English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Selasa, 10 Januari 2017

Bursa Asia Turun Terdorong Gejolak Harga Minyak



PT Rifan Financindo - Bursa Asia dibuka lebih rendah pada hari ini usai menguat di awal tahun. Ini terpicu penurunan ekuitas, bergolaknya pasar minyak seiring lonjakan pasokan dan melemahnya poundsterling di tengah kekhawatiran baru tentang dampak Brexit.

Melansir laman Reuters, Selasa (10/1/2017), indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang bergerak datar di awal perdagangan. Sementara indeks Nikkei Jepang turun 0,2 persen karena investor memilih untuk berlindung ke yen.

Salah satu yang mempengaruhi pasar Asia adalah harga minyak, yang mencatat kerugian terbesar satu hari dalam enam pekan di tengah kekhawatiran bahwa rekor ekspor minyak mentah Irak pada Desember dan meningkatnya output AS akan melemahkan upaya OPEC untuk mengekang kekenyangan pasokan global.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) setuju untuk memangkas produksi untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan global lebih dari delapan tahun yang lalu pada November lalu.

Kementerian minyak Irak menekankan bahwa rekor ekspor tidak akan mempengaruhi keputusan negara untuk memangkas produksi pada Januari untuk mematuhi kesepakatan OPEC.

"Ini tentu bisa dibayangkan bahwa perjanjian (OPEC) akan berantakan dan Anda mendapatkan produksi yang lebih daripada yang diantisipasi selain sudah berpikir bahwa itu harus lebih rendah karena kekuatan dolar," ujar Daniel Morris, Ahli Strategi Investasi Senior di BNP Paribas Investment Partners.

Adapun harga minyak mentah AS naik usai merosot 3,8 persen pada Senin kemarin. Harga minyak naik sebesar 0,1 persen pada US$ 52,02 per barel pada Selasa pagi ini.

Sementara minyak patokan global Brent turun 3,8 persen menjadi US$ 54,82 per barel pada Senin.

Sebelumnya Wall Street bergerak di dua arah pada penutupan perdagangan terdorong penurunan saham energi dan keuangan yang membebani laju indeks S&P 500 serta Down. Sementara indeks Nasdaq mendekati rekor tertinggi, terdorong saham kesehatan.

Ini terjadi menjelang rilisnya laporan pendapatan dan investor yang mengharapkan perubahan kebijakan AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 76,42 poin atau 0,38 persen ke posisi 19.887.38. Sementara indeks S&P 500 turun 8,08 poin atau 0,35 persen menjadi 2.268,9.

Sedangkan indeks Nasdaq Composite bertambah 10,76 poin atau 0,19 persen ke posisi 5.531,82. Delapan dari 11 sektor besar di indeks S&P 500 tercatat lebih rendah. PT Rifan Financindo.


Sumber : Liputan 6

Senin, 09 Januari 2017

Bursa Asia Menguat Terdorong Sentimen Wall Street



Rifanfinancindo - Bursa saham Asia mencoba naik pada awal pekan ini. Pelaku pasar menanti pernyataan presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal perdagangan global dan China mempengaruhi laju bursa saham Asia.

Indeks saham MSCI Asia Pasifik cenderung flat. Indeks saham Australia naik 0,5 persen. Sedangkan indeks saham Selandia Baru naik 0,2 persen. Indeks saham Kospi mendaki 0,2 persen pada awal perdagangan. Bursa saham Jepang libur peringati coming of age (adults).

Penguatan bursa Asia juga didorong dari bursa saham Amerika Serikat  (AS) pada akhir pekan lalu. Bursa saham AS catatkan rekor tertinggi didorong rencana Trump untuk meransang ekonomi dengan pajak lebih rendah dan belanja infrastruktur.

Di pasar uang, dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang asing usai data ekonomi AS menjadi sorotan antara lain data tenaga kerja dan pertumbuhan upah buruh.

Dengan upah meningkat menunjukkan ada momentum positif di pasar tenaga kerja. Hal itu mendorong spekulasi kenaikan suku bunga bank sentral AS.

"Dengan harapan kenaikan suku bunga bank sentral AS. Kami percaya dolar AS akan melanjutkan tren kenaikan dibandingkan mata uang Asia lainnya dalam beberapa minggu mendatang," ujar Analis FX di Scotia Bank, Gao Qi seperti dikutip dari laman Reuters, Senin (9/1/2017).

Dolar AS diperdagangkan ke level 117,14 terhadap yen. Sedangkan indeks dolar AS stabil di kisaran 102,23 terhadap mata uang asing lainnya.

Mata uang China yuan sedang berada di bawah pengawasan khusus usai cadangan devisa menunjukkan penurunan mendekati posisi terendah dalam enam tahun. Otoritas pun meningkatkan intervensinya untuk melindungi mata uang tersebut.

Di pasar komoditas, harga minyak Brent turun 0,2 persen pada awal pekan. Pelaku pasar melihat komitmen negara produsen minyak yang tergabung dalam OPEC untuk memangkas produksinya. Rifanfinancindo.


Sumber : Vibiznews

Jumat, 06 Januari 2017

Indeks Nikkei 6 Januari Dibuka Lemah Terganjal Penguatan Yen; Saham Toyota Tertekan Ancaman Trump

Rifan Financindo - Indeks Nikkei di Bursa Jepang pada awal perdagangan Jumat (06/01) dibuka lemah, terpantau saat ini turun -84,40 poin atau -0,33 persen di 19.456,29. Pelemahan indeks Nikkei tertekan penguatan Yen dan merosotnya saham Toyota setelah ancaman Presiden AS terpilih Donald Trump.

Pada awal perdagangan yen menguat ke 115,66 terhadap dolar pada Jumat pagi waktu Asia, dari tingkat atas 118.00 di awal minggu.

Penguatan Yen menekan saham-saham eksportir utama khususnya otomotif. Saham Toyota jatuh 2,03 persen, saham Nissan turun 2,04 persen, saham Honda merosot 1,06 persen, saham Mazda Motor turun 1,83 persen dan saham Mitsubishi Motors melemah 1,53 persen.

Pelemahan saham Toyota terjadi setelah pada hari Kamis, Trump menegur Toyota di Twitter dan mengancam pembuat mobil tersebut untuk mengenakan pajak perbatasan yang besar jika membangun pabrik baru di luar AS.

Sedangkan untuk indeks Nikkei berjangka terpantau turun -50,00 poin atau -0,26 persen pada 19,450, turun dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya pada 19,500.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks Nikkei akan bergerak lemah jika penguatan Yen terus berlanjut. Secara teknikal Indeks Nikkei akan bergerak dalam kisaran Support 19,058-18,504, dan kisaran Resistance 20,000-20,575. Rifan Financindo.


Sumber : Vibiznews

Kamis, 05 Januari 2017

Mengekor Wall Street, Bursa Asia Kompak Menguat


PT Rifan Financindo - Senada dengan Wall Street, bursa Asia bergerak menguat pada pembukaan perdagangan Kamis (5/1/2017). Kenaikan ini juga ditopang oleh catatan yang dikeluarkan bank sentral The Federal Reserve.

Melansir reuters, Kamis (5/1/2017), Indeks MSCI AsiaPasifik di luar Jepang naik 0,2 persen, membukukan kenaikan 8 sesi berturut-turut. Indeks Australia juga naik 0,4 persen.

"FOMC berencana untuk menaikkan suku bunga 3 kali di 2017, pasar tidak terlalu optimistis jika The Fed hanya menaikkan 2 kali," tutur James Woods, Global Investment Strategies di Rivkin Securities di Sydney.

"Pasar sekarang akan fokus pada 100 hari pertama Donald Trump sebagai presiden, dan bisa tidaknya dia mengimpelementasikan kebijakannya," lanjut dia.

Dow Jones Industrial Average naik 0,3 persen untuk menutup perdagangan di level 19.942,16. Sementara S&P indeks naik 0,57 persen ke level 2.270,75.

Sementara harga minyak naik hampir 2 persen. Kenaikan dipicu harapan cadangan minyak Amerika Serikat turun dan tanda-tanda bahwa eksportir minyak dunia tetap pada jalurnya untuk memangkas produksi yang akan memberikan dampak pada pekan ini.

Minyak acuan global, Brent naik 99 sen atau 18 persen untuk menetap pada US$ 56,46 per barel. Sementara harga minyak acuan AS, West Texas Intermediate naik 93 sen untuj menetap 53,26 per barel. PT Rifan Financindo.


Sumber : Liputan 6

Rabu, 04 Januari 2017

Indeks Saham Jepang Cetak Penguatan Terbesar di Bursa Asia



Rifanfinancindo - Bursa Asia menguat didorong rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS). Selain itu, bursa Asia kembali bergairah seiring bursa saham di Asia kembali buka usai libur.

Indeks saham MSCI Asia Pasifik naik 0,7 persen pada pukul 09.11 waktu Tokyo. Indeks saham Selandia Baru menguat 0,8 persen. Indeks saham Australia dan Korea Selatan Kospi sedikit berubah. Sedangkan indeks saham Jepang Nikkei naik 1,1 persen, dan memimpin penguatan di bursa Asia.

Ada pun rilis data ekonomi AS seperti data manufaktur lebih baik dari yang diharapkan. Hal ini juga yang mendorong bursa saham AS dan dolar AS.

Akan tetapi, pasar juga mencerna pernyataan dari pejabat AS Lawrence Summers yang memperingatkan kebijakan presiden terpilih AS Donald Trump dapat mempengaruhi ekonomi AS. Selain itu, analis grup Eurasia menyatakan kalau Donald Trump dapat menciptakan ketidakstabilan global yang belum terlihat sejak perang dunia II.

"Pasar saham bergerak reli, dan berharap kepada fiskal. Pasar juga memperhatikan bagaimana kebijakan presiden Donald Trump selanjutnya. Kelihatan ada kekecewaan risiko fiskal. Adanya kekecewaan dapat membuat pasar saham berisiko turun," ujar Paul Eitelman, Analis Russell Investments Ltd seperti dikutip dari laman Bloomberg, Rabu (4/1/2016).

Sedangkan di pasar uang, indeks dolar AS naik 0,5 persen, dan sentuh level tertinggi sejak Desember 2002. Yen diperdagangkan di 11,76 per dolar AS. Sedangkan mata uang Korea Selatan Won tergelincir 0,3 persen. Harga minyak naik 0,6 persen. Sedangkan harga emas turun 0,2 persen usai naik 1 persen di New York. Rifanfinancindo.



Sumber : Liputan 6

Selasa, 03 Januari 2017

Indeks Hang Seng 3 Januari Bergerak Naik Terdukung Penguatan Bursa Eropa dan Shanghai



Rifan Financindo - Pada awal perdagangan bursa Hong Kong Selasa (03/01), indeks Hang Seng dibuka datar, namun saat ini terpantau naik 54,55 poin atau 0,25 persen pada 22055.11. Penguatan indeks Hang Seng mengikuti kenaikan bursa Eropa dan Shanghai.

Pasar Saham Eropa memulai tahun baru 2017 menguat pada Senin (02/01) terdukung mantapnya kinerja pertumbuhan manufaktur Zona Eropa.

Data Final Markit Manufaktur PMI zona Eopa untuk Desember dikonfirmasi di 54,9, tidak berubah dari pembacaan awal dan juga sejalan dengan ekspektasi pasar.

Namun terjadi peningkatan dari pembacaan November 53,7 dan ini adalah pembacaan yang terkuat sejak April 2011. Rata-rata pembacaan kuartal keempat 54,0 dari 52,1 dari kuartal ketiga juga merupakan level terkuat sejak kuartal kedua tahun 2011.

Demikian juga bursa Shanghai pagi ini dibuka positif.

Mengawali perdagangan saham di bursa Tiongkok Selasa (03/01), Indeks Shanghai dibuka positif, saat ini terpantau naik 5,94 poin atau 0,19 persen pada 3109.57. Pergerakan positif bursa Shanghai terdukung aksi bargain hunting setelah indeks Shaghai anjlok selama tahun 2016.

Pada awal perdagangan saham-saham yang meningkat adalah saham Wharf Holdings Ltd/The yang naik 3,49 persen, saham Li & Fung Ltd naik 2,35 persen, saham Hang Lung Properties Ltd naik 2,31 persen, saham Swire Pacific Ltd naik 2,30 persen, saham New World Development Co Ltd naik 1,83 persen.

Sementara itu pergerakan indeks berjangka Hang Seng pagi ini terpantau naik 113,00 poin atau 0,51 persen pada 22,075.00, naik dari penutupan perdagangan sebelumnya pada 21,962.00.

Analyst Vibiz Research memperkirakan bahwa pergerakan indeks Hang Seng selanjutnya akan bergerak positif dengan peningkatan bursa eropa dan Shanghai. Secara teknikal Indeks Hang Seng akan bergerak dalam kisaran Support 21,599-21,091, dan kisaran Resistance 22,563-23,025. Rifan Financindo.


Sumber : Vibiznews

Jumat, 30 Desember 2016

Indeks Nikkei 30 Desember Dibuka Lemah Tertekan Penguatan Yen



Rifanfinancindo - Indeks Nikkei di Bursa Jepang pada awal perdagangan Jumat (30/12) dibuka lemah, terpantau saat ini turun -124,62 poin atau -0,65 persen di 19.020,52. Pelemahan indeks Nikkei tertekan penguatan Yen.

Yen menguat di 116,54 terhadap greenback dibandingkan 117,16 dilihat pada hari Kamis. Dolar AS juga telah mencapai 15 hari rendah terhadap yen, karena para pedagang yang memanfaatkan masa liburan untuk mengambil keuntungan dari kenaikan baru-baru dollar AS, Reuters melaporkan.

Penguatan yen menekan ekspor Jepang karena membuat barang-barang lokal lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

Pada hari Kamis, patokan Jepang ditutup turun 256 poin di 19,145, jatuh besar pertama sejak 9 November ketika jajak pendapat menunjukkan bahwa Donald Trump memenangkan Pemilu AS. Nikkei telah naik 17 persen sejak 9 November didorong oleh kelemahan yen karena dolar menguat.

Saham Toshiba naik 5,88 persen menjadi ¥ 273,8, setelah merosot lebih dari 38 persen minggu ini pada pengumuman dari biaya goodwill dari “beberapa miliar dolar” untuk Westinghouse, anak perusahaan AS dari Toshiba.

Sedangkan untuk indeks Nikkei berjangka terpantau turun -60,00 poin atau -0,31 persen pada 19,010, naik dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya pada 19,070.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks Nikkei akan bergerak lemah dengan penguatan Yen. Secara teknikal Indeks Nikkei akan bergerak dalam kisaran Support 18,504-18,096, dan kisaran Resistance 19,525-20,050. Rifanfinancindo.


Sumber : Vibiznews

 
Disclaimer: Semua informasi yang tersedia dalam blog ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan informasi yang terbaik, akan tetapi kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari blog ini.

PT. Rifan Financindo Berjangka Surabaya
Wisma Bii Lt. 16 Jl. Pemuda 60-70 Surabaya 60271 Telp : 031-5349800(hunting), Fax : 031-5347800