Rabu, 14 Maret 2018

Bursa Asia Tertekan Imbas Kekhawatiran Aksi Proteksi Dagang AS



PT Rifan Financindo - Bursa saham Asia melemah pada perdagangan saham Rabu pekan ini di tengah kekhawatiran meningkatnya aksi proteksi oleh Amerika Serikat (AS).

Hal ini dipicu usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump memecat Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson yang dianggap moderat di pemerintahannya.Di bursa Asia, indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melemah 0,3 persen.

Pada perdagangan kemarin, indeks saham acuan ini sempat sentuh level tertinggi dalam 1,5 bulan. Indeks saham Australia melemah 0,8 persen pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks saham Jepang Nikkei susut 0,8 persen dan indeks saham Korea Selatan melemah 0,7 persen.

Baca juga :
Pelemahan ini juga didorong bursa saham AS atau wall street yang tertekan. Indeks saham Dow Jones melemah 0,7 persen. Indeks saham S&P 500 tergelincir 0,6 persen dan indeks saham Nasdaq merosot 1 persen.

Wall street tertekan didorong langkah Trump memecat Rex Tillerson usai serangkaian hubungan kurang baik atas kebijakan Korea Utara, Rusia dan iran. Kritikus mengatakan, langkah tersebut akan menambah ketidakstabilan pemerintahan Amerika Serikat.

Trump juga ingin menerapkan tarif impor China sehingga target mencapai US$ 60 miliara yang dikenakan pada telekomunikasi, elektronik dan teknologi informasi.

"Kepergian Tillerson telah membuat beberapa kekhawatiran dengan ada lampu hijau bagi mereka yang berada di pemerintahan untuk mendorong tindakan aksi proteksi lebih banyak," tulis laporan analis ANZ, seperti dikutip dari laman Reuters, Rabu (14/3/2018). PT Rifan Financindo.


Sumber : Liputan 6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar