English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Selasa, 11 Juni 2013

Faktor Yang Mempengaruhi Harga Emas


Berikut adalah faktor -faktor Yang Mempengaruhi harga emas :

Pertama, Kenaikan Inflasi Melebihi Yang Diperkirakan

Setiap Negara dalam menentukan kebijakan ekonomi biasanya akan melihat tingkat inflasi. Prediksi berapa persen kah kira-kira inflasi di Negara tersebut akan menjadi acuan dalam penetapan tingkat suku bunga dan lain-lain. Nah jika prediksi tingkat inflasi itu meleset dan malah melibihi yang diperkirakan biasanya harga emas akan melonjak tinggi.

Kedua, Terjadi Kepanikan Finansial

Saat terjadi kepanikan finansial seperti saat krisis moneter tahun 1998 dan juga tahun 2008, maka harga emas akan meroket tidak terkendali. Hal ini terjadi karena masyarakat enggan memegang uang kertas dan lebih memilih menyimpan kekayaanya dalam bentuk emas.

Ketiga, Harga Minyak Naik Secara Signifikan

Harga emas, akan ikut naik jika harga minyak mentah dunia mengalami lonjakan signifikan meski dampaknya sendiri tidak terjadi seketika. Seperti saat terjadi invasi AS ke Irak di mana Irak adalah salah satu produsen minyak terbesar di dunia. Akibat invasi itu harga minyak melonjak tajam yang kemudian diikuti oleh naiknya harga emas. Begitupun yang terjadi saat ini, dimana Negara sekutu yang dipimpin AS menyerang Libya. Harga minyak mentah kembali naik dan menembus rekor baru. Akibatnya harga emaspun terangkat naik.

Keempat, Demand Terhadap Emas

Sesuai hukum supply demand, naiknya permintaan emas dunia yang tidak diikuti oleh naiknya pasokan emas mengakibatkan harganya akan naik terus. Cina dan India adalah dua Negara yang paling besar menghabiskan uangnya untuk membeli emas.

Kelima, Kondisi Politik Dunia

Ketegangan politik dunia, misalnya AS dengan Iran, AS dengan Timur Tengah atau ketegangan lain yang membuat suhu politik dunia meninggi dan mengakibatkan ketidakpastian ekonomi  membuat harga emas naik. Para pelaku pasar akan menarik investasinya di bursa saham, valas atau obligasi dan lebih memilih investasi yang aman yakni emas. Sehingga permintaan terhadap emas pun naik.

Sungguh menarik bukan. Anda bisa berpartisiapasi untuk melakukan Demo Account Trading Emas (XAUUSD) pada pialang Gain Capital maupun di Harum Dana Berjangka pada link berikut ini.

Sumber Belajar Investasi

Senin, 10 Juni 2013

Sejarah dari Komoditi Trading (commodity trading)


Seperti biasanya perdagangan berjangka dimulai dari Amerika Serikat tepatnya di Chicago sekitar tahun 1800. Misi perdagangan berjangka kala itu adalah untuk memperkecil resiko yang timbul akibat terjadinya kenaikan atau penurunan harga komoditi.

Bermula dari tahun 1840 marketing biji-bijian sejenis palawija, gandum, jagung dan kedelai(grain) di Chicago mengalami masa sulit. Di Amerika, Grain merupakan makanan pokok di Amerika. Menjelang masa tanam, harga grain di Chicago sangat tinggi karena permintaan akan grain banyak dan sebaliknya saat musim panen harga pasti turun karena permintaan sedikit dan stok grain berlimpah. Para petani tidak mempunyai tempat penyimpanan(storage) yang luas, sehingga para petani langsung menjualnya pada musim panen dengan harga murah. Penawaran melimpah, pembeli sedikit. Tak dapat dipelak, harga pun jatuh. 

Masalah diperparah oleh jalur distribusi yang lambat (terkait dengan transportasi), gagal panen menjadikan harga grain  menjadi tinggi. Jumlah grain yang sedikit, permintaan pabrik tetap membuat harga grain menjadi sangat tinggi.

Melihat kenyataan seperti itu, baik petani, produsen dan pabrik industri roti terus berpikir untuk memecahkan masalah ini. Akhirnya 82 pebisnis dari Chicago menirikan tempat pertemuan yang sekarang dikenal sebagai Chicago Board of Trade (CBOT). Tujuan pasar ini adalah untuk membuat perjanjian beli dan jual di masa yang akan dating atau yang dikenal sebagai Forward Contract. Transaksi pertama terjadi pada 13 Maret 1851 dengan transaksi 3000 bushels(1 bushels = 36 liter) jagung untuk pengiriman di bulan Juni.

Secara umum, Forward Contract(FC) adalah perjanjian dan kesepakatan (komitmen)yang legal antara pembeli dan penjual dengan mencantumkan komoditi spesifik, yang memuat jumlah, harga, waktu pengiriman dan lokasi penerimaan di masa yang akan datang.Kelemahannya hanya terletak pada kualitas dan waktu pengiriman.

Untuk petani Chicago, FC sangat membantu dan menolong saat panen. Untuk petani Chicago, FC sangat membantu dan menolong saat panen. Melihat kenyataan seperti itu, baik petani, produsen dan pabrik industri roti terus berpikir untuk memecahkan masalah ini.

Akhirnya 82 pebisnis dari Chicago menirikan tempat pertemuan yang sekarang dikenal sebagai Chicago Board of Trade (CBOT). Tujuan pasar ini adalah untuk membuat perjanjian beli dan jual di masa yang akan dating atau yang dikenal sebagai Forward Contract. Transaksi pertama terjadi pada 13 Maret 1851 dengan transaksi 3000 bushels(1 bushels = 36 liter) jagung untuk pengiriman di bulan Juni.

Secara umum, Forward Contract(FC) adalah perjanjian dan kesepakatan (komitmen)yang legal antara pembeli dan penjual dengan mencantumkan komoditi spesifik, yang memuat jumlah, harga, waktu pengiriman dan lokasi penerimaan di masa yang akan datang.Kelemahannya hanya terletak pada kualitas dan waktu pengiriman.

Tahun 1900 Futures Contract mengalai kemajuan pesat dimana banyak bursa-bursa lain yang muncul, seperti New York Mercantile Exchange, New York Sugar, dll. Pada tahun 1923 dibuat UU pertama tentang Futures Trading yaitu Grain Futures Act yang isinya mewajibkan komoditi yang diperdagangkan di bursa harus mendapatkan izin dari pemerintah pusat. Tahun 1936 dibuat UU yang baru yaitu Commodity Exchange Authority (CEA).

Tahun 1974, CEA digantikan oleh Commodity Trading Commision Act uyang dibentuk oleh komisi yang independent yaitu Commodity Futures Trading Commisions (CFTC). CFTC adalah perpanjangan tangan presiden untuk mengawasi perdagangan Futures termasuk index & forex. Saat ini CFTC adalah pengawas perdagangan berjangka dengan membuat kebijakan dari ancaman persaingan usaha yang tidak sehat antar pialang dan bursa di Amerika.

Komoditi di Indonesia 
Seperti yang kita ketahui bersama, Indonesia adalah adalah Negara yang sangat kaya akan sumber daya alam seperti kopi, kayu lapis, lada, coklat,dll. Saat ini Indonesia masih bertumpu pada kegiatan pasar fisik (pasar spot) yang aturannya harus menyerahkan atau menerima secara fisik pada saat jatuh tempo dan belum menyentuh perdagangan dengan penyerahan berjangka secara resmi.

Hingga akhir tahun 1991 terdapat tiga asosiasi yang bersedia memperdagangkan komoditinya dibursa, yaitu AEKI(Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia),AIMMI dan GAPKI. Tahun 1992 diputuskan oleh pemerintah bahwa swasta diberi keleluasaan khusus untuk mendirikan bursa. Lalu FAMNI (Federasi Asosiasi Minyak Nabati Indonesia) yang merupakan gabungan dari AIMMI, GAPKI dan AEKI yang diankat dengan keputusan Menteri, mengumpulkan uang untuk membiayai konsultan dari Australia dan Malaysia untuk membuat studi kelayakan, rencana usaha dan rancangan tatatertib bursa. Di samping itu, pemerintah juga mengusahakan adanya UU perdagangan berjangka untuk mengatur perdagangan berjangka yang ada di Indonesia.

UU No. 32 tahun 1997 lahir saat krisis ekonomi tahun 1998 sebagai cikal bakal pendirian bursa. Pada tanggal 27 Januari 1999, gerakan pendirian bursa dimulai lagi, termasuk gerak agresif dari AEKI & FAMNI. Bappebti mengharuskan bursa yang dididirikan harus sah menurut UU. Sesaat sebelum pertemuan pembentukan perseroan bursa pada tanggal 19 Agustus 1999, AEKI dan FAMNI berhasil mengumpulkan 29 perusahaan tidak terafiliasi dari berbagai jenis industri (kopi, sawit, keuangan dan perdagangan).


Pada 11 Juli 2000, permohonan untuk izin usaha suatu bursa berjangka diserahkan kepada Bappebti. Lalu pada tanggal 21 Juli 2000 BBJ secara resmi mendapat izin dari Bappebti dan melakukan perdagangan pertama kali pada tanggal 15 Desember 2000. Saat itu komoditas yang diperdagangkan baru dua yaitu kopi robusta dan olein. Tanggal 1 Februari 2002 diluncurkan komoditi emas.


Perkembangan komoditi Trading saat ini
Saat ini komoditi yang diperdagangkan adalah komoditi sudah beragam. Dari web Bloomberg didapat komoditi yang ditradingkan seperti :

Komoditi  Energi :
Minyak mentah jenis Brent(BRENT CRUDE FUTR),Gas Minyak (GAS OIL FUT (ICE)),Bensin (GASOLINE RBOB FUT),Minyak Panas(HEATING OIL FUTR),Gas Alam Cair (NATURAL GAS FUTR),Minyak jenis WTI (WTI CRUDE FUTURE).


Komoditi Pertanian :
Coklat (COCOA FUTURE & COCOAFUTURE-LI),Kopi (COFFEE 'C' FUTURE),Jagung(CORN FUTURE),Katun(COTTON NO.2 FUTRFCOJ-A FUTURE),Kedelai(SOYBEAN FUTURE,SOYBEAN MEAL FUTR,SOYBEAN OIL FUTR), Gula(SUGAR #11 (WORLD)),Gandum(WHEAT FUTURE(CBT),WHEAT FUTURE(KCB)).


Komoditi  Logam Industri :
Tembaga(COPPER FUTURE,LME COPPER FUTURE),Nikel (LME LEAD FUTURE,LME NICKEL FUTURE),Alumunium(LME PRI ALUM FUTR), Besi (LME ZINC FUTURE)


Komoditi Logam Mulia
Emas (GOLD 100 OZ FUTR), Perak(SILVER FUTURE)

Komoditi Peternakan :
Sapi(CATTLE FEEDER FUT & LIVE CATTLE FUTR), Babi(LEAN HOGS FUTURE).
 
Sumber :
Buku Bursa Berjangka
Bloomberg.com

Jumat, 07 Juni 2013

Ciri Orang yang Bakal Menjadi Trader Besar



Para trader  yang telah belajar trading atau yang sudah profesional pasti punya kelebihan masing-masing pada dirinya. Namun, untuk menjadi trader  yang lebih dari trader rata-rata, maka perlu diketahui ciri-cirinya supaya Anda dapat mempelajari dari mereka, diantaranya :

Rasa Empati dan Mau Mendengarkan
Biasanya orang yang menjadi calon trader hebat adalah mereka yang lebih suka mendengarkan dari pada berbicara. Ia punya angggota badan sama seperti kita, punya dua telinga, satu mulut, dan dua mata, tapi mereka dapat memanfaatkan anggota tubuhnya sesuai dengan fungsi yang tepat. Kemampuan mendengarkan inilah yang menyebabkan cikal bakal trader handal akan muncul pada diri mereka.

Punya Kenyakinan yang Kuat
Setelah diberi sifat mendengarkan yang baik, calon trader besar juga memiliki keyakinan yang kuat akan kemampuan dirinya sendiri. Ia juga memahami mengenai apa saja yang ada diluar kendali mereka, karena itu, calon trader handal biasanya merencanakan transaksinya. Rata-rata mereka mengembangkan keyakinannya seiring berjalannya waktu saat ia belajar tentang  market. Keyakinan inilah yang akan mendorong trader besar menjadi sukses dan berhasil.

Rendah Hati dan Menerima
Sifat yang tertanam dalam hatinya adalah sifat baik, dimana terdapat rasa rendah hati dan dapat memahami dirinya sendiri. Mengerti bahwa ia tidak pintar, mengetahui bahwa ia tidak lebih kuat, dan juga memahami bahwa ia tidak lebih bijaksana dari pada trader lainnya. Yang mereka ketahui bahwa orang lain memiliki kepercayaan pada kemampuan dirinya sendiri untuk mencapai tujuan. Menerima bahwa selalu ada hal-hal baru untuk dipelajari, serta menerima kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan sebelumnya.

Punya Keinginan untuk Sukses

Pilihan menjadi sukses adalah impian mereka, dimana calon trader besar telah memiliki keinginan untuk sukses didalam rencananya. Mereka selalu menggunakan analisa dan mengedepankan kemampuan diri sendiri, bukan mencari Holy Grail. Ia tahu jika hari ini belum dapat keuntungan karena suatu kerugian, akan ada kesempatan untuk memperbaikinya esok hari. Mereka menyadari bila semua hal di dunia akan menyenangkan jika bisa mencapai sukses. Namun sukses itu sendiri tidak bisa datang tanpa rencana.

Sukses tidak bisa dibeli, sukses juga tidak dapat ditukarkan dengan apapun. Namun sukses itu dapat diciptakan melalui keyakinan, kemampuan untuk mendengarkan, dan memiliki impian untuk sukses. Keberhasilan dapat diraih jika kesuksesan sudah didapat. Dan kesuksesan dapat diraih karena tumbuh dari suatu perencanaan.

Kesimpulan
Orang yang memiliki keyakinan untuk bisa menyelesaikan sesuatu, memiliki kerendahan hati untuk menerima kekalahan, serta mau mendengarkan disekelilingnya, dan punya keinginan yang besar untuk dapat mencapai sukses adalah mereka yang dijuluki sebagai trader besar. Dengan memiliki kelebihan tersebut, mereka tidak terpengaruh oleh orang lain, tidak merasa iri dengan siapapun, serta tidak rentan terhadap pengaruh sifat negatif orang lain. Jika Anda ingin mendapatkan sebagai trader besar, cobalah dari sekarang. Mungkin butuh waktu yang tidak sebentar, rintangan-rintangan di depan mungkin saja akan mengagalkan tujuan Anda, namun dengan keinginan yang besar, tekat yang bulat, serta memiliki keyakinan yang kuat, pasti keberhasilan Anda akan segera didapat.

Sumber : Mega Sipahutar

Senin, 03 Juni 2013

The Art of Trading ala Sun Tzu

Sekitar 250 tahun yang lalu, Sun Tzu, seorang jendral besar, master strategi dan taktik perang dari China menulis filosofi perangnya dalam suatu tulisan yang berjudul “The Art of War”. Di dalamnya berisi prinsip-prinsip simpel namun sangat vital untuk memenangkan suatu perang. Mungkin bila saat itu Sun Tzu terlahir sebagai trader, dia akan menjadi seorang trader yang hebat.
Dewasa ini, para veteran trader di Wall Street menggunakan teknik filosofi perang Sun Tzu untuk menghasilkan profit dalam berinvestasi forex dan komoditi.

The Art of Trading
Dalam suatu chapter dari tulisan “the Art of War” ada suatu prinsip yang disorot dan diinterpretasikan oleh kalangan trader di Wall Street untuk digunakan sebagai prinsip vital dalam forex trading, index trading ataupun komoditas gold trading dan oil trading.
Berikut adalah interpretasi strategi Sun Tzu yang diterapkan menjadi suatu prinsip trading :


I am the general, commander of my forces. As general, I am responsible for understanding where the market has been (trend lines), it’s strength (bull, bear or sideways) and on what ground it is in at any point in time (Asia, London, New York).
The general starts all the engagements with the enemy, EURO/USD or GBP/USD, Gold or OIl. The time and place is based on his interpretation of the information that he has gathered before hand. The preparations for this engagement include gauging the strength of the opponent’s moves, volatility, and direction of movements: long and short term trends.
He also chooses a strategy (buy or sell, long or short term) and asset commitments.
All this he ponders in his temple. When the plans are made, he waits for the enemy to provide an opening and the starts the battle.
Once a battle has started, the general will modify his plans to account for movements of the enemy (price action, changes of ground).
The general will practice responding to enemy movements, honing his skills both in battle and in the practice field.
This general is a guerrilla fighter. He does not have the resources to go head to head with the enemy. The fight is always on the flanks and is not able to see the full strength of the enemy, but can feel the effects of the enemy’s movements instantly and must be able adjust his adjust his attack using discipline and methods learned in battle and instruction.


Bila diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia dari sisi seorang trader, Trader adalah seorang jendral, seorang komandan dari dana yang dia tradingkan. Sebagai seorang jendral, trader bertanggung jawab menentukan strategi trading untuk memahami dimana market forex sekarang ini (trend lines), kekuatan market forex sekarang ini (bull, bear atau sideways) dan kawasan medan perang tempat saya bertempur (sesi market Asia, London atau New York).

Untuk mendukung strategi trading yang digunakan, seorang trader harus terlebih dahulu mempersiapkan segala kebutuhan sebelum menyerang musuh (pair forex, Gold atau Oil), waktu dan tempat medan perang berdasarkan segala informasi (news kalender ekonomi atau isu-isu market yang beredar) dan interpretasi dari informasi tersebut. Persiapan perang ini termasuk didalamnya mengukur kekuatan gerakan musuh, volatilitas dan arah dari gerakan musuh (short term atau long term trend).

Seorang trader membuat suatu strategi trading (buy atau sell, long term atau short term trading) dan margin trading dari dana yang digunakan (money management). Setelah semua data dan prediksi yang telah dibuat, trader menunggu pergerakan chart suatu pair untuk menentukan titik open posisi yang tepat, misalnya buy / sell di saat terjadi koreksi.

Ketika open posisi telah dibuat, trader mengamati perkembangan open posisi trading yang telah dibuat. Trader harus selalu siap untuk merubah arah open posisi trading atau melakukan cut loss berdasarkan perkembangan dan pergerakan chart trading yang terjadi.

Seorang trader adalah pejuang kecil. Trader tidak memiliki jumlah dana yang besar untuk bisa melawan kekuatan market forex ataupun melawan institusi besar seperti Bank Central. Apa yang trader bisa lakukan adalah membaca gelagat yang “diberikan” oleh market forex itu sendiri, mengintepretasikannya dengan cepat dan mengimplementasikannya ke dalam posisi trading yang sedang berjalan berdasarkan disiplin money management dan strategi trading yang dipakai.

Intisari
Kebijaksanaan yang tertuang dalam literatur tulisan Sun Tzu memberikan kita segala aspek strategi trading yang mencakup sisi psikologis trading dan money management yang trader butuhkan.
Seperti salah satu ungkapan Sun Tzu :
“Kenali musuhmu dan kenali diri sendiri, maka anda dapat memenangkan pertempuran tanpa risiko kalah. Kenali bumi dan langit, maka kemenangan tersebut akan menjadi lengkap.”
Ungkapan tersebut tidak hanya cocok sebagai prinsip strategi perang tetapi dapat juga diaplikasikan sebagai prinsip strategi trading kita.
Kesuksesan suatu pertempuran bergantung kepada sejauh mana kita mengerti tingkah laku dan kebiasaan musuh, kekuatan psikologis serta kekuatan sumber daya kita. Semuanya dirangkum menjadi suatu “Art of Trading” yang vital dan menjadi pedoman trading bagi semua trader untuk meraih profit.

Sumber : Mega Sipahutar

Jumat, 31 Mei 2013

Dollar Amerika Serikat vs Yen Jepang

Dollar Amerika Serikat versus yen Jepang atau sering dipersingkat dengan USD/JPY adalah instrumen pasangan mata uang yang sering ditransaksikan. Mengingat dua negara yang menaungi mata uang ini adalah negara dengan perekonomian sangat besar di dunia. Namun besaran pergerakan harian dari pergerakan USD/JPY tidak sebesar pasangan mata uang lainnya. Rata-rata pergerakan harian USD/JPY sepanjang 2011 saja tidak lebih dari 100 pip yakni 77 pip. Bandingkan dengan rata-rata pergerakan harian pasangan mata uang lain di sepanjang 2011, EUR/USD sebesar 159 pip, GBP/USD sebesar 141 pip, USD/CHF 120 pip dan AUD/USD 139 pip. Dengan rata-rata pergerakan harian yang jauh di bawah mata uang lain, maka bisa diasumsikan resiko bertransaksi USD/JPY pun lebih kecil dibandingkan dengan bertransaksi mata uang lainnya. Namun tentu saja besar-kecilnya resiko itu juga tergantung dari strategi trading yang diterapkan masing-masing individu.


Grafik Perbandingan Rata-rata Kisaran Pergerakan Harian Bulanan
Banyak strategi trading yang dapat diterapkan untuk melakukan transaksi pasangan mata uang ini. Salah satunya adalah bertransaksi berdasarkan hasil rilis data fundamental ekonomi. Mengingat pasangan mata uang ini adalah mata uang dari Amerika Serikat dan Jepang, maka tentunya USD/JPY akan bereaksi terhadap data atau peristiwa yang muncul dari kedua negara tersebut.

Sebagai contoh, kenaikan USD/JPY yang meroket hingga mencapai 80 yen per dollar AS. Penyebabnya adalah pernyataan dari bank sentral Jepang yang akan menambah program pembelian aset sebesar 10 triliun yen dan akan terus melakukan stimulus hingga mencapai target inflasi 1%. Ini adalah peristiwa yang muncul dari Jepang.

Peristiwa dari Jepang lainnya yang sangat menyita perhatian para pelaku pasar adalah gempa tsunami dan bocornya reaktor nuklir pada Maret 2011 lalu. Volatilitas pergerakan USD/JPY  langsung meningkat. Tercatat rata-rata pergerakan harian pada bulan itu mencapai 111 pip.

Selain data dan peristiwa dari Jepang, USD/JPY juga bereaksi terhadap data dan peristiwa dari AS seperti data Non-farm Payrolls. USD/JPY akan bergerak naik mengikuti data AS yang positif dan sebaliknya bergerak turun mengikuti data AS yang negatif. Kecenderungan tersebut terlihat dari rekam pergerakan USD/JPY setelah rilisan data Non-farm Payrolls AS setahun terakhir. (Silahkan lihat tabel )


Tanggal
Data NFP
(Aktual Vs Prediksi)
Reaksi USD/JPY
(dalam pip)
7 Januari 2011
103 < 159
-63
4 Februari 2011
36 < 138
-54
4 Maret 2011
192 = 191
Bolak balik
1 April 2011
216 > 191
+79
6 Mei 2011
24 > 185
+38
3 Juni 2011
54 < 161
-20
8 Juli 2011
18 < 97
-89
5 Agustus 2011
117 > 89
+65
2 September 2011
0 < 74
-29
7 Oktober 2011
103 > 55
+30
4 November 2011
80 < 97
+28 (berlawanan)
2  Desember 2011
120 = 126
Bolak balik
6 Januari 2012
200 > 152
+18
3 Februari 2012
243 > 150
+50
9 Maret 2012
227 > 209
+85
Tabel Reaksi Pergerakan USD/JPY Setelah Data NFP

Kita bisa membuka posisi beli ketika hasil rilisan data NFP positif dan posisi jual bila hasil rilisan data NFP negatif. Biasanya beberapa jam sebelum data NFP, USD/JPY bergerak dalam fase konsolidasi. Kita bisa menempatkan limit order stop buy di batas atas atau stop sell di batas bawah area konsolidasi. Hanya saja kita perlu mewaspadai adanya slippage  karena harga akan bergerak sangat volatil setelah data keluar. Atau kita juga bisa membuka posisi langsung setelah data rilis.

Dan jangan lupa untuk selalu menempatkan stop loss guna membatasi resiko anda. Selamat bertransaksi 

Sumber : Chandra Chan

Keuntungan Trading Emas Online





Jika Anda mencari perlindungan aset anda terhadap inflasi atau mencari alternatif investasi, trading emas online dapat menjadi cara yang tepat untuk memenuhi kebutuhan Anda. Apalagi dengan meningkatnya angka inflasi dari tahun ke tahun yang berimbas kepada meningkatnya harga-harga, maka investasi emas banyak dilirik orang seperti halnya investasi properti.



3 Macam Tipe Investasi Emas

Ada 3 macam model investasi emas yaitu sistem gadai syariah, jual beli emas fisik model antam, dan trading emas online.
Gadai syariah, biaya titip nya sangat mahal (biaya titip gadai emas di bank syariah adalah Rp 150 per gram per hari, jika 310gram maka Rp 46.500/hari )
Jual beli emas fisik antam, ketika harga emas sedang turun, kita mau beli dibilang stoknya habis, kalau harga sudah terlalu tinggi secara tiba-tiba ada stok.
Yang terakhir adalah trading emas online. Modelnya kita beli kontrak emas lewat broker, emas fisiknya di simpan oleh Bullion Association di London. Harga emasnya mengikuti New York Merchantile Exchange (pasar komoditas emas terbesar di dunia) di Amerika. Kalau ini biaya titipnya lebih murah, harganya selalu up-to-date dan ga ribet, bisa trading dari rumah sewaktu – waktu.
Dari ketiganya itu, yg paling praktis saya adalah yg trading emas online. Dan musti hati-hati bila memilih broker. Bila pakai broker lokal Indonesia, biasanya butuh modal yg sangat besar (minimum 50 juta), bila pakai broker luar negeri biasanya bisa pakai modal yg lebih sedikit, asal
yg paling utama adalah dana kita sama amannya..


Trading Emas Online vs Beli Emas Fisik

Saya akan jelaskan mana yang lebih menguntungkan bila anda membeli emas fisik (perhiasan di toko emas atau emas batangan) di banding trading emas secara online.
Harga emas dunia dihitung setiap 1 troy ounce emas
1 troy ounce / toz. setara dengan 31.1 gr
Mari kita lihat contoh perhitungan berikut :

SIMULASI

Pak Amir mempunyai dana sebesar IDR 100 juta rupiah

Skenario 1 (trading emas online) :
Pak Amir melakukan deposit untuk trading emas online dan dikonversikan menjadi akun dengan balance sebesar $10.000 (deposit IDR 100 juta dengan kurs brokernya $1 = IDR 10 ribu)

Pak Amir melakukan BUY sebesar 1 lot di trading emas online.
Kebetulan hari ini harga emas dunia naik dari $1700, menjadi $1701.
Pak Amir mendapatkan untung $10 ( setiap kenaikan $1 di harga emas dunia bernilai $10), dan uang Pak Amir sekarang menjadi $10.010  

Keuntungan Pak Amir adalah IDR 100 ribu (dengan kurs dollar broker 10 ribu)
Skenario 2 (beli emas fisik) :
Pak Amir pergi ke toko emas dan uangnya 100 juta ditukarkan emas semua.
Harga emas per gram saat ini adalah 528 ribu. Pak Amir mendapatkan emas 5,6 gram ( kita bulatkan menjadi 6 gram)
Kebetulan hari ini harga emas dunia naik $1

Ingat!
Harga emas dunia dihitung setiap 1 troy ounce emas
1 troy ounce / toz. setara dengan 31.1 gr

Maka keuntungan Pak Amir adalah :
“kenaikan harga emas x (jumlah gram emas yang dibeli / satuan gram emas dunia)”

$1 x ( 6 gram / 31.3 gram) = $0,2 / Rp 1980,-


  • Keuntungan skenario 1 = $10 (100 ribu rupiah)
  • Keuntungan skenario 2 = $0,2 (Rp 1980,- menurut kurs sekarang 9600)

Sangat jauh sekali keuntungannya bukan?

Terlihat tidak masuk akal, tapi itulah kenyataannya.
Karena ketika anda melakukan trading emas online, anda berarti membeli kontrak emas di pasar internasional dengan satuan 100 ons. Dan anda dibantu untuk bisa trading di pasar internasional dengan modal yang minimal.


Keuntungan Trading Emas Online
1. Minimal deposit IDR 100 juta
2. Transaksi nilai emas (XAU/USD) ini berjalan secara 24 jam
3. Emas yang diperjualkan dijamin oleh Bank yang berada di London (emas fisiknya disimpan di London)
4. Tersedia analisa pergerakan harga emas yang diupdate tiap hari.
5. Untuk deposit dan withdrawal bisa pakai bank lokal (BCA, CIMB Niaga Bank, BNI Bank, Windu Kencana Bank, Standard Chartered Bank)
6. Deposit dan Withdrawal bisa kapan saja, 24 jam sehari (Senin – Jumat)
7. Harga emas mengikuti patokan harga emas di New York Commodity Exchange (pusat perdagangan emas di dunia) , yang artinya tidak direkayasa dan fair.
Bagi anda yang familiar dengan gadai emas, anda bisa menemukan banyak persamaannya,
Kesamaan dengan gadai emas
Jika anda biasa menggadaikan emas, anda bisa liat banyak persamaannya :
1. emas yang diperjual belikan fisiknya ada (gadai: emas fisik di bank, trading: emas fisik di london)
2. biaya administrasi gadai serupa biaya komisi trading online
3. spread jual beli gadai pun ada di spread jual beli trading online
4. biaya titip gadai serupa swap (namun swap tidak dihitung apabila diclosing sebelum penutupan market [sore] di USA)
5. Untuk trading online, harganya uptodate senin 06:00 sampai sabtu 03:30/04.30 dinihari.
6. Sedangkan di rumah gadai tidak selalu uptodate, ketika harga turun kita mau beli dibilang barangnya abis.
Tips Trading Emas secara Online
Bila anda memutuskan untuk mencoba trading emas secara online atau bagi anda yang sudah terjun ke dalamnya, saya sarankan main dengan santai dan hanya memakai 1 lot. Saya lihat orang merugi bila main lebih dari 1 lot dan ujungnya berantakan pasang Buy dan Sell (ga jelas mau ngapain).
saya lihat dari semua hal, yang paling stabil harganya adalah emas, susah banget turunnya. Secara tidak langsung kita ditolong oleh sifat emas. Pasang BUY hanya ketika koreksi / harga anjlok = untung. Kalau harga anjlok lagi? pasang BUY lagi.
Contoh kalau emas turun per 25/50 poin, kita beli lagi.
1425,
1400,
1375,
1350 dst.
nantinya kalau semuanya diclosing totalnya tetep untung.
Karena emas kecenderungannya naik, jangan melawan arus: hanya pasang BUY 100%

Sumber : mega-sipahutar.blogspot.com

Kamis, 30 Mei 2013

MELINDUNGI ASET KITA (HEDGING) DENGAN BERINVESTASI EMAS

 

    Tahukah kita bagaimana perusahaan-perusahaan besar melindungi aset bisnisnya? Mereka melindungi asetnya dengan hedging yaitu strategi untuk melindungi aset. Contoh: Sebuah perusahaan memiliki hutang dalam bentuk valuta asing yang jatuh tempo dalam 5 tahun yang akan datang. Maka perusahaan tersebut akan meneken kontrak pembelian valuta asing pada nilai yang disepakati, dengan tanggal realisasi sesuai jatuh tempo hutang. Memang ada biaya yang dikenakan, tapi bagi perusahaan besar itu tidak menjadi masalah. Dengan kata lain lebih baik membayar biaya untuk memperoleh nilai kurs yang terjangkau, daripada menghadapi resiko membengkaknya hutang. 
      Untuk masyarakat umum, agak sulit untuk melakukan strategi hedging seperti yang dilakukan perusahaan besar. Karena tentu lebih rumit dan akses pun terbatas. Aset yang dimiliki tidak selalu terkait dengan dollar. Maka strategi hedging yang bisa dilakukan untuk masyarakat yaitu membeli emas atau menabung dalam bentuk emas. Emas digunakan sebagai pelindung terhadap nilai dan kekayaan (hedging). Dan pada umumnya semakin tinggi inflasi, akan semakin baik kenaikan harga emas. Semakin orang panik terhadap ketidakpastian ekonomi, harga emas semakin melambung. Sebaliknya, harga emas konstan bila laju inflasi rendah. Maka investasi emas sangat cocok dipakai sebagai pelindung kekayaan. Emas cenderung stabil dan dianggap tidak punya efek inflasi (zero inflation effect). 
      Adapun cara berinvestasi emas sangat banyak, kita bisa meniru cara berinvestasi emas yang orang jaman dulu lakukan, yaitu dengan cara membeli, menyimpan dan kemudian menjual. Atau kita bisa menggunakan cara modern berinvestasi emas dengan membeli, menyimpan atau menggadai jika tujuan kita adalah untuk melipatgandakan jumlah portofolio emas kita tapi dengan modal yang kecil. Ada juga cara berinvestasi emas dengan cara ikut arisan emas. Namun, apapun cara yang kita gunakan dalam berinvestasi emas, sebaiknya kita tahu arah dan tujuan investasi kita tersebut. Jika kita ingin mendapatkan profit, tentunya investasi emas akan sangat bagus jika dilakukan untuk tujuan investasi jangka panjang. Yang terpenting adalah, dengan berinvestasi emas, kita dapat melindungi aset yang kita miliki.

 
Disclaimer: Semua informasi yang tersedia dalam blog ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan informasi yang terbaik, akan tetapi kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blog ini.

PT. Rifan Financindo Berjangka Surabaya
Wisma Bii Lt. 16 Jl. Pemuda 60-70 Surabaya 60271 Telp : 031-5349800(hunting), Fax : 031-5347800