moneternya, yang mengakibatkan melemahnya dollar AS.

Emas berjangka kontrak bulan Desember naik $4.20 ke $1,801.20 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Desember turun $0.066 ke $24.12.

GDP AS kuartal ke 3 muncul di 2.0% dibandingkan dengan yang diperkirakan di 2.8% YoY dan pada kuartal ke 2. Melemahnya data GDP AS kuartal ke 3 di-offset dengan laporan turunnya klaim pengangguran mingguan AS. Sementara itu, data PCE price index yang diamati dengan ketat, dilaporkan naik 5.3% dibandingkan dengan kenaikan 6.5% pada kuartal ke 2.

Baca Juga :

Pasar saham global kebanyakan melemah dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarh sedikit naik pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Sikap para trader dan investor bersemangat pada minggu ini, dengan mereka memfokuskan diri kepada laporan penghasilan perusahaan yang umumnya bagus. Untuk saat ini, pasar mengabaikan melambatnya pertumbuhan ekonomi di Cina, bottleneck rantai supply dan prospek akan naiknya inflasi.

“Support” terdekat menunggu di $1,783 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,775 dan kemudian $1,767. “Resistance” terdekat menunggu di $1,811 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,815 dan kemudian $1,836. Rifan Financindo.

Sumber : Vibiznews

 

Kamis, 28 Oktober 2021

Naik Sedikit ditengah Sentimen Pasar yang Positip

 PT Rifan

PT Rifan - Harga emas mencoba mempertahankan sedikit kenaikan setelah rilis data ekonomi AS yang menunjukkan bahwa momentum di dalam sektor manufaktur AS stabil. Departemen Perdagangan AS mengatakan bahwa durable goods orders AS turun sebanyak 0.4% pada bulan September, setelah angka bulan Agustus di revisi naik 1.3%. Data yang keluar lebih baik daripada yang diperkirakan, penurunan sebesar 1.1%. Meskipun lebih baik daripada yang diperkirakan, ini tetap adalah penurunan pertama di dalam order umum selama empat bulan.

Emas berjangka kontrak bulan Desember naik $2.80 ke $1,794.50 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Desember turun $0.013 ke $24.075 per ons.

Baca Juga :

Pasar saham global kebanyakan melemah dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah sedikit turun pada saat perdagangan sesi New York dimulai. Indeks saham utama AS minggu ini menyentuh rekor ketinggian, membuat pemulihan yang mengesankan dari kerendahan di awal Oktober. Para trader dan investor tetap positip ditengah laporan penghasilan perusahaan kuartal ketiga yang kebanyakan lebih baik daripada yang diperkirakan.

Ketegangan antara AS dan Cina meningkat pada pertengahan minggu setelah ada laporan yang mengatakan bahwa AS melarang China Telecom, operator telekomunikasi terbesar Cina, untuk melakukan bisnis dengan Cina.

“Support” terdekat menunggu di $1,783 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,775 dan kemudian $1,767. “Resistance” terdekat menunggu di $1,800 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,815 dan kemudian $1,835. PT Rifan.

Sumber : Vibiznews

Rabu, 27 Oktober 2021

Harga Emas Anjlok 1,5 Persen, Tertekan Penguatan Dolar AS

 20151109-Ilustrasi-Logam-Mulia

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga emas turun sebanyak 1,5 persen pada hari Selasa, menghentikan kenaikan lima sesi berturut-turut. Hal ini terjadi karena dolar AS menguat dan pendapatan perusahaan yang kuat mendorong selera untuk aset berisiko.

Dikutip dari CNBC, Rabu (27/10/2021), harga emas di pasar spot turun 0,9 persen pada USD 1.790,54 per ons pada 13:46. EDT. Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 0,7 persen menjadi USD 1.793,40 per ounce.

"Pergerakan ekuitas yang lebih kuat dari perkiraan, dengan banyak pendapatan, mengambil sedikit emas pagi ini," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Baca Juga :

Hasil yang kuat dari perusahaan terkait teknologi mendorong indeks acuan S&P 500 ke rekor tertinggi selama sesi, menghilangkan kilau emas safe-haven.

Juga meredupkan daya tarik emas batangan bagi investor yang memegang mata uang lainnya, indeks dolar naik 0,1 persen.

Haberkorn mengatakan beberapa pedagang emas dapat membukukan keuntungan dari pergerakan naik baru-baru ini, "dengan ekuitas sekuat mereka."

Harga emas telah reli sekitar 2,5 persen selama lima sesi terakhir, didukung oleh kekhawatiran atas inflasi dan ketidakpastian atas langkah-langkah apa yang akan diambil bank sentral untuk memerangi kenaikan harga.

Analis mengatakan emas tidak mungkin menyimpang terlalu jauh dari level teknis utama USD 1.800 per ounce, mengingat fokus pada inflasi. Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi yang umumnya mengikuti pencetakan uang secara luas oleh bank sentral.

Fokus Pasar
Fokus minggu ini adalah pada pertemuan bank sentral utama, termasuk pertemuan Bank of Japan dan Bank Sentral Eropa yang dijadwalkan pada hari Kamis.

Pertemuan kebijakan Federal Reserve AS dijadwalkan untuk minggu depan.

Di sisi teknis, pergerakan di bawah USD 1.780 akan "terlihat sangat buruk untuk emas, yang telah dalam tren naik sepanjang bulan," kata analis OANDA Craig Erlam dalam sebuah catatan. PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : Liputan 6

Selasa, 26 Oktober 2021

Rekomendasi Emas 26 Oktober 2021: Naik karena Kekuatiran akan Inflasi

 

PT Rifan Financindo - Harga emas naik pada awal perdagangan sesi AS hari Senin, didukung oleh meningkatnya kekuatiran mengenai inflasi yang problematik. Makin banyak ekonom dan pengamat pasar yang sudah veteran mengatakan bahwa naiknya inflasi global  lebih daripada sesuatu yang sementara.

Emas berjangka kontrak bulan Desember naik $11.50 ke $1,807.70 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Desember naik $0.011 ke $24.465 per ons.

Pasar saham global bervariasi dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah naik sedikit pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Minggu ini adalah minggu berikutnya bagi perusahaan – perusahaan AS untuk melaporkan penghasilan perusahaannya yang umumnya sangat positip dan membantu mendorong naik indeks saham AS lebi tinggi dari kerendahan di awal bulan Oktober.

Baca Juga :

Untuk sekarang ini kelihatannya laporan penghasilan yang luarbiasa bagusnya mengatasi kekuatiran mengenai stagflasi yang berarti naiknya harga-harga ditengah pertumbuhan ekonomi yang stagnan. Media mainstream baru-baru ini menyoroti bottleneck di dalam shipping, khususnya pantai Barat AS.

“Support” terdekat menunggu di $1,793 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,783 dan kemudian $1,767. “Resistance” terdekat menunggu di $1,815 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,835 dan kemudian $1,850. PT Rifan Financindo.

Sumber : Vibiznews

Senin, 25 Oktober 2021

Rekomendasi Mingguan Emas 25 – 29 Oktober 2021: Bisa Mencapai $1,830?

 

Rifan Financindo - Setelah sempat turun tajam dari ketinggian di $1,800 ke $1,774 pada minggu sebelumnya, pada minggu lalu harga emas berhasil naik kembali ke $1,792 oleh karena meningkatnya kekuatiran akan inflasi yang problematik dan melemahnya dollar AS ditambah dengan postur tehnikal grafik yang baik. Namun emas sulit untuk menembus $1,800 kecuali yields obligasi AS terus turun.

Ancaman meningkatnya inflasi tetap menjadi pendukung yang paling ekstensif bagi pasar emas dengan para analis melihat potensi bagi harga emas untuk mencapai resistance yang kritis di sekitar $1,830 dalam jangka pendek.

Pada Jumat pagi minggu lalu, harga emas terdorong naik ke ketinggian selama enam minggu dengan meningkatnya inflasi. Namun emas jatuh secara signifikan $30 hanya dalam hitungan menit setelah kepala Federal Reserve Jerome Powell membuat pernyataan yang mencoba untuk menenangkan ancaman naiknya inflasi. Powell mengulangi outlooknya bahwa the Fed masih dalam jalur untuk mengurangi pembelian obligasi bulanan sebelum berakhirnya tahun ini dan menambahkan bahwa pembelian obligasi bulanan diperkirakan akan berakhir pada pertengahan 2022.

Baca Juga :

Namun, tidak semua analis yakin bahwa Powell dan bank sentral AS akan bisa memecahkan persoalan meningkatnya ekspektasi inflasi. Kenaikan di dalam yields treasury AS kemungkinan memang memberikan indikasi bahwa ekspektasi inflasi akan menjadi semakin tidak terikat dan dengan aktifitas ekonomi mulai melambat, Federal Reserve akan memiliki peralatan yang terbatas sehingga tidak punya kemampuan untuk membawa inflasi dalam kontrol. Resiko dari stagflasi terus meningkat dan ini akan baik bagie mas dan semua komoditi yang lain.

Inflasi saat ini digerakkan oleh disrupsi yang berkelanjutan dari rantai supply global. Krisis supply bisa berlangsung lebih lama daripada yang semula diperkirakan yang berarti inflasi akan tetap tinggi. Tidak ada yang bisa dilakukan oleh Federal Reserve untuk membetulkan rantai supply. Ini bukanlah inflasi yang digerakkan oleh permintaan dari para konsumen.

Walaupun tetap positip secara relatif mengenai aktifitas ekonomi AS, Powell memberikan catatan adanya peningkatan resiko bahwa disrupsi rantai supply bisa berlangsung lebih lama daripada yang diperkirakan, yang akan membuat inflasi tetap tinggi selama tahun 2022.

Inflasi juga merupakan problem global. Minggu lalu data dari Kanada menunjukkan bahwa harga konsumen naik ke level tertinggi dalam 13 tahun pada bulan lalu.

Di Inggris, tekanan inflasi tetap tinggi dan di atas dari target Bank of England selama dua bulan berturut-turut.

Sementara tekanan inflasi terus mendukung harga emas, para analis mencatat bahwa dinamika telah berubah sedikit dengan metal berharga sekarang menghadapi kompetisi baru, terutama dari Bitcoin.

Minggu lalu, harga Bitcoin naik ke rekor terbaru di atas $65,000 per ons. Rally dari matauang digital ini bersamaan dengan peluncuran produk ETF Bitcoin yang baru.

Sementara itu pasar ekuitas juga diperdagangkan dekat dengan rekor ketinggian yang baru, yang juga menjadi kompetisi yang kuat terhadap emas. Namun momentum ini bisa dengan cepat bergerak kembali ke emas apabila emas bisa menembus ke atas $1,835 per ons.

Selain Bitcoin dan pasar saham, dollar AS juga bisa menjadi badai yang memukul emas. Naiknya kembali indeks dollar AS bisa memukul harga emas turun. Indeks dollar AS telah berhasil bertahan di support kritikal 93.50.

Event yang signifikan pada minggu ini bagi emas dan dollar AS adalah pertemuan kebijakan moneter ECB. Jika Presiden ECB Christine Lagarde bersikap dovish kembali dan merendahkan outlook mengenai inflasi, hal ini bisa melemahkan euro terhadap dollar AS, yang pada gilirannya berakibat negatif bagi emas.

Dari AS, event penting minggu ini antara lain adalah GDP AS kuartal ketiga. Di kuartal kedua ekonomi AS berkembang dengan cepat di 6.7% karena ekonomi kembali dibuka, namun setelah itu kembali dilakukan restriksi-restriksi karena naiknya kembali kasus Covid – 19 sehingga ekonomi melambat. Pertanyaannya adalah seberapa melambatnya?

Selain angka GDP, investor juga menantikan laporan “personal consumption and investment” yang kemungkinan akan tetap tinggi.

Sebelum keluarnya data GDP AS, angka Durable Goods Orders untuk bulan September menarik perhatian, karena akan menjadi salah satu data yang diperhitungkan di dalam penghitungan kalkulasi GDP.

Yang perlu dicatat lagi adalah rilis S&P Case Shiller House Price Index yang kemungkinan bisa mencapai 20% YoY. Ketakutan akan menggelembungnya real-estate AS bisa memicu the Fed untuk menaikkan tingkat bunga bahkan ketika pemulihan ekonomi belum selesai. Hal ini bisa mendorong naik dollar AS.

“Support” terdekat menunggu di $1,783 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,775 dan kemudian $1,767. “Resistance” terdekat menunggu di $1,801 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,815 dan kemudian $1,835. Rifan Financindo.

Sumber : Vibiznews

Jumat, 22 Oktober 2021

Rekomendasi Emas 22 Oktober 2021: Terkoreksi Normal

 

PT Rifan - Harga emas turun pada awal perdagangan sesi AS hari Kamis, karena koreksi normal setelah kenaikan baru-baru ini. Menguatnya index dollar AS juga merupakan elemen pasar yang negatip bagi pasar metal berharga. Jangan heran apabila para pembeli emas di harga murah masuk ke dalam pasar.

Emas berjangka kontrak bulan Desember turun $3.00 ke $1,781.90. Sementara Perak Comex bulan Desember turun $0.35 ke $24.14 per ons.

Pasar saham global kebanyakan turun dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah sedikit turun pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Pergerakan naik di pasar saham AS kembali muncul dengan indeks saham S&P 500 dan Nasdaq ditutup dengan mencetak rekor ketinggian di dalam bulan September.

Baca Juga :

Musim laporan penghasilan perusahaan yang mengeluarkan laporan yang bagus-bagus telah menaikkan sentimen terhadap resiko dari para trader dan investor. Untuk saat ini kelihatannya pasar telah mengabaikan kekuatiran akan naiknya inflasi dan prospek melambatnya pemulihan ekonomi global setelah pandemik.

Dollar AS menguat setelah menyentuh kerendahan tiga minggu. Harga minyak mentah turun dan diperdagangkan di sekitar $81.55 per barel setelah sempat menyentuh ketinggian selama 7 tahun dalam perdagangan semalam.

“Support” terdekat menunggu di $1,767 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,750 dan kemudian $1,720. “Resistance” terdekat menunggu di $1,790 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,801 dan kemudian $1,815. PT Rifan.

Sumber : Vibiznews

Kamis, 21 Oktober 2021

Naik ditengah Kekuatiran akan Inflasi

 

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga emas naik dan mendekati ketinggian harian pada awal perdagangan sesi AS hari Rabu. Kekuatiran akan naiknya inflasi memicu minat beli terhadap assets metal yang keras. Selain itu, postur tehnikal bagi emas juga telah berbalik bullish baru-baru ini.

Emas berjangka kontrak bulan Desember naik $15.60 ke $1,784.20 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Desember naik $0.202 ke $24.10 per ons.

Pasar saham global kebanyakan naik dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah bervariasi Ketika perdagangan sesi New York dimulai. Indeks saham AS telah membuat pemulihan yang mengesankan dari kerendahan pada bulan Oktober dan sekarang dalam posisi untuk menantang rekor ketinggian yang dicetak pada bulan September. Laporan penghasilan perusahaan yang kebanyakan bagus saat ini mengalahkan kekuatiran mengenai inflasi dan melambatnya pertumbuhan ekonomi global.

Baca Juga :

Sementara itu harga Bitcoin terdorong naik ke atas $64,000 dan mendekati rekor ketinggian baru setelah ETF dalam hal cryptocurrencies mencetak debutnya pada hari Selasa.

Hal kunci diluar pasar emas pada hari Rabu kemarin adalah menguatnya indeks dollar AS dan melemahnya harga minyak mentah.

“Support” terdekat menunggu di $1,750 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,720 dan kemudian $1,685. “Resistance” terdekat menunggu di $1,786 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,801 dan kemudian $1,815. PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : Vibiznews

 
Disclaimer: Semua informasi yang tersedia dalam blog ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan informasi yang terbaik, akan tetapi kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blog ini.

PT. Rifan Financindo Berjangka Surabaya
Wisma Bii Lt. 16 Jl. Pemuda 60-70 Surabaya 60271 Telp : 031-5349800(hunting), Fax : 031-5347800