Rabu, 28 Maret 2018

Bursa Asia Merosot Tersengat Wall Street


Rifan Financindo - Bursa saham Asia melemah pada awal perdagangan saham Rabu pekan ini. Hal itu didorong bursa saham Amerika Serikat (AS) atau disebut wall street tertekan lantaran saham teknologi.

Di bursa saham Asia, indeks saham acuan indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melemah 0,4 persen. Indeks saham Jepang Nikkei turun 2,15 persen.

Sementara itu, indeks saham Topix turun 2,04 persen. Indeks saham Korea Selatan Kospi tergelincir 1,27 persen. Hal itu didorong saham Samsung Electronic dan SK hynix yang masing-masing merosot 2,88 persen dan 1,23 persen.

Baca juga :

Bursa saham Asia merosot tersebut dipicu tekanan bursa saham AS. Indeks saham S&P 500 tergelincir 1,73 persen dan indeks saham Nasdaq susut 2,93 persen.

Penurunan bursa saham AS atau wall street didorong sektor saham teknologi. Saham Facebook tergelincir 4,9 persen. Skandal penyalahgunaan data pengguna Facebook oleh konsultan politik masih membayangi saham Facebook. Selain itu, saham Nvidia turun 7,8 persen.

“Akan ada lebih banyak peraturan di Facebook dan FANG (Facebook, Apple, Amazon, dan Google). Biaya kepatuhan akan meningkat,” ujar Nobuhiko Kuramochi, Chief Strategist Mizuho Securities, seperti dikutip dari laman Reuters, Rabu (28/3/2018).

Selain itu, kekhawatiran perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS) juga tetap menjadi hambatan pergerakan di bursa saham Asia. Bahkan usai AS dan China melakukan pembicaraan secara diam-diam soal tarif impor. Rifan Financindo.


Sumber : Liputan 6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar